Terjerat Cinta Boss Muda

Terjerat Cinta Boss Muda
Berusaha Menggoda?


__ADS_3

Pagi ini sama seperti pagi biasanya. Dimana Sierra sudah berada didalam ruang kerja sambil menunggu kedatangan Revan untuk menyambutnya.


Sesekali Sierra memastikan penampilannya didepan cermin. Penampilannya yang saat ini menggunakan kemeja pendek berwarna biru muda yang disandingkan dengan rok pendek berwarna abu-abu.


Kemeja itu memang terlihat seperti kemeja polos pada umumnya. Tetapi bahan dari kemeja tersebut sangat tipis bahkan menerawang. Hampir seluruh tubuh Sierra bisa terlihat dengan jelas dari kemeja biru muda itu. Bahkan rok pendek abu-abu yang Sierra gunakan juga hampir memperlihatkan seluruh lekuk kakinya dan juga sebagian pahanya.


Sierra yang merasa malu dengan penampilannya sekarang pun hanya bisa menarik nafas yang dalam. Ia merasa sangat jijik dengan dirinya sendiri yang benar-benar seperti wanita penggoda.


Apalagi ditambah dengan Sierra yang sengaja mengikat seluruh rambut panjangnya agar memperlihatkan bagian leher. Lalu Sierra juga menambahkan lipstick berwarna merah terang dibibir tipisnya yang membuat ia tidak jauh berbeda dari wanita-wanita yang pernah Revan kencani.


Sierra yang merasa harga dirinya sudah benar-benar hancur pun diam sejenak. Tanpa sadar airmata kembali membasahi wajahnya. Haruskan Sierra menggunakan pakaian yang menjijikan ini? Haruskan Sierra memberikan tubuhnya demi mendapatkan pinjaman?


Airmata Sierra pun semakin mengalir deras. Ia tidak menyangka bahwa kehormatannya bisa hilang hanya dikarenakan sebuah uang. Uang yang bisa menjamin keluarganya agar tetap memiliki tempat tinggal dan membuat hutang-hutang ayahnya menjadi lunas.


Namun tangis Sierra langsung terhenti saat ia mendengar suara langkah kaki dari kejauhan. Sierra yang sangat mengenali suara langkah itu segera menghapus air matanya dan bangun dari duduknya.


Sierra sudah bersiap dengan senyuman manisnya untuk menyambut kedatangan direkturnya itu seperti biasa.


“Selamat pagi direktur Revan,” sapa Sierra yang menyadari Revan sudah berada didepannya. Revan tidak menjawab. Bahkan Revan juga tidak membalas senyuman yang Sierra berikan. Dia hanya memperhatikan Sierra dari kepala hingga ujung kaki dengan lekat.


Sierra yang tidak terbiasa dengan tatapan itu langsung menundukan wajahnya. Sungguh ia merasa benar-benar malu dengan penampilannya sendiri.


“Datanglah keruangan saya," ucap Revan dingin sambil berjalan masuk kedalam ruangannya.


Sierra diam sesaat. Senyuman manis yang sedari tadi menghiasi wajahnya langsung hilang begitu saja. Tubuhnya terasa begitu kaku dan tidak bisa bergerak. Bahkan kedua tangan Sierra mulai berkeringat dan juga gemetaran.


Sierra tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi nanti. Sierra merasa sangat takut. Ingin rasanya ia melarikan diri saat ini tetapi mengingat dirinya yang sangat membutuhkan uang maka niatnya pun langsung diurungkannya.


Lalu tidak lama dari itu, suara Revan dari dalam ruangan kembali terdengar. Membuat Sierra segera jadi tersadarkan.


“Kamu mau masuk atau tidak! Jika tidak mau maka pergi saja sekalian dari perusahaan ini!” Revan berteriak.

__ADS_1


Sierra pun langsung berlari kearah ruangan direkturnya itu. Setelah itu Sierra mengetuk pintu tersebut dan hanya dalam satu kali ketukan Revan memberikan suaranya.


“Masuk,"


Sierra membuka pintu ruangan itu perlahan. Lalu Sierra berjalan masuk kedalam dengan langkah kecil.


Sekilas Sierra bisa melihat Revan yang masih sibuk dengan komputernya. Sebelum akhirnya Revan mengalihkan tatapannya dan berjalan mendekat kearah Sierra. Sierra menundukan wajahnya lagi.


“Hei jangan menundukan wajahmu. Tatap saya agar saya bisa melihat wajahmu yang sudah bermake up itu," Revan kini sudah memegang dagu Sierra yang membuatnya langsung bertatapan dengannya.


“Kamu pikir dengan bermake up menor seperti ini bisa menggoda saya? Lihatlah kamu malah seperti badut bukannya cantik,


Sierra tidak menjawab. Ia hanya terdiam. Setidaknya Sierra sudah mencoba berdandan meskipun hasilnya tidak memuaskan lelaki yang berada dihadapannya itu. Sierra sudah berusaha dengan kemampuan yang ia miliki.


“Dan apa kamu pikir dengan baju tipis ini juga bisa menggoda saya? Tubuhmu itu sama sekali tidak menarik untuk saya," Revan berjalan mengelilingi tubuh Sierra.


Sierra pun masih sama seperti sebelumnya. Hanya terdiam. Kali ini harapannya sudah benar-benar hancur. Ia sudah tidak mempunyai kesempatan lagi. Karena ternyata Sierra hanya mempermalukan dirinya sendiri. Sierra hanya merendahkan dirinya tanpa bisa mendapatkan pinjaman uang seperti yang diinginkannya.


“Tetapi rambutmu yang diikat ini cukup menarik. Bisa sedikit menggoda saya," Revan berjalan mendekat kearah Sierra. Bahkan Revan mulai mendekatkan wajahnya kearah leher Sierra yang membuat Sierra bisa merasakan hembusan nafasnya.


Sierra yang ketakutan pun memilih untuk memejamkan kedua matanya. Ia tidak sanggup untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


“Hei mengapa kamu menutup matamu? Kamu pikir saya akan melakukan apa?" kata Revan yang sudah berada diposisinya semula yaitu didepan Sierra. Bahkan Revan juga sudah menjaga jarak sehingga tidak begitu dekat seperti tadi.


“Maafkan saya direktur," jawab Sierra dengan suara gemetar.


Revan pun menatap Sierra sejenak. Lalu Revan berjalan kembali kearah meja kerjanya dan mengeluarkan kertas yang merupakan sebuah cek.


Revan memberikan cek itu kepada Sierra. Dan betapa terkejutnya Sierra saat melihat nominal angka dari cek tersebut. Benar-benar bertuliskan 80juta. Jumlah yang dibutuhkan oleh Sierra. Sierra pun langsung menatap Revan dengan bahagia.


“Terima kasih banyak direktur. Terima kasih anda sudah membantu saya. Anda sudah menyelamatkan hidup saya," berkali-kali Sierra membungkukan tubuhnya. Revan pun tersenyum. Lalu dia berjalan kembali kearah Sierra.

__ADS_1


“Jangan berterima kasih. Kamu harus ingat dengan apa yang sudah kamu katakan kepada saya sebelumnya. Kamu berjanji akan menjual dirimu kan? Lakukanlah itu mulai sekarang,"


Sierra terdiam. Bahkan cek yang sedari tadi dipegang olehnya kini sudah terjatuh begitu saja. Tubuhnya kembali lemas dan gemetaran.


Ternyata Revan tidak melepaskan Sierra begitu saja. Revan tidak memberikan cek itu secara cuma-cuma. Tetapi Sierra harus tetap membayar cek itu dengan harga yang setimpal yaitu menjual dirinya. Sierra pun harus menanggung akibat dari perkataannya itu.


“Mengapa kamu menjatuhkan ceknya? Sudah tidak membutuhkannya lagi? Mau dibatalkan?" Revan sudah mengambil cek yang terjatuh didekat Sierra. Sierra pun langsung menggelengkan kepalanya. Lalu dengan cepat ia mengambil cek itu kembali dari tangan Revan. Sierra sangat membutuhkan uang itu.


“Tidak direktur maafkan saya. Saya masih membutuhkannya. Saya berjanji akan menuruti apapun yang direktur katakan,"


“Bagus saya suka itu. Jadi ingatlah mulai saat ini kamu adalah kekasih saya selama satu bulan. Dan kamu harus bisa memuaskan saya. Jika tidak maka kamu harus membayar cek itu sebanyak 2 kali lipat. Apakah kamu mengerti?”


Sierra menggangukan kepalanya, ”Iya direktur saya mengerti. Saya akan mengikuti apapun perintah dari direktur."


Revan tersenyum kembali. Lalu Revan membuka jas hitamnya dan menaruh jas itu tepat ditubuh Sierra. Sierra yang mendapatkan perlakukan seperti itupun hanya bisa diam mematung.


“Jangan pernah kamu menggunakan pakaian yang seperti ini lagi. Dan hapus juga make up kamu. Kamu benar-benar tidak cocok berdandan seperti itu,"


“Baik direktur. Saya akan melakukannya," jawab Sierra menurut.


“Oiya jangan sampai ada orang kantor yang mengetahui hubungan kita. Bagaimana pun juga kamu hanyalah wanita mainan saya selama sebulan. Jadi saya tidak ingin mendapatkan gosip apapun denganmu," Revan memperingatkan.


Sierra pun menggangukan kepalanya lagi, “Iya direktur saya mengerti."


“Kembalilah ke ruanganmu. Dan lakukan pekerjaanmu dengan baik," Revan sudah berjalan kembali ke kursi kerjanya dan sibuk dengan komputernya.


“Iya direktur terima kasih banyak. Saya pamit pergi,"


Sierra membungkukan tubuh dan berjalan keluar dari ruangan itu. Kini hati Sierra pun sudah sedikit tenang. Karena akhirnya ia bisa mendapatkan uang untuk melunasi hutang-hutang ayahnya. Sierra bisa terbebas dari para rentenir.


Setelah itu Sierra pun menatap kearah jas hitam yang saat ini melekat pada tubuhnya. Ternyata Revan bukanlah lelaki kejam seperti yang dikatakan banyak orang.

__ADS_1


Meskipun selama 3 tahun Revan selalu bersikap dingin kepadanya tetapi nyatanya lelaki itu masih mempunyai hati nurani. Revan masih berbaik hati mau membantu Sierra meskipun Sierra tidak tahu apa yang akan Revan lakukan nanti.


Tapi setidaknya dangan bisa melunaskan hutang ayahnya beban hidup Sierra sudah mulai berkurang. Kehidupan Sierra akan sedikit membaik. Sierra pun berjalan keruangan kerjanya kembali dengan langkah yang riang. Akhirnya satu masalah terselesaikan.


__ADS_2