Terjerat Cinta Boss Muda

Terjerat Cinta Boss Muda
Kesalah pahaman (2)


__ADS_3

"Ini benar dari mas Leo. Tapi kenapa ada suara nona Cika? Apa yang sedang mereka lakukan?" Ucap Lia dengan perasaan gelisah bercampur amarah.


Lia merasa ada yang mengganjal dengan panggilan barusan. Firasatnya pun berkata demikian.


"Ma-maaf, pak-" Lia hendak menyapa atasannya tersebut, namun sepertinya Feri pun hendak mengatakan sesuatu.


"Maaf-" ucapnya berbarengan dengan apa yang barusan di ucapkan oleh Lia.


"Eh. Bapak dulu." Ujar Lia.


"Tidak. Kamu saja dulu." Sahut Feri dengan semburat semu di pipinya.


'Baru kali ini pak Feri kelihatan menggemaskan.' Batin Lia.


"Ehem. Saya.. saya mau minta maaf atas kebohongan yang selama ini saya lakukan kepada anda, pak. Tapi sebenarnya, saya memiliki alasan kuat hingga saya terbilang nekat melakukan penyamaran ini." Ujar Lia.


"Oiya, bapak sendiri tadi. Sepertinya ada yang ingin bapak sampaikan." Sambung Lia.


Sesaat Feri terdiam sembari menatap langit-langit tempat ia dan Lia menunggu penerbangan selanjutnya.


Menghela nafas, ia kemudian menatap Lia dan mengatakan apa yang ingin ia katakan.


"Maaf. Untuk perkataan saya kemarin. Sepertinya saya sudah keterlaluan." Kata Feri dengan menundukkan kepalanya.


Mendengar perkataan yang baru saja terlontar dari atasannya, Liamerasa senang dan juga sungkan.


Pasalnya, status dirinya sebagai istri dari seorang Leonardo NusaJaya membuatnya seperti orang cukup terpandang.


Bahkan hingga membuat atasannnya, menundukkan kepalanya sembari mengatakan perkataan yanh seharusnya tidak ia katakan sebagai seorang penerus perusahaan.


"Bapak tidak perlu sampai seperti ini. Saya sendiri yang memiliki pemikiran untuk menjadi sebagian dari perusahaan Cakramulia." Ucap Lia.


"Jika boleh tahu, apa yang melatar belakangi anda hingga melakukan hal ini? Seharusnya anda memiliki alasan walaupun hanya satu." Kata Feri.


Mendengar Feri berkata sedikit formal kepadanya, membuat Lia semakin tak enak hati.


"Maaf, pak. Jika boleh, tolong jangan terlalu formal kepada saya. Saya masih berstatus bawahan anda." Ujar Lia dengan sopan.


"Tapi, andakan istri dari tuan mida Leo. Tentu saja saya harus berusaha menjaga etika saya kepda anda." Ucapnya.


Lia tak tahan dengan perlakuan Feri kepadanya yang membuatnya semakin tak enak hati. Hingga akhirnya ia buka suara perihal jati dirinya.


Namun apa yang ingin ia sampaikan tak sesuai dengan keinginannya. Terutama saat ia teringat suara seperti ******* sekretaris pribadi suaminya, dari balik panggilan tadi.


"Maaf, pak. Apakah saya boleh minta tolong, pak?" Ucap Lia.

__ADS_1


"Iya. Ada apa?" Jawab Feri.


***


Disebuah restaurant yang cukup ternama di kota tersebut, nampak Leo, Cika dan juga beberapa orang pria dengan pakaian formal tengah berkumpul.


Hari setelah pertengkaran kecil antara dirinya dengan Lia, membuatnya merasa seperti tak ada harga dirinya lagi.


Cika yang melihat itu pun mengambil kesempatan emas ini. Dengan perlahan ia menyentuh bahu sang tuan muda.


Membuat Leo menoleh kearahnya, dan menatapnya dalam diam. Bahkna tatapannya tersebut mempu membuat Cika seakan tak dapat merasakan denyut jantungnya lagi.


"Bukankah katamu tadi ada pekerjaan yang menanti? Kenapa sekarang kamu diam saja?!" Hardik Leo. Membuat Cika kembali tersadar akan lamunannya.


"Ah iya, tuan muda. Kita akan mengadakan meeting di tempat ini." Ucapnya dan menuju lokasi tersebut.


Disebuah restaurant yang cukup ternama di kota tersebut, ternyata kehadiran Leo dan Cika telah di nantikan oleh banyak pihak.


"Akhirnya datang juga. Kami sudah cukup lama menunggu anda, tuan muda." Ujar seorang pria.


Ketika meeting yang penuh dengan persikukuhan dengan pihak lain yang di anggap tidak kongkret dalam pembanguna hotel tersebut, Leo tak segan-segan dengan pendapatnya.


Entah itu dari pihaknya sendiri, maupun dari pihak lawan. Namun dengan beringas dan tanpa ampun, Leo memenangkan meeting tersebut seolah itu hanyalah hal kecil yang pastinya dapat dengan mudah ia selesaikan.


Itulah mengapa ia disebut sebagai singa, karena jika ia telah turun ke dalam medan perang, ia tak akan menyelesaikannya tanpa memenangkannya.


"Tentu saja. Beliau kan tuan muda Leo. Sudah pasti kita akan menang telak." Sahut beberapa karyawan dari perusahaan NusaJaya, yang memang telah di tetapkan unruk menangani perihal pembangunan hotel di kota B ini.


"Sudah, sudah. Bagaimana kalau kita adakan acara minum-minum, untuk merayakan kemenangan kita." Ujar Cika dengan senyum mautnya yang mampu membuat siapapun yang melihatnya, sudah pasti akan terpincut akan kecantikannya.


"Nona Cika baik sekali. Tentu saja kami tidak akan menolaknya." Seru para karyawan tersebut menyetujui usulan dari Cika.


"Bagaimana, tuan muda? Apakah anda setuju?" Ucap Cika.


"Hm. Terserahlah." Jawab Leo dengan tataoan datarnya.


Yang ia fikirkan kini hanyalah perasaan koskng di hatinya, terlebih dengan apa yang baru saja ia ucapkan kepada sang istri.


'Apa saya berlebihan?' Batinnya, saat ia teringat dengan ucapannya pada sang istri kemarin.


Merasa bersalah, Leo memutuskan untuk menghubungi Lia guna menanyakan kondisinya saat ini.


Mengambil ponselnya, Leo berharap panggilannya akan segera di angkat oleh Lia.


Panggilan tersebut teralihkan, yang menandakan bahwa sang pemilik nama dalam panggilan tersebut tengah menon-aktifkan ponselnya.

__ADS_1


'Hm? Mungkin dia sedang tidur.' Batin Leo tepat saat ia melihat jam tangannya, telah menunjukkan pukul 5 sore.


Berfikir sesaat, ia merasa apa yang sebaiknya ia lakukan sebagai seorang suami kepada istrinya. Terutama dengan kondisinya yang tengah mengandung benih cinta darinya.


Merasa frustrasi dengan pikirannya sendiri, Leo pun hanya diam dengan pandangan datar. Membuat semua orang di ruangan tersebut bergidik ngeri, terutama saat aura gelap menyelimuti sang tuan muda.


'Tuan muda Leo kenapa diam saja? Apa dia memikirkan wanita itu? Sebenarnya apa hubungan di antara mereka berdua?' Batin Cika.


Namun terbesit dalam benaknya untuk melancarkan aksinya, guna mendapatkan hati sang pria idaman.


Tanpa disadari semua orang, diam-diam Cika tengah memasukkan bungkusan ramuan kedalam minuman Leo.


Dengan sigap ia bergerak cepat, namun tetap berusaha senatural mungkin agar tidak ada yang mencurigainya.


"Tuan muda, silahkan diminum. Ini atas keberhasilan anda." Ujar Cika yang di balas sorak sorai oleh karyawan lainnya.


Suasana nampak ramai, terutama ketika Leo menenggak minuman tersebut dalam sekali teguk. Membuat Cika semakin terpikat olehnya.


Suasana kala itu sungguh meriah dengan para karyawan yang turut meramaikan hal tersebut. Hingga pengaruh obat yang berada dalam minuman Leo mulai bereaksi.


Membuatnya hilang kesadaran dan pandangan terakhir yang ia lihat adalah, Cika yang menaruh wajah terkejut dan khawatir.


***


Leo terbangun dengan kepala yang terasa sperti berputar-putar. Ia mendapati dirinya di dalam kamar hotelnya, tepat disebelahnya Cika yang tertidur pulas di sebelahnya.


Membelalakan kedua matanya, Leo segera bangkit dan mengenakan kemejanya.


'Apa yang terjadi? Bukankah kemarin kita minum-minum setelah acara meeting selesai? Tapi kenapa wanita ini ada disini?' Batin Leo penuh tanya.


Mengerjapkan matanya, Cika melihat sang tuan mida yang menatapnya dengan pandangan mengerikan. Membuatnya bergidik sesaat, namun ia berusaha tetap tenang.


"Apa yang kamu lakukan disini?!"Tanya Leo dingin. Tatapannya tajam dengan raut wajah yang sungguh membuat Cika tak dapat mengatakan apapun.


"Saya.. saya.." Perkataan Cika terputus saat tangannya di cengkeram paksa oleh Leo.


"Jangan berkata apa-apa lagi!! Bereskan barangmu dan keluar dari sini!! Jangan tunjukan wajahmu lagi di hadapan saya!! Dan jangan kembali bekerja mulai hari ini!!" Bentak Leo dengan menyeret Cika keluar dari kamarnya.


BRUKK!!


Suara tubuh Cika yang di hempaskan ke lantai tepat di depan kamarnya.


Namun semuanya terlihat canggung dan juga menegangkan, terutama ketika Lia bersama dengan Feri berada tepat di hadapan Leo.


Atmosfir di sana berubah seketika, tat kala Lia melihat dengan jelas Cika yang keluar dari kamar Leo dalam kondisi setengah tak mengenakan pakaian.

__ADS_1


Bagaimana ini? Apakah Leo melakukan hubungan gelap dengan sekretaris pribadinya?


Bersambung..


__ADS_2