Terjerat Cinta Boss Muda

Terjerat Cinta Boss Muda
Dibawah pohon yang rindang


__ADS_3

"Eh.. ini dimana?" Ucap Lia mengedarkan pandangannya keseluruh tempat yang nampak seperti sebuah taman.


Ia berdiri tepat dibawah pohon yang rindang, menutupi dirinya dari sinar matahari.


"Nak." Suara lembut yang telah lama ia tak dengar, tiba-tiba menyeruak menyebut namanya. Lia menoleh kearah suara tersebut.


Diiringi tiupan angin yang menghembuskan rambutnya, menyapu pipinya bersamaan dengan air matanya yang membasahi pipinya.


Tat kala ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, sosok yang sangat ia rindukan kini berada di depannya.


Senyum serta raut wajahnya yang lembut, mata yang indah, dan gaun putih yang membalut tubuhnya. Membuatnya semakin berseri dengan senyuman yang mengambang di wajahnya.


Dengan segera, Lia menghampiri sosok itu dan memeluknya dengan lembut seraya berkata. "Mamah." Ucapnya penuh kerinduan yang mendalam.


"Mamah." Sekali lagi, Lia memanggil sosok yang ia sebut itu berulang kali.


Seakan tak puas, ia pun membenamkan kepalanya kedalam pelukan sang wanita yang telah mengandung dan merawatnya penuh dengan suka duka.


Keduanya pun saling melepas rindu dengan saling berpelukan, tanpa perduli dengan angin yang berhembus menyapu daun-daun di antara mereka.


"Apa kabarmu, nak?" Ucap wanita yang kerap Lia sapa mamah.


"Kabar Lia baik saja, mah. Tapi, Lia harus berjuang sendiri. Papah sudah semakin tua. Ia menikah dengan wanita lain tak lama setelah mamah meninggal. Tapi kini, wanita itu pergi. Meninggalkan papah dengan hutang yang berlimpah. Lia terpaksa harus menikah dengan tuan muda yang bahkan tidak Lia kenal sebelumnya. Apakah Lia akan baik-baik saja, mah?" Jelas Lia sembari menatap wanita yang berdiri disebelahnya.


"Semua akan baik-baik saja, nak. Percayalah." Tegas wanita itu dengan bayangannya yang semakin memudar.


Senyuman Lia menghiasi wajahnya yang berlinang air mata. "Iya mah. Mamah?! Mamah!!" Seru Lia memanggil wanita itu.


Membuat Lia terkejut dan segera menggapai bayangan wanita yang sangat ia rindukan selama ini. Namun, sosok itu semakin memudar dan menghilang.


"Mamah. Mamah." Igau Lia saat dirinya masih dalam terlelap dan segera ia membuka matanya.


Wajahnya penuh air mata, tubuhnya penuh dengan keringat yang membasahi piyamanya.


"Aku.. itu.. hanya mimpi?" Ucapnya lirih.


Seakan masih mencerna apa yang baru saja terjadi.


"Eh." Raut wajahnya seakan terkejut, mendapati suaminya yang menatapnya penuh kekhawatiran.


Dengan tangan yang menggenggamnya erat, ia pun segera menyapu wajah Lia yang dipenuhi oleh air mata yang membasahi pipinya.


"Mimpi buruk?" Ucapnya lembut.

__ADS_1


"Iya. Maaf sudah membangunkan anda." Jawab Lia setelah melihat jam yang masih menunjukkan pukul 3 dini hari.


"Tidak apa-apa." Ucapnya lembut seraya mengecup lembut tangan Lia dan beralih ke pipinya, kemudian ke bibirnya.


"Mau cerita?" Tanya Leo seakan ingin mengurangi beban sang istri.


"Tidak. Lebih baik anda istirahat saja." Ucap Lia dan mengecup pelan pipi sang suami.


"Anda harus bekerja besok." Sambung Lia dan berbaring seraya memejamkan kedua matanya.


Leo pun menuruti apa yang dikatakan oleh Lia dan turut berbaring seraya memeluk sang istri dari balik selimut yang membungkus keduanya. Dan terlelap bersama, dalam balutan cinta yang semakin bertumbuh diantara mereka.


***


Lia terbangun mendapati dirinya seorang diri di kamar tidur saat ini. Ia mengedarkan pandangannya, namun tak mendapati siapapun disana.


"Kemana mas Leo? Apa sudah berangkat ya?" Ucap Lia lirih dan segera menuruni anak tangga.


Namun ia tak mendapati sosok yang ia cari sedari tadi. Melihat Irfan yang berada di sekitar ruang dapur, Lia pun menghampirinya.


"Selamat pagi. Apa kamu ada lihat tuan muda?" Ucap Lia.


"Pagi. Tuan muda sudah berangkat tadi jam 6 pagi ." Jawab pria dengan iris mata nampak mosterius, dihadapan Lia saat ini.


"Aku rindu papah." Gumam Lia lirih.


"Walaupun dulu papah pernah melakukan kesalahan, ia tetaplah papahku. Dialah satu-satunya keluarga yang kupunya saat ini." Sambung Lia.


Tak terasa, kini Lia telah menjalani pernikahan dengan tuan mida Leo selama 2 bulan ini. Banyak hal yang begitu mendadak, selama ia menjalani pernikahan ini.


Ia melihat sebuah foto yang menampakkan dirinya seorang diri di acara pernikahannya kala itu. Dengan senyum kecut yang ia tampilkan, ia tak dapat membohongi perasaannya yang malu dan kacau tempo hari.


"Kenapa aku harus menjalani kehidupan seperti ini?" Ucapnya Lirih.


"Aku benar-benar tidak memiliki harapan lagi saat itu. Namun, semoga saja kedepannya aku bisa hidup lebih baik dari pada hari itu." Sambung Lia masih memegang hingkai foto miliknya.


Dan mengusap-usap bingkai tersebut dengan air mata yang masih menetes. Bohong jika ia tak merasa terbebani saat ini.


Ia menikah tanpa ada pasangannya dan kini ia harus mengandung dari pria itu. Bahkan hingga kini pun ia masih belum memiliki perasaan yang lebih kepada pria yang kerap kali membuatnya puas akan permainan ranjangnya.


Seakan terbangun dari lamunannya, ia pun menepis fikiran itu dari kepalanya. Dan segera membuka pintu kamarnya, tat kala suara Sari memgembalikannya ke dunia nyata yang harus ia hadapi seorang diri.


"Nyonyah. Nyah. Sarapan sudah siap. Mari turun dan sarapan dulu." Ucap Sari dan segera disusul Lia yang membukakan pinyu kamarnya.

__ADS_1


"Iya, Sar. Ini saya sudah mau turun." Ucap Lia yang telah berpakaian rapih.


"Sari yang berapa kali melihat majikannya itu pun hanya diam, menatap penuh takjub kepada wanita yang bahkan lebih bening dari mutiara.


"Kenapa, Sar? Kenapa melihat saya seperti itu?" Tanya Lia yang merasa canggung karena ditatap seperti itu sedari tadi.


"Ah. Maaf, nyah. Saya hanya terpukau oleh anda. Anda cantik sekali sih. Saya jadi senang melihatnya." Jawab Sari sekenanya.


"Apaan sih kamu, Sar. Kamu juga cantik kok. Semua wanita itu pada dasarnya cantik. Hanya saja, kebanyakan wanita malas lah yang membuat mereka jadi kurang menarik. Jadi, kamu harus jadi wanita yang rajin merawat diri ya." Timpal Lia dengan senyuman yang mengambang.


"Kalau saya ya nggak ada waktu, nyah. Boro-boro untuk merawat diri. Bisa tidur nyenyak aja saya sudah bersyukur. Hehehe." Ucap Sari dengan cengengesan.


Membuat Lia sadar jika dia masih beruntung. Bisa bangun lebih siang dan tak perlu repot-repot melakukan hal-hal berat lainnya.


"Kalau gitu, kapan-kapan kita jalan-jalan ya. Maukan?" Ucap Lia dan di jawab anggukan dan senyum bahagia dari Sari.


"Iya. Saya.. saya mau sekali, nyah." Ucap Sari dengan perasaan senang yang nampak jelas diraut wajahnya.


"Kalau boleh tau, umur mu berapa Sar?" Tanya Lia yang masih menuruni anak tangga.


"Saya.. masih 20 tahun, nyah." Ucap Sari.


"Kita sepantaran. Saya juga 20 tahun ini. Tapi, maaf sebelumnya. Kenapa kamu jadi ART? Kenapa tidak lanjut kuliah saja?" Tanya Lia penuh penasaran.


"Saya dari keluarga yang kurang mampu, nyah. Jadi saya bekerja di sini untuk membantu keuangan keluarga saya. Maaf, nyah. Saya harus kembali ke dapur karena ada yang harus saya kerjakan lagi. Saya permisi dulu, anda silahkan sarapan terlebih dahulu." Ucap Sari dan segera meninggalkan Lia seorang diri yang menatap heran Sari.


"Apa aku ada salah ngomong ya?" Ucap Lia lirih, sembari menyantap sarapan yang telah tersedia di atas meja makan itu seorang diri.


Bersambung..


-------------》》》》》》》》》》》》》》》-----------


Halo teman-teman semuanya. Maaf sebelumnya jika aku telat update-nya lama. Bukan karena malas. Tapi karena aku sedang revisi dari bab pertama sampai sekarang.


Dan ketika aku semangat lanjut nulis, ternyata kondisiku di kala itu tengah sakit. Jadi aku harus stop bikin bab baru.


Belum lagi aku harus merawat anak ku dan juga suamiku yang turut sakit juga. Pokoknya aku benar-benar kewalahan bulan ini. Huhuhu..😭😭


Sekali lagi ,aku benar-benar minta maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian. 🙏🙏😭😭


Meskipun belum banyak pembaca yang minat dengan novel ku ini, aku benar-benar menghargai kalian yang telah bersedia membacanya meskipun hanya beberapa bab saja.


Terus dukung aku untuk melanjutkan novel ini hingga tamat ya teman-teman. Satu komen dan satu like kalian sangat berharga bagi saya.

__ADS_1


Terimakasih. See you da da bye bye.. 🥰🥰


__ADS_2