Terjerat Cinta Boss Muda

Terjerat Cinta Boss Muda
Morning Kiss


__ADS_3

***Hallo semuanya....jangan lupa ya untuk like, komen dan votenya untuk dukung author biar selalu semangaattttt. Terima kasih untuk kalian semua yang masih setia dengan kisah Revan dan Sierra 😊.


Happy Reading***...........


Sierra terbangun dari tidurnya karena sinar matahari yang begitu menyilaukannya. Sierra pun mengerjapkan matanya. Berusaha membuka kedua matanya itu secara perlahan.


Jika dilihat dari posisi matahari yang saat ini sudah cukup tinggi, maka bisa dipastikan bahwa sekarang bukanlah pagi hari lagi tetapi sudah siang hari.


Sierra yang menyadari itupun pun berniat langsung bangun dari tidurnya itu. Sierra benar-benar tidak menyangka bahwa Ia bisa kesiangan diwaktu yang penting seperti ini.


Namun tindakan Sierra terhenti ketika Ia menyadari bahwa saat ini dirinya sudah berada didalam pelukan seorang lelaki. Bahkan sierra pun bisa merasakan hembusan nafas dari lelaki itu yang berada begitu dekat dengannya itu.


Sierra pun mengangkat kepalanya perlahan hingga akhirnya sosok tampan Revan yang masih tertidur pulas pun terlihat begitu jelas olehnya.


Sierra yang panik langsung menahan nafasnya dan memejamkan matanya kembali. Sungguh kenapa hal ini bisa terjadi? Mengapa Sierra bisa berada dalam pelukan Revan seperti ini?.


Apakah memang benar Sierra yang mendekati Revan tanpa sadar?. Sierra pun berusaha mengingat-ngingat apa yang sebenarnya terjadi saat malam hari tadi.


"Apa kamu tidak ingin bangun dari pelukan saya Sierra? Kamu ingin terus seperti ini sepanjang hari?". Ucap Revan yang menyadarkan Sierra.


Sierra pun segera menjauh dari Revan. Sierra langsung bangun dari tidurnya itu dan memilih duduk di pinggiran ranjang yang berukuran king size itu. Sierra merasa sangat malu untuk menghadapi Revan saat ini.


"Akhirnya kamu sadar juga kan siapa yang melanggar batasan itu Sierra? Dan siapa juga mendekat kepadaku?". Revan masih saja memejamkan matanya.


Sierra menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia benar-benar bingung dengan apa yang harus dilakukannya saat ini. Karena nyatanya memang Sierra lah yang melanggar batasan yang dibuat olehnya sendiri.


Dan Sierra pula yang mendekat kearah Revan tanpa sadar hingga ia pun berakhir didalam pelukan hangat Revan. Namun haruskan Sierra mengakui kekalahannya itu?.


"Revan seperti kita sudah terlambat. Bagaimana jika kamu langsung bangun dan bersiap-siap?". Sierra berusaha mengalihkan pembicaraan.


Revan pun akhirnya membuka kedua matanya. Lalu Revan menatap Sierra dengan lekat.


"Jangan mengalihkan pembicaraan Sierra. Apa kamu tidak ingin mengakui kesalahanmu dan lari begitu saja?".


"Tidak Revan. Mana mungkin aku seperti itu. Aku mengakui bahwa ini memang salahku". Sierra memberanikan diri untuk menatap Revan.


Revan pun tersenyum. Senyum penuh arti seperti yang biasa dilakukannya. Dan Sierra yang melihatnya mulai merasa gugup dan tegang.

__ADS_1


"Sierra sini". Panggil Revan dengan lembut.


Perlahan Sierra pun mendekat kearah Revan kembali. Walaupun tetap saja Sierra memberikan sedikit jarak diantara mereka.


"Apakah tidurmu nyenyak semalam? Kamu nyaman tidur didalam pelukan saya seperti itu?". Kini tangan Revan mulai memainkan rambut Sierra seperti biasanya.


"Sungguh aku benar-benar tidak sadar jika sudah melewati batas itu Revan. Aku tidak sengaja melakukannya". Sierra menjelaskan.


"Kalo sengaja juga tidak apa-apa. Saya tidak mempermasalahkannya".


Sierra menghembuskan nafas lega. Ternyata Revan tidaklah seburuk yang dipikirkannya. Revan tidak mengambil keuntungan dari kesalahan Sierra seperti biasanya. Setidaknya Revan masih memiliki sedikit hati nurani dengan tidak terus menerus mempermainkannya.


"Terima kasih Revan". Sierra tersenyum tulus.


"Terima kasih? Hahaha memangnya kamu pikir saya akan melepaskanmu begitu saja? Kamu tetap harus mendapatkan hukuman Sierra".


Sierra memutar bola matanya. Baru saja Sierra berpikir yang baik tentang Revan tapi ternyata pikirannya itu salah. Jika dari dasarnya menyebalkan maka tetaplah akan terus menyebalkan.


"Dan hukumanmu akan dua kali lipat karena kamu sudah melakukan kesalahan lainnya. Kamu sudah melakukan sesuatu yang sangat tidak saya sukai itu".


Kali ini wajah Revan mulai serius. Bahkan terdengar adanya ketegasan dari kata-katanya. Dan tangan Revan juga sudah tidak memainkan rambut Sierra seperti sebelumnya.


"Maafkan aku Revan. Aku akan menerima apapun hukuman darimu". Ucap Sierra dengan pasrah.


"Apapun? Apakah kamu serius?".


Sierra mengganggukan kepalanya. Walaupun hatinya ingin berkata tidak tetapi dalam kenyataannya ia tidak bisa melakukan hal itu. Karena bagaimanapun juga Sierra adalah kekasih Revan saat ini, sehingga Sierra bertugas untuk menyenangkan hatinya. Walaupun itu hanyalah kekasih sementara.


"Iya Revan".


Revan tersenyum kembali. Rasa kesalnya seperti hilang begitu saja. Dan Sierra pun harus bersiap-siap dengan berbagai permintaan konyol Revan yang pasti akan diluar dari nalarnya.


"Baiklah. Kalo begitu kamu harus menciumku disini". Revan menunjuk pipi kanannya.


Sierra membulatkan matanya. Walaupun Sierra tau bahwa Revan akan meminta sesuatu yang aneh-aneh darinya tetapi untuk mencium seperti itu tidak pernah terfikirkan oleh Sierra. Karena biasanya permintaan Revan itu hanya sebatas kata-kata saja dan tidak melalui tindakan seperti sekarang ini.


"Kenapa? Tidak mau?". Tanya Revan dengan ketus.

__ADS_1


Sierra mengelengkan kepalanya. Bagaimanapun juga Sierra sudah berjanji kepada Revan bahwa ia akan melakukan apapun yang diinginkan Revan maka Sierra harus menangung akibat dari perkataannya itu.


Sierra yang harus menuruti kemauan Revan walaupun tentu saja itu akan sangat berat untuknya. Bahkan menjadi beban bagi Sierra.


"Aku akan melakukannya Revan".


"Bagus. Ayo cepat sini". Revan menunjuk pipi kanannya kembali.


Sierra menarik nafas yang dalam. Lalu perlahan Sierra mendekat kearah pipi kanan Revan dan mencium pipi itu dengan cepat.


Namun disaat Sierra melepaskan ciumannya, Revan langsung memegang wajah sierra dengan kedua tangannya. Lalu Revan medekatkan wajahnya kearah Sierra dan mencium bibir Sierra dengan lembut.


Sierra berusaha menolak ciuman itu. Berusaha menjauh dari Revan. Namun karena tenaga Revan lebih kuat darinya maka usaha Sierra pun hanyalah sia-sia. Revan malah semakin memperdalam ciumannya yang membuat Sierra mau tidak mau harus menerimanya.


Perlahan Bibir Sierra pun mulai mengikuti gerakan bibir Revan itu. Sierra mulai membuka mulutnya dan membiarkan lidah Revan bermain-main didalamnya. Bahkan tangan Sierra kini mulai berada dipundak Revan yang membuat Revan semakin dalam melumati bibirnya.


Tindakan revan pun tidak hanya sampai situ saja. Walaupum bibir Revan sibuk menciumi bibir Sierra tetapi tangan Revan juga perlahan mulai menyentuh tubuh Sierra. Menyentuh setiap bagiannya hingga berakhir dibagian sensitivenya.


Sierra yang menyadarinya pun berusaha melepaskan tangan itu namun tetap saja kekuatan Sierra tidaklah sebanding dengan Revan. Revan yang malah mulai meremas buah dadanya itu yang membuat Sierra merasakan sensi luar biasa yang tidak pernah dirasakan olehnya selama ini.


Sierra tau bahwa tindakan Revan saat ini salah. Sierra harus segera menghentikan semuanya sebelum sesuatu yang lebih buruk terjadi. Tetapi entah mengapa otak sierra seperti tidak bisa bekerja begitu saja.


Sierra seperti tidak bisa menolaknya dan malah menerima setiap perlakuan lembut Revan begitu saja. Apa yang sebenarnya merasuki Sierra saat ini? Mengapa Sierra tidak bisa menggunakan logikanya seperti biasanya?.


Namun disaat Sierra mulai terhanyut dengan berbagai tindakan Revan itu, suara ketukan pintu kamar pun mulai terdengar. Bahkan suara Vino yang memanggil-manggil nama Revan sudah memenuhi kamar itu yang membuat Revan mau tidak mau melepaskan ciumannya begitu saja.


Revan pun melirik kearah Sierra sejenak. Sierra yang sudah menundukan wajahnya dengan pipi yang merah bagaikan tomat. Sungguh Sierra benar- benar merasa malu. Ingin rasanya Sierra langsung kabur begitu saja dan tidak pernah bertemu dengan Revan selamanya.


"Kamu jangan berniat kabur dari saya. Karena saya tidak akan melepaskan kamu begitu saja Sierra". Ucap Revan yang seakan bisa membaca pikiran Sierra begitu saja.


Revan pun mulai berjalan kearah pintu kamarnya itu. Namun sebelum Revan benar-benar jauh, Revan menatap Sierra kembali. Untuk kesekian kalinya Sierra hanya menundukan wajahnya seperti sebelumnya.


"Itu namanya morning kiss. Jadi jika kamu melakukan kesalahan double seperti tadi maka bersiaplah untuk mendapatkan hukuman yang seperti itu. Bahkan mungkin bisa lebih jika tidak ada yang mengganggu kegiatan kita seperti sekarang ini".


Revan tersenyum nakal dan melanjutkan langkahnya kembali untuk menghampiri Vino yang sedari tadi berisik memanggil-manggil nama Revan.


Sierra yang melihat kepergian Revan pun langung memukul-mukul kepalanya.

__ADS_1


"Bodoh. Benar-benar bodoh. Mengapa kamu membiarkannya begitu saja Sierra? Mengapa kamu malah menikmatinya? Kenapa kamu tidak menolak dan menghindar?. Walaupun ciuman itu terasa begitu lembut tapi tetap saja salah. Bagaimana jika Vino tidak datang dan menyadarkan mereka seperti tadi? Aku pasti akan dimakan habis oleh Revan. Astaga aku benar-benar seperti wanita murahan". Sierra mencaci maki dirinya sendiri yang tidak bisa menahan godaan begitu saja.


\*\*\*\*\*\*


__ADS_2