
"Siapa...cepat..katakan.."
jawab Chandra dengan tegas.
"Kami tak tau namanya tuan...kami hanya orang bawah...kami tak mengenal siapa namanya..."
jawab salah satunya dengan gemetar, pasalnya dia telah berjanji tidak akan memberitahu siapa yang menyuruh mereka dengan alasan apapun, meski mereka tertangkap polisi pun. Dan mereka sudah di bayar sangat mahal untuk merahasiakan itu.
"Apa dia orang yang berkuasa..."
jawab Chandra mendekati salah satunya.
"Iya tuan...dia orang yang kaya...dia membayar mahal untuk melakukan itu semua..."
"Kalau begitu katakan dimana rumahnya..."
"Kami juga tak tau tuan...tapi esok hari kami berjanji akan bertemu di suatu tempat... untuk menerima sisa bayaran kami..."
maafkan aku...aku harus melakukan ini..kita tak bisa tinggal diam...atau kita akan mati disini...
batin salah seorang perampok itu sambil memandang wajah keempat orang lainnya bergantian.
Dia menjawab pertanyaan Chandra dengan gemetar, pasalnya dia sudah berjanji tidak akan mengatakan pada siapa pun seorang yang telah menyuruhnya, tapi dia takut akan ancaman Chandra, dia berfikir lebih baik masuk penjara dari pada harus mati sia-sia disana.
"Baiklah...katakan dimana tempat nya.."
**
Hari pun berganti, pagi itu di sebuah rumah kosong kelima perampok itu benar-benar menemui seorang disana.
Di depan rumah itu terlihat sebuah mobil telah terparkir, terlihat juga dua orang bodyguard berjaga di samping nya.
Mereka semua pun masuk dan bertemu dengan seorang yang sudah menunggu berdiri membelakangi mereka.
"Kami sudah melakukan sesuai perintah tuan..."
"Bagus...apa kalian memukulnya..."
"Iya tuan...saya memukul kepalanya..sepertinya dia terluka.. saya meninggalkannya dengan banyak darah di kepalanya..."
"Haha...bagus...kerja yang bagus..aku ingin dia menderita...sekarang katakan...apa yang kalian ambil darinya..."
"Kami mengambil semua uangnya tanpa sisa tuan..."
Seorang itu pun berbalik.
"Kerja bagus...ambil uang itu anggap sebagai bonus tambahan untuk kalian ...aku tak mau dia menikmati uang anakku....dia pasti mendapatkan semua kekayaannya dari anakku..."
Menghela nafas panjang sebelum akhirnya berkata lagi.
"Baiklah..kalau begitu tugas kalian sudah selesai... Ini bonus untuk kalian...aku beri kalian uang tambahan...pergi dari sini selama beberapa waktu jangan biarkan polisi mengetahui keberadaan kalian..."
katanya lagi sambil menyodorkan sejumlah uang.
"Kenapa kau menatapku seperti itu..."
katanya lagi karna melihat tatapan penuh amarah dari orang di hadapannya.
"Emir Heswari...teryata kau dalang dari semua ini...."
__ADS_1
kata seorang pria di hadapannya yang ternyata adalah Chandra yang menyamar sebagai perampok suruhan Emir.
"Kau siapa..."
kata Emir sambil menarik lagi uang yang dia sodorkan, dia terkejut karna salah satu perampok suruhannya mengenali dirinya.
"Tak ku sangka ...orang berwibawa sepertimu mampu melakukan perbuatan keji seperti ini...katakan kenapa kau melakukan semua ini pada Ara...apa salahnya padamu..."
kata Chandra dengan penuh amarah.
"Katakan siapa kau sebenarnya..."
kata Emir lagi dengan kesal.
"Aku kekasih Ara..."
jawab Chandra dengan yakin.
"Hahaha..."
suara tawa Emir malah terdengar renyah di ruangan rumah kosong yang sempit itu, membuat Chandra semakin di buat geram.
"Rupanya pelacur itu sudah mempunyai mangsa yang baru....aku sudah menduganya...dia tak benar-benar serius dengan Jodi..."
imbuh Emir lagi.
"Diam....dia bukan pelacur..."
kata Chandra sebelum Emir benar-benar selesai dengan kalimatnya.
"Jadi rupanya kau tak tau siapa dia sebenarnya... hahaha.....lebih baik kau jauhi dia...dia seorang pelacur dan dia hanya akan menghabiskan kekayaanmu lalu pergi begitu saja setelah mendapatkan semua uangmu..."
"Atas dasar apa kau mengatakan Ara seperti itu...kau tak mengenalnya..."
jawab Chandra malah dengan wajah penasaran.
"Haha....pelacur mana memangnya yang bisa berlaku baik dan mencintai seorang pria..wanita hina sepertinya hanya akan menghabiskan uang lalu pergi....apa lagi yang bisa dia lakukan...semua pria pasti tau itu...jangan bodoh dengan menjadi kekasih wanita sepertinya...."
Kata Emir dengan seringainya.
"Anakku dulu juga kekasihnya....tapi lihat sekarang... dia meninggalkannya setelah menghabiskan cukup banyak uangnya..maka dari itu aku tak terima dan mengambil seluruh uangnya...aku yakin bahwa semua uang yang dia miliki adalah milik Jodi...dia bilang mencintai anakku dan ingin menikah dengannya...tapi orangtua mana yang bodoh dan mau menikahkan anaknya dengan seorang pelacur...wanita sepertinya tak akan bisa setia dengan satu pria kan..."
Emir trus saja berbicara tentang penilaian buruknya pada Ara, dia berusaha membuat Chandra berubah fikiran karna mencintai Ara.
Mungkin ini alasan Ara tak ingin mencintai pria dalam hidupnya.... karna dia gagal menikah sebelumnya...dia tak ingin tersakiti lagi dengan berharap pada pria lain..
batin Chandra.
Pagi itu pun Chandra meninggalkan rumah kosong itu dengan membawa fakta baru tentang alasan Ara tak mau lagi mencintai pria.
Dia juga telah memperingatkan Emir untuk tidak mengganggu Ara lagi, karna Ara sekarang sudah berada di dalam lingkup kehidupan Chandra.
Chandra juga tak bisa melaporkan begitu saja Emir pada polisi, karna dia adalah orang kaya yang cukup berkuasa, dia pasti akan menebus dirinya sendiri untuk bebas dari penjara.
aku tak bisa melaporkan Emir...dia orang yang mempunyai banyak channel...melaporkannya hanya akan membuat hidupku sulit nanti...karna telah berurusan dengan orang sepertinya....mungkin balasan Tuhan yang pantas menghukum dirinya suatu saat nanti...
batin Chandra yang sekarang ada di depan para perampok yang sudah di tangkapnya.
"Bagaimana pun kalian harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian...aku tau kalian hanya melakukan ini untuk uang...tapi perbuatan kalian tidaklah benar...aku akan mengantarkan kalian pada polisi...kalian juga korban...untuk itu aku akan menjamin kehidupan keluarga kalian selama kalian di penjara..."
__ADS_1
kata Chandra yang sudah mengerti latar belakang keluarga perampok suruhan Emir, mereka hanyalah orang miskin yang melakukan suruhan Emir hanya karna uang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Hari itu juga para perampok itu di serahkan pada polisi oleh anak buah Chandra, sementara dia kembali ke rumah sakit menemui Ara.
"Bagaimana kabarmu hari ini....kau terlihat lebih baik..."
kata Chandra yang baru datang dan menyapa Ara, dia melihat Ara tengah duduk dan tersenyum cerah.
"Baik...dokter bilang besok aku sudah boleh pulang.... dan ya...bagaimana dengan pekerjaanmu apa semua berjalan lancar..."
jawab Ara yang hanya mengerti Chandra pergi karna sebuah pekerjaan.
"Syukurlah...Baik semua sudah beres"
kata Chandra sambil duduk di sebuah sofa, matanya menatap lekat pada Ara.
Ara yang melihat aneh pandangan Chandra padanya segera berkata.
"Ada apa.... kenapa kau menatapku seperti itu..."
"Katakan sejujurnya padaku... apa si Heswari itu yang telah membuat kau trauma untuk mencintai seorang pria..."
kata Chandra dengan wajah seriusnya.
"Heswari..."
jawab Ara bingung.
"Ya..Jodi Heswari...dia kekasihmu dulu kan...kau pernah gagal menikah...untuk itu kau takut mencintai pria lagi dan memutuskan tak akan pernah menikah ..."
"K..kau tau darimana..."
jawab Ara menatap Chandra dengan tatapan terkejutnya.
"Emir.....dia menceritakan semua padaku....dan dia dalang dari perampokan di rumahmu...dia menyuruh orang untuk mengambil uangmu..dia berfikir bahwa kau telah mengambil banyak uang dari kekayaan anaknya...dan dia ingin mengambil itu semua darimu..."
Ara yang terkaget dengan sebuah fakta yang baru saja terungkap, hanya bisa menutup mulutnya tak percaya.
kenapa dia melakukan ini semua padaku.... sebenci itu dia padaku... sampai-sampai melakukan perbuatan keji ini padaku...bahkan Jodi sudah menikah..tapi kenapa dia masih mengusik kehidupanku...
batin Ara.
"Katakan Ara.. apa semua yang aku katakan itu benar..."
kata Chandra yang tanpa Ara sadari Chandra sudah berada tepat di hadapannya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1