
Setibanya di kantor, Leo di hadapkan oleh beberapa kasus yang cukup membuatnya kesulitan.
"Ada hal penting apa?" Ucapnya kepada sekretaris pribadinya, Cika.
"Begini tuan muda, ini adalah dokumen dari karyawan yang dikirim ke kota C tempo hari. Dan sepertinya mereka menemukan beberapa kendala. " Ucap Cika dengan menyodorkan beberapa tumpukan kertas kepada sang tuan muda dihadapannya.
Dengan sigap, Leo mengamati seluruh isi dari berkas tersebut. Penampilannya yang lebih tegang dari biasanya mampu membuat Cika semakin terpikat.
"Apa anda ingin secangkir kopi, tuan muda?" Tanya Cika, yang kemudian dijawab anggukan oleh Leo.
"Baik, tuan muda. Akan segera saya siapkan." Ucap Cika dengan wajah yang memerah, karena merasa tawarannya di setujui oleh Leo.
Tak berselang lama, kopi buatan Cika pun hadir dihadapan Leo. Aromanya yang semerbak, membuatnya tak sabar untuk menyeruput kopi tersebut.
'Enak juga.' Batin Leo.
Tanpa berkata apapun, Leo terus menyeruput kopi tersebut hingga tanpa ia sadari, kopi dalam gelas tersebut telah kosong.
"Ehem. Ini. Bawa keluar." Kata Leo tanpa memandang wajah Cika.
"Baik, tuan muda." Balas Cika dengan segera ia membawa keluar cangkir tersebut.
Beberapa saat kemudian, Leo pun memberi instruksi kepada karyawan yang berada di kota C untuk mengakhiri perselisihan tersebut.
"Akhiri saja dan kalian kembali kemari." Ucap Leo dalam meeting dadakan secara online, kepada karyawannya yang berada di kota C.
"Tapi kenapa, tuan muda? Bukannya anda sendiri yang meminta kami untuk pergi kemari. Lalu ke apa anda meminta kami kembali?PApa anda bermaksud mempermainkan kami?" Seru seorang karyawan yang merasa seperti di kerjai oleh yuan mudanya sendiri.
Leo yang mendengat hal tersebut tak kunjung menjawab. Entah apa yang difikirkannya. Membuat seluruh karyawan yang berada di kota C merasa putus asa.
Namun jawaban yang di berikan oleh Leo, benar-benar diluar perkiraan mereka semua.
"Tidak. Bukan seperti itu. Saya hanya khawatir jika terjadi apa-apa pada diri kalian. Kerugian di kota C tidak sebanding dengan apa yang akan kalian alami kedepannya disana. Terlebih lagi, masyarakat di sana lebih mementingkan dirinya sendiri ketimbang orang lain. Bisa fatal akibatnya jika kalian terkena masalah terhadap warga sekitar." Jawaban seperti itu benar-benar mbuat seluruh karyawan disana tecengang dan merasa heran.
"Jadi, kami harus bagaiamana sekarang, tuan muda?" Tanya pria itu kembali.
__ADS_1
"Kembali kemari dan kerjaka tugas kalian dengan baik. Itu saja." Ķata Leo.
"Baik, tuan muda. Terimakasih banyak." Ucap seluruh karyawan di balim layar tersebut.
"Baiklah. Meeting saya tutup. Sekian." Ucap Leo dengan dingin dan mengakhiri meeting online tersebut.
Cika yang menyaksikan sendiri tuan midanya bersikap seperti itu, semakin membuatnya tergila-gila akan karisma yang dimilik oleh Leo.
'Ya ampun. Gentle sekali.' Batin Cika yang makin terpedona oleh sang tuan muda.
"Bagaimana persiapan ke kota B? Apakah sudah siap semua?" Tanya Leo kepada Cika yang terus memandangi Leo sedari tadi.
Sontak saja, lamunan Cika buyar seketika. Ia pun merasa gugup karena ketahuan telah mencuri-curi pandang terhadap atasannya sendiri.
"Susah, tuan. Saya telah memesankan tiket peswat untuk pukul 4 sore nanti, tuan." Ujar Cika dengan mengecek kembali data keberangkatan pesawat di layar tablet di genggamannya.
"Yasudah. Sekarang pukul 2. Kita berangkat sekarang saja." Kata Leo dengan melirik jam tangan di pergelangan tangannya.
"Kenapa sekarang, tuan? Bukannya sekarang terlalu cepat?" Tanya Cika.
"Biasanya jam segini jalanan lagi macet-macetnya." Jawab Leo dengan entengnya.
"Hm." Tak banyak bicara, Leo pun hanya berdehem sekali. Disusul kepergian Cika dari ruang pribadinya.
"Dia lagi apa, ya? Sudah rindu lagi." Gumam Leo dengan melihat foto istrinya di bingkai foto miliknya.
***
Pria itu nampak gagah dengan setelan pakaian formal yang melekat pada tubuhnya saat ini. Pandangan setiap mata pun tertuju padanya, saat ia berjalan dengan gagahnya di area bandara tersebut.
Perawakannya yang tinggi serta tatapannya yang dingin, membuat sebagian kaum hawa meliriknya genit.
"Eh, siapa tuh? Ganteng banget." Ucap salah seorang wanita yang berpapasan dengan Leo.
"Iya. Bener. Ganteng banget. Apa dia artis?" Sahut teman di sebelahnya.
__ADS_1
"Nggaklah kalau dia artis. Masa artis nggak ada bodyguardnya." Jawabnya dengan menoleh ke seluruh area bandara tersebut. Tak nampak seorang pun yang terlihat layaknya bodyguard.
Namun hal yang sangat mendominasi adalah, hadirnya seorang wanita yang turut berjalan disebelah pria tersebut.
Wanita yang bahkan tidak kalah cantik dari pada model super star sekalipun. Tubuhnya yang tinggi dan langsing, serta rambut pirang bergelombang dengan model pakaian yang terbilang seksi namun formal, melengkapi penampilannya saat ini.
"Waahh.. mereka pasangan yang sempurna. Iya, benar. Cocok sekali. Seperti sepasang kekasih yang hendak honey moon. Duuhh.. irinya.. kapan ya punya pacar ganteng kaya gitu." Ungkap salah seorang yang tak kalah hebohnya.
"Hahaha. Mimpi aja. Pacar aja belum ada. Mau minta yang ganteng kaya gitu, mau jugalah dia. Hahaha." Sahut temannya dengan nada mengejek kepadanya.
Perkataan demi perkataan terlontar dari mulut beberapa pengunjung bandara tersebut. Leo yang kini tengah menjadi perbincangan banyak orang pun hanya diam, dan enggan untuk meladeni omkng kosong mereka.
'Berisik.' Batinnya yang mulai tak nyaman dengan keadaan sekitarnya.
Sedangkan Cika yang nerupakan sekretaris pribadinya pun, merasa senang sekaligus gugup karena ia di sandingkan oleh tuan mudanya.
Yaa.. meskipun itu hanya sebuah pendapat dari beberapa orang yang melihat mereka berdua.
"Maaf, tuan muda. Apa anda perlu di panggilakan bodyguard, agar anda lebih leluasa?" Kata Cika dengan mencondongkan tubuhnya menghadap sang tuan mudanya.
"Tidak perlu. Sebentar lagi kita berangkat." Ujar Leo dengan mengecek jam tangannya sekali lagi, yang telah menunjukkan pukul 4 kurang.
Tanpa Leo sadari, tubuhnya lebih condong karena melihat jam tangannya, sehingga dari kejauhan nampak Leo dengan Cika seperti seapasang kekasih yang terlihat sangat serasi.
Dan tak jauh dari sana, seorang paparazi yang melihat kesempatan itupun turun tangan.
"Ramai sekali. Memangnya siapa yang datang?" Gumam pria misterius itu.
Dan saat ia melihat siapa di depannya itu, dengan senyum licik di bibirnya, pria itu pun dengan lihainya ia mendapatkan foto kebersamaan Leo dengan Cika.
"Menang banyak, nih. Skandal percintaan tuan muda Leonardo NusaJaya dengan wanita cantik. Hahaha. Lumayan bayarannya." Ucapnya dengan terus mengambil foto tersebut.
Sebuah foto yang terlihat seakan Cika tengah berjalan dekat sekali dengan sang tuan muda, guna memberi konsumsi pada publik, paparazi itupun memberikan jurus mautnya untuk menyebarkan beritanya.
Semoga saja hal tersebut tidak menjadi salah pahan di antara Leo dan Lia.
__ADS_1
Bagaimana perasaan Lia bila mengetahui berita seperi itu, ya?
Bersambung..