Terjerat Cinta Boss Muda

Terjerat Cinta Boss Muda
Miliknya


__ADS_3

“Kenapa harus sekesal itu karena aku melihat foto oppa-oppaku ini? Oppaku kan memang sangat tampan dan manis. Beda dengan dia yang walaupun tampan tapi menakutkan. Liatlah tatapan dinginnya itu benar-benar membuatku merinding," gerutu Sierra sambil memperhatikan kembali foto artis Korea yang ada di ponselnya.


“Oh ternyata kamu masih melihat foto lelaki itu? Kamu menentang saya?" ucap Revan sinis yang kini sudah duduk tepat disamping Sierra.


Sierra pun langsung mematikan layar ponselnya itu. Lalu Sierra menundukan wajahnya. Tidak berani menatap Revan. Ia terlalu takut dengan tatapan dingin dan tajam yang Revan berikan.


“Sierra bisakah kamu hanya benar-benar menatap saya? Hanya melihat saya? Dan hanya tersenyum kepada saya? Kamu adalah milik saya Sierra. Saya tidak mau sesuatu yang sudah menjadi milik saya masih saja memperhatikan orang lain," kali ini suara Revan mulai melembut. Dan Sierra yang menyadarinya langsung menatap kearah Revan. Disaat itulah Sierra bisa melihat tatapan sendu Revan yang sulit dimengerti olehnya. Sierra pun hanya terdiam.


“Sierra bisakah kamu berjanji kepada saya? Berjanji bahwa kamu tidak akan pernah melihat lelaki lain. Kamu tidak akan memperhatikan lelaki lain. Tetapi kamu hanya akan menatap saya seorang saja?” lanjut Revan yang sudah mengengam erat tangan Sierra.


Sierra pun mengganguk. Entah mengapa kali ini ia tidak merasa takut dengan genggaman tangan yang Revan berikan. Tetapi Sierra malah seakan nyaman dan terlindungi. Sehingga ia membiarkan tangannya itu berada didalam genggaman tangan Revan.


“Maafkan saya direktur karena sudah bersalah. Saya tidak akan mengulanginya lagi. Saya berjanji akan melakukan apa yang direktur katakan," Sierra bersuara.


“Jangan meminta maaf pada saya terus Sierra. Saya tidak mau kekasih saya selalu mengucapkan kata maaf. Karena itu berarti saya sudah melakukan banyak kesalahan. Apakah kamu mengerti?”


“Iya direktur saya mengerti,"


Revan tersenyum. Lalu Revan mengelus rambut panjang Sierra dengan lembut. Dan sama seperti sebelumnya. Sierra tidak merasa takut dengan apa yang Revan lakukan. Sierra tetap merasa nyaman.


Mungkin saat ini Sierra sudah terbiasa dengan berbagai sentuhan yang Revan berikan. Tidak seperti sebelumnya yang membuat ia selalu gugup dan ketakutan.


“Sebaiknya kita beristirahat sekarang. Kamu pasti sudah sangat lelah. Dan kamu juga harus banyak istirahat agar kakimu itu bisa secepatnya sembuh,"


Revan mulai bersiap-siap menggendong Sierra seperti sebelumnya. Namun dengan cepat Sierra langsung menghindar yang membuat Revan menatapnya bingung.


“Direktur maaf. Saya ingin bertanya kepada anda. Apa maksud anda dengan kita beristirahat berarti kita akan tidur bersama dalam satu ranjang?” tanya Sierra sambil menunjuk Revan dan juga dirinya sendiri secara bergantian.

__ADS_1


Revan terkekeh. Sierra yang melihatnya pun hanya mengerutkan keningnya. Apakah ada yang lucu dari pertanyaan Sierra tadi? Padahal Sierra sangat serius menanyakan hal itu kepada Revan. Tetapi mengapa Revan memberikan tanggapan yang seperti itu? Apa untuk kesekian kalinya Sierra yang sudah berpikiran terlalu jauh dan kotor? Itulah yang dipikirkan oleh Sierra.


“Hei kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu? Apakah kamu benar-benar ingin tidur bersama dengan saya?” Revan menggoda.


“Tidak direktur. Bukan itu maksud saya. Saya hanya ingin memastikan perkataan anda saja. Karena anda yang mengatakan kita beristirahat,"


Kali ini wajah Sierra mulai merah merona. Dan sepertinya Revan menyadari itu karena saat ini Revan sudah memegang dagu Sierra dan menatapnya. Dengan tatapan yang berbeda dan tentu saja tidak bisa Sierra mengerti.


Mungkin memang Sierra yang terlalu bodoh atau Sierra yang tidak memiliki pengalaman dalam berpacaran. Sehingga ia tidak pernah bisa mengartikan setiap tatapan Revan yang diberikan kepadanya. Entahlah Sierra tidak mengerti semua itu.


“Sierra maksud saya mengatakan kita beristirahat itu bukan berarti kita akan tidur bersama dalam satu ranjang. Mengapa untuk hal sederhana ini saja kamu bisa tidak mengerti? Kamu benar-benar tidak ada pengalaman dalam sebuah hubungan?"


Sierra langsung melepaskan tangan Revan dari dagunya. Entah mengapa ia merasa kesal dengan ucapan Revan. Sierra memang tidak pernah pacaran. Tidak punya pengalaman. Lalu apakah perlu mengejeknya seperti itu?


Sierra kan berbeda dengan Revan. Revan yang mempunyai banyak uang, punya kekuasaan, punya wajah tampan dan punya segalanya yang bisa membuat wanita mana saja ingin bersama dengannya.


“Saya memang tidak punya pengalaman direktur. Tidak pernah pacaran. Beda dengan anda yang sudah banyak pengalaman dengan wanita mana saja," sindir Sierra.


Revan tersenyum. Lalu Revan memainkan rambut lurus Sierra seperti sebelumnya. Sierra pun membiarkannya begitu saja.


“Benarkah selama ini kamu belum pernah berpacaran? Berarti saya adalah kekasih pertamamu?”


Sierra menatap Revan sebal. Memang benar Revan adalah kekasih pertama Sierra. Tetapi kekasih pertamanya itu malah kekasih yang mempermainkan Sierra. Kekasih yang mengganggap Sierra hanya sebagai mainannya saja. Bukan kekasih yang memang benar-benar mencintainya seperti yang ada didalam film-film yang suka Sierra lihat.


“Iya direktur anda adalah kekasih pertama saya," Sierra mengakui.


Senyum Revan pun semakin mengembang. Bahkan kali ini Revan mulai menciumi rambut Sierra yang membuat Sierra sedikit ketakutan.

__ADS_1


“Apakah kamu suka gemetaran dan ketakutan seperti ini karena kamu tidak mempunyai pengalaman? Sangat lucu sekali,"


Sierra berusaha menghindar. Ia berusaha menjauh dari Revan. Namun Revan langsung menarik rambutnya yang membuat Sierra mendekat kepada Revan. Sierra pun membulatkan matanya.


“Jangan menghindari saya. Semakin kamu menghindar maka saya akan membuatmu semakin dekat dengan saya,"


Revan mengatakan tanpa senyuman. Dan Sierra yang tau ada keseriusan dari ucapan Revan itu memilih untuk menurutinya supaya ia tetap aman.


“Baik direktur," jawab Sierra dengan suara sedikit gemetar.


Revan pun mendorong kening Sierra dengan telunjuknya. Membuat Sierra menjauh darinya. Lalu Revan bersiap menggendong Sierra kembali dan Sierra tidak melakukan penolakan seperti sebelumnya. Sierra hanya membiarkannya begitu saja.


“Jika kamu patuh begini kan saya senang,"


Revan tersenyum kembali. Lalu Revan mulai menggendong Sierra menaiki tangga menuju lantai 2 rumah tersebut. Saat sudah berada tepat didepan sebuah kamar, Revan pun langsung membuka pintu tersebut dan meletakan tubuh Sierra diatas ranjang dengan lembut.


“Kamu tidurlah. Kamar saya berada tepat disamping kamarmu. Jadi jika kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa langsung menelpon saya. Dan pastikan jika kamu tidak akan menggunakan kakimu terlebih dahulu. Biar saya saja yang membantumu. Apa kamu mengerti?”


“Saya mengerti direktur. Terima kasih,"


“Baiklah. Selamat malam Sierra,"


Revan mengelus rambut Sierra dengan lembut lalu berjalan pergi meninggalkan kamar itu. Sebelum pergi Revan pun tidak lupa untuk mematikan lampu kamar terlebih dahulu dan menatap Sierra sebentar sebelumnya akhirnya benar-benar pergi dan menutup pintu kamar.


Untuk sesaat Sierra pun memperhatikan kamar tersebut dalam kegelapan. Lalu Sierra mulai diingatkan kembali dengan kata-kata Revan yang menyatakan bahwa Sierra adalah miliknya. Entah mengapa Sierra bisa merasakan keseriusan dalam perkataan Revan tersebut yang membuat hati Sierra sedikit bergetar. Membuat Sierra menjadi berharap dan tanpa sadar menginginkan sesuatu yang lebih dari sosok Revan.


Namun dengan cepat Sierra pun langsung menghilangkan segala keinginannya itu. Sierra tidak boleh masuk dalam perangkap Revan. Sierra tidak boleh jatuh dalam permainan Revan. Karena jika itu terjadi maka Sierra lah satu-satu orang yang akan tersakiti. Sementara lelaki itu bisa dengan mudahnya meninggalkan Sierra dan mencari wanita lain. Sierra harus mengingat semua itu. Mengingat Revan yang dikenal sebagai direktur yang berkarisma namun playboy. Itulah julukan Revan yang dikenal oleh banyak orang.

__ADS_1


Tidak ingin terus menerus memikirkan hal yang tidak penting Sierra pun berusaha memejamkan matanya. Ia berusaha untuk mengistirahatkan tubuhnya. Hingga tidak membutuhkan waktu yang lama kini Sierra mulai terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2