Terjebak Cinta Brondong

Terjebak Cinta Brondong
87


__ADS_3

Lantunan murottal alqur'an terdengar nyaring. Dua orang wanita berkebaya sedang sibuk dengan tugas masing-masing. Satu wanita yang usianya berkisar belasan tahun bersedia menerima titah dari seorang wanita lagi yang usianya jauh diatasnya.


"Ambilkan mama tissue nya lagi, Nak. Udah dekatkan saja sama tempat-tempatnya, Mba Juna jangan nangis terus dong. Nanti riasannya gak maksimal." wanita itu menahan air mata yang sudah bersarang di pelupuk mata.


"Gak sengaja ini, Tan. Udah ditahan-tahan juga. Tapi mau keluar terus." Juna yang sandaran di kursi menatap sungkan wanita perias pengantin tersebut.


"Mba Juna nikahnya di jodohkan ya? seperti gak bahagia gitu."


"Hush!! jaga bicaramu, Nduk. Gak boleh kepo urusan orang!" cegah wanita itu, asistennya yang merupakan anaknya sendiri hanya tersenyum.


"Kan penasaran, Ma. Biasanya kan pengantin itu sumringah gitu. Maaf ya, Mba Juna."


"Iya gak apa-apa, Dis. Mba gak di jodohkan kok. Ini tangisan bahagia." jawab Juna, Gadis nama wanita belia itu, masih SMA dia memang suka membantu ibunya bekerja jika sedang libur sekolah.


Seketika ruangan kembali hening, surah Ar-Rahman terdengar menenangkan.


"Juna kan!" Pertemuan pertama kami di bandara tempo waktu, sebenarnya bukan pertama sih katanya. Tapi aku merasa memang itulah pertemuan pertama bagiku.


"Baiklah kita makan disana saja!" dia memilih meninggalkan restoran yang menjual makanan kesukaannya demi menuruti keinginan ku yang bertolak belakang dengan kesukaannya walaupun dia sudah diambang pintu restoran tersebut.


"Tunggu, aku ya Jun." lambaian tangan serta senyuman manis itu masih lekat dalam ingatan. Cara dia marah saat melihatku dengan Marchel sepulang dari Makassar, Matanya yang berkaca-kaca saat memberikan kotak berisikan segala macam benda yang di belinya dengan uangnya sendiri. Dilanjutkan dengan acara lamaran yang jauh dari impian semua gadis. Haah! sekarang aku sudah ada di titik ini. Ya, beberapa menit lagi statusku akan berubah.


Setiap aku menutup mata, perjalanan cintaku seperti film pendek yang diputar dalam bioskop.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


"Saya terima nikahnya Junawati binti Rudi Pratama dengan maskawin satu set perlengkapan shalat, satu buah cincin emas, dan satu buah rumah tunai!" dengan lantang tanpa ragu Adzka menjawab ijab dari papa mertuanya.


Pernikahan pagi itu telah sah. Adzka kini telah menjadi seorang suami. Setelah akad selesai pengantin perempuan yang tampak cantik pun menghampiri. Memposisikan dirinya disebelah lelaki tampak menawan yang tampak sangat bahagia sama seperti dirinya saat ini.


"Sekarang kalian sudah resmi jadi suami istri. Tapi ada yang sedikit membuat gatal mulut ini untuk bertanya, Nak Mas. Agak beda ini mas kawin nya dari pengantin lain?" penghulu yang usianya sudah lumayan sepuh itu memberikan pertanyaan, mungkin bukan hanya dia yang punya pertanyaaan seperti itu.


"Semuanya serba satu tampaknya!" lanjutnya lagi


"Hehe, iya Pak. Seperti sebutan mahar itu, Saya mau yang disebelah saya menjadi satu-satunya dalam hati saya, dan saya ingin memberikan yang terbaik kepadanya. Satu set perlengkapan shalat, ibadahnya kedepan menjadi tanggung jawab saya, saya ingin dia mendapatkan kenyamanan saat beribadah. Satu buah cincin ... waktu pertunangan dulu mama yang membelikannya bukan saya, dan satu buah rumah ... itu impian saya, saya akan memberikan hak penuh kepada istri saya ayas rumah itu, karena mahar sepenuhnya hak dari seorang istri." pak penghulu manggut-manggut.


"Semoga pernikahan kalian berkah, menjadi kuarga yang sakinah mawaddah warohmah." ucap penghulu sambil memberikan berkas yang harus di tanda tangani.


Doa menjadi penutup acara sakral itu yang dipimpin langsung oleh wali nikah pengantin. Dengan harapan tulus untuk kebahagiaan putri kesayangannya, sesekali Rudi tampak menyeka butiran kristal bening yang jatuh dari matanya.


"Ish, kayak nyium anak kecil aja pun, Kau!" Erwin yang sedari tadi menahan diri untuk bicara akhirnya mengeluarkan suaranya.


Disusul tawa dari para tamu yang hadir, Keduanya tampak canggung dan malu-malu, maklum lah pengalaman pertama.


"Semoga menjadi keluarga bahagia sampai maut memisahkan. Jadi istri yang penurut, jangan lupa sering tengokin papa dan bunda disini." Rudi mencium kening Juna sangat lama.


"Jangan nangis! papa bahagia. Nanti make up mu luntur, suamimu jadi sadar kalau salah pilih!" goda Rudi, tak ada cubitan atau hal lain yang biasa dilakukan Juna, melainkan pelukan.

__ADS_1


"Juna akan selalu ada buat, Papa. Juna gak akan tinggalin, Papa." ucap gadis itu


\=\=\=\=\=\=


"Mama titip Adzka ya! Mama tau, kau mencintainya lebih dari dirimu sendiri! Maafkan mama yang selama ini meragukan mu!" ucap Mama mertuanya yang saat ini telah memeluk Juna erat dengan air mata yang tak lagi menetes melainkan mengalir begitu derasnya.


Deg


Ikatan di jantung Juna yang selama ini membuatnya sesak saat mengingat mama mertuanya, seakan lepas. Lepas sudah semua beban pikirannya. Pernikahan yang selama ini di khayalkannya penuh dengan drama film-film korea ketika bertamu kerumah mama suaminya seolah sirna. Ternyata Fatmala memang sudah menerima seutuhnya, Tak ada lagi kata mamamu mamaku dalam pernikahannya kini. Yang ada hanya mama kita.


Juna juga meneteskan air mata bahagia. Kini saatnya dia menjadi istri dan anak yang baik untuk suami dan kedua mertuanya.


Kenangan pahit tak untuk selalu di ingat, terkadang yang pahit bahkan selalu menjadi obat dan yang manis pula bisa mendatangkan mudhorat.


Balutan gaun berwarna hijau dengan hijab yang melekat menutup mahkota wanita begitu serasi di wajah dan tubuh pengantin itu, rona bahagia terpancar dari wajahnya yang ayu.


Ucapan selamat banjir di media sosialnya, dari para undangan yang hadir dan pastinya dari sahabat-sahabatnya.


Juna memejamkan matanya, saat ingatan tentang Mila yang menyicil doa selamat untuk pernikahan tempo waktu.


"Aamiin" ucapnya, seolah-olah mendengar kembali doa yang di ucap oleh Mila yang kini telah bahagia di surga.


__ADS_1


Maaf lama updatenya ya teman-teman. Semoga suka dengan part ini, kritik dan saran masih di terima kok. 🙏


Ayo dong komen, aku mau bilang makasi karena udag mau baca karya ku 😁


__ADS_2