Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam

Takdir Rumit Tamara Sang Wanita Malam
Surat


__ADS_3

Karna berbagai bujukan dan nasehat dari Heni, akhirnya Ara memutuskan untuk mengurungkan niatnya kembali menjadi wanita malam. Ara ingin merintis sebuah usaha dengan uang tabungan yang tersisa.


Ya Heni memang benar...jika aku sudah terjerumus kembali ke dalam dunia malam itu...aku akan sulit untuk keluar lagi...aku tak boleh kembali kesana...aku ingin mencari uang dengan cara yang baik...


batin Ara,


Dalam bayangannya dia mengingat kembali pahitnya pengalaman menjadi wanita malam, Dia memang kerap kali bernasib baik dengan para pelanggan, tapi tak sedikit pula Ara mendapatkan hinaan,cacian bahkan perlakuan buruk dan kasar dari pria yang merendahkannya.


lagi pula siapa yang akan mau menikahiku nanti...tak ada yang akan mau denganku jika aku kembali ke dunia itu..aku juga tak mungkin bekerja di dunia gelap itu seumur hidupku...aku ingin memiliki keluarga...aku ingin memiliki dan mendidik seorang anak...seperti orang-orang di luar sana...


batin Ara lagi merenung di dalam kamarnya.


**


Di sebuah ruangan hotel di suatu negara yang jauh disana, seorang tengah melakukan sebuah panggilan.


"Aku tak peduli... aku akan segera pulang..."


"Apa kau akan hidup menjadi seorang gelandangan di luar sana...hanya demi membela seorang wanita malam.."


suara Emir terdengar di ponsel.


"Sudah aku bilang..dia bukan lagi wanita malam..di telah berhenti pa... dia wanitaku Sekarang...."


"Aku tak peduli apapun anggapanmu kepada wanita itu...ini semua sudah menjadi keputusanku..jika kau sanggup menjalaninya aku akan memberimu restu untuk menikahinya..."


kata Emir dengan santai.


"Aaaggghh..."


Tak menjawab perkataan dari sang ayah, Jodi malah melempar ponselnya sembarangan, dia berteriak sekencang-kencangnya meluapkan kekesalan dan amarah yang ada dalam hatinya.


Ya satu Minggu setelah kejadian malam itu, Emir memutuskan untuk mengirim Jodi ke luar negeri untuk mengurus bisnis barunya yang berada disana.


Jodi terus saja memohon pada Emir untuk merestui hubungannya dengan Ara, akhirnya Emir membuat suatu keputusan. Jika saja Jodi berhasil mengurus bisnis baru ayahnya di luar negeri selama 1 tahun tanpa menghubungi Ara sama sekali, Jodi akan mendapatkan restu untuk menikahi Ara.


Dalam kurun waktu 1 tahun Jodi tak di perbolehkan menghubungi Ara dalam bentuk apapun, Emir beralasan jika memang benar Ara mencintainya maka dia tak akan berpaling dari Jodi meski Jodi tak menghubunginya sama sekali, Emir juga mengatakan dengan begitu dia bisa merestui keduanya karna tau cinta mereka berdua benar-benar nyata.


Tapi itu semua hanyalah alasan dari Emir yang ingin mereka berdua berpisah. Emir berfikir waktu satu tahun mampu memisahkan mereka jika mereka tak saling menukar kabar.


Ara akan dengan mudahnya mencari inang lain untuk memenuhi kebutuhannya, karna Emir selalu berfikir bahwa Ara mendekati Jodi hanya karna kekayaannya.


Sedangkan Jodi tak akan dengan mudah menjalani waktu satu tahun tanpa Ara, karna Emir tau bahwa Jodi sangat mencintai Ara.

__ADS_1


Emir juga tak akan tinggal diam, dia akan mengirim wanita yang sempurna untuk Jodi, untuk selalu ada di sampingnya menemani Jodi disana. Besar harapan Emir bahwa Jodi akan melupakan Ara dan jatuh cinta pada wanita pilihan orangtuanya.


Kembali pada Jodi, dia kini tengah memukul-mukul kepalanya karna rasa kesal dan pening yang dia rasakan beberapa hari belakangan.


"Kau...kirim surat pada Ara katakan apa yang sebenarnya terjadi padaku... aku yakin dia pasti akan mengerti dan menunggu untuk kurun waktu yang di berikan oleh papa...."


kata Jodi yang tiba-tiba menunjuk ke arah asistennya.


" Maaf tuan muda...itu mustahil untuk di lakukan karna tuan besar sudah mengawasi apapun yang menyangkut tentang Anda tuan...termasuk saya juga berada dalam pengawasannya...saya takut jika saja ketahuan malah akan mempersulit Anda nanti.."


kata sang asisten dengan menundukkan kepalanya.


"Aaaggghh....aku benar-benar bisa gila jika seperti ini....aku tak sanggup menjalaninya...bagaimana jika nanti Ara bersama dengan pria lain....aku bahkan tak bisa berfikir apapun sekarang...bagaimana aku bisa bekerja dengan keadaan seperti ini..."


kata Jodi dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"Tapi tuan...bagaimana jika tuan mengirim surat bukan atas nama tuan...dan mengirimnya di alamat yang berbeda...di salah satu teman nona Ara misalnya..."


kata sang asisten yang berusaha memberikan ide yang mungkin bisa membantu sedikit meringankan beban yang saat ini di rasakan oleh tuan mudanya.


Seketika Jodi memandang asistennya dengan wajah sedikit tersenyum.


"Kau benar...aku akan mengirim surat ke rumah sahabat Ara dan menyuruhnya untuk memberikan pada Ara..."


Dan hari itu juga Jodi menulis surat untuk Ara dengan tulisan tangannya sendiri. Lalu memberikan pada salah satu rekannya untuk mengirim atas namanya ke alamat yang sudah Jodi tulis, yaitu alamat rumah Nura. Jodi masih ingat betul alamat Nura karna dia dan Ara yang memilihkan rumah untuknya


Dalam beberapa hari, surat pun sampai pada Nura, dan dia cukup terheran, pasalnya menerima surat di zaman yang sudah canggih seperti ini. Dan yang membuatnya tambah heran karna dia menerima surat dari luar negeri dengan nama orang yang sama sekali tak dia kenal.


Nura pun membukanya dan didalam sana terlihat ada dua lembar kertas yang terlipat, dia membuka salah satunya membaca surat itu, awalnya dia bingung lalu kemudian Nura pun mengerti bahwa surat tersebut di peruntukkan untuk Ara, dia akhirnya pergi menemui Ara yang tak jauh dari rumahnya.


Telah sampai di rumah Ara, Nura segera pergi ke kamarnya.


"Ara....kau mendapatkan surat dari Jodi..."


teriak Nura dengan tersenyum pada Ara, Nura juga merasa lega karna setidaknya Ara menerima kabar dari Jodi setelah berminggu-minggu menghilang.


Seketika Ara yang tengah berbaring santai di ranjangnya menoleh.


"Surat....Jodi..."


Dia pun segera beranjak menghampiri Nura.


"Iya ini surat dari Jodi Ara...aku mendapatkan surat dari luar negeri yang tak aku kenal pengirimnya....tapi setelah aku buka sepertinya ini surat untukmu..."

__ADS_1


kata Nura menunjuk tulisan yang tertera yaitu nama Jodi Heswari di salah satu suratnya.


"Maaf aku telah membacanya sebagian..maaf ya..."


imbuh Nura lagi.


Ara tak menjawab perkataan Nura, dengan mata yang berbinar senang dia segera saja membaca surat yang di berikan Nura.


Seketika itu juga dia meneteskan air mata merasa lega karna ternyata Jodi tak benar-benar pergi meninggalkannya. Jodi menceritakan semua dalam kertas itu dan berhasil membuat Ara mengerti dengan keadaannya.


Ara dengan air matanya segera memeluk Nura yang dengan setia berada di sampingnya.


"Terimakasih Nura..."


kata Ara dalam isaknya.


Nura tak menjawab dia hanya menepuk bahu Ara, dia merasa iba dengan keadaan Ara sekarang yang terpisah dengan kekasih yang sangat dia cintai.


Setidaknya surat ini bisa membuat perasaan Ara lega....semoga mereka bisa segera bersatu kembali....aku tak tega melihat Ara yang sekarang....dia wanita baik..semoga dia mendapatkan kehidupan yang baik pula suatu saat nanti...


batin Nura.


Sementara yang berada di sebuah rumah mewah.


Emir sedang mendengarkan laporan dari salah satu anak buahnya yang bertugas mengawasi Jodi.


"Bodohhh....Selidiki atas nama siapa Jodi mengirim surat dan dimana alamat yang di tuju...aku tak mau rencanaku sampai gagal...cepat..."


Emir melempar ponselnya begitu saja di atas meja, dia merasa kesal karna Jodi masih bisa menghubungi Ara tanpa sepengetahuannya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2