Terjerat Cinta Boss Muda

Terjerat Cinta Boss Muda
Bendera Perang


__ADS_3

Saat ini Revan dan Sierra sudah berada didalam kamar hotel dengan Vino yang membawa berbagai dokumen ditangannya.


Revan pun menatap Vino tajam. Sungguh ia benar-benar kesal dengan Vino yang menghancurkan acara kecannya begitu saja.


Padahal sebelumnya Revan sudah menyusun berbagai rencana untuk kegiatan kencan mereka. Bahkan Revan sudah mereservasi restoran romantis yang ada di kota ini untuk memberikan kejutan kepada Sierra.


Namun karena kebodohan Vino yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya, maka semua rencana Revan pun menjadi gagal. Revan terpaksa harus membatalkan semua rencananya dan kembali ke hotel seperti sekarang ini.


Revan yang tidak bisa menyembunyikan kekesalannya pun langsung memberikan aura yang dingin.


"Sebaiknya kamu cepat katakan hal penting apa yang harus kamu bicarakan denganku sebelum aku mengeluarkan semua emosiku". Ucap Revan ketus.


Vino langsung memberikan beberapa lembar dokumen kepada Revan dan Revan pun segera mengambil dokumen itu lalu membacanya.


"Perusahaan JW group memberikan syarat kerjasama dengan nona Sierra yang harus bertanggung jawab atas jalannya proyek ini. Dan nona Sierra juga harus ikut terlibat dalam pelaksanaan proyek dari awal hingga akhir". Vino menjelaskan.


Revan mengerutkan keningnya. Ini pasti salah satu cara Leon agar Leon bisa mendekati Sierra dengan melibatkan Sierra dalam pelaksanaan proyek ini.


Karena dengan Sierra menjadi penanggung jawab atas berjalannya proyek ini, maka otomatis Sierra akan berhubungan langsung dengan Leon dan akan selalu bertemu denganya.


Sungguh tidak pernah terpikirkan oleh Revan bahwa Leon akan menggunakan cara licik seperti ini agar bisa bersama dengan Sierra.


"Batalkan saja kerjasamanya. Kita tidak butuh kerjasama dengan perusahaan JW group". Revan melempar dokumen yang dipegang olehnya.


"Tapi jika kita membatalkan kerjasamanya maka kita harus membayar pinalti sebesar 20 persen dari total kerjasama ini direktur. Dan itu pasti akan sangat merugikan perusahaan".


Revan menghembuskan nafas panjang. Leon benar-benar rubah licik. Ternyata Dia sudah mempersiapkan semuanya agar Sierra bisa berada disisinya. Dan Revan tidak pernah menyangka bahwa Leon akan berani menantangnya dan mengajukan bendera perang padanya.


Revan pun memaki dirinya sendiri yang bisa menyetujui kerjasama itu dengan mudah tanpa memikirkan niat lain dari Leon. Revan yang sudah terlalu lengah dan meremehkan Leon yang bisa langsung menghabisinya secara perlahan.


"Baiklah. Turuti saja persyaratannya. Lagipula aku tidak perlu khawatir karena aku akan selalu bersama dengan Sierra dalam menjalankan proyek itu".


"Tapi direktur Revan nyonya Farida juga sudah kembali dari luar negeri dan meminta anda untuk segera pulang besok karena sesuatu yang ingin disampaikannya".

__ADS_1


Revan memijat keningnya sejenak. Mengapa kedua masalah ini harus datang diwaktu yang bersamaan? Mengapa ibunya harus pulang begitu cepat dan menyusahkannya?.


Disatu sisi Revan tidak ingin meninggalkan Sierra sendiri bersama lelaki srigala itu. Tapi disisi lain, jika Revan tidak menuruti keinginan ibunya maka bisa dipastikan bahwa ibunya akan mengacak-ngacak perusahaan dan baru akan berhenti ketika Revan sudah kembali kesana.


"Katakan pada mamah bahwa aku belum bisa pulang besok. Masih banyak pekerjaan yang harus aku urus disini".


"Saya sudah mengatakannya direktur tapi nyonya Farida tetap bersikeras untuk menyuruh anda pulang besok. Jika anda tidak pulang besok, maka nyonya tidak akan segan untuk membuat keributan diperusahaan".


Revan memejamkan matanya sejenak. Sungguh situasi saat ini benar-benar memusingkannya. Revan tidak bisa membuat pilihan karena kedua pilihan itu benar-benar sangat menyukitkannya.


"Maaf direktur Revan jika aku memotong pembicaraan kalian. Tapi bolehkan aku bicara berdua saja denganm?". Kali ini suara Sierra mulai terdengar.


Revan pun membuka matanya kembali dan melihat Sierra kini sudah berada tepat didepannya.


"Baiklah sini Sierra. Dan kamu bisa keluar dulu Vino". Revan memberikan perintah. Vino pun langsung membungkukan tubuhnya dan berjalan pergi dari kamar itu.


Revan pun menatap Sierra yang kini sudah berada disampingnya.


"Begini Revan sebelumnya aku minta maaf karena aku sudah tidak sopan mendengarkan perbincangan kalian. Tapi aku tidak mau jika kamu membatalkan kerjasama itu hanya karenaku Revan. Aku sudah besar, aku bisa menjaga diriku sendiri dari Leon jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkannya".


Revan menarik nafas yang dalam. Ia tidak bisa memberikan tanggapan apapun. Karena bagi Revan tetap saja sangat sulit baginya untuk menyerahkan Sierra begitu saja ketangan Leon yang jelas-jelas sudah mempunyai maksud lain.


"Dan masalah ibumu yang menyuruh kamu untuk pulang besok, kamu turutilah keinginannya. Besok kamu pulanglah dengan Vino dan biar aku yang menyelesaikan proyek disini. Aku berjanji aku tidak akan membiarkan Leon mendekatiku bahkan menyentuhku". Sierra melanjutkan kata-katanya.


Revan pun mengengam tangan Sierra. Lalu Revan menciumi tangan itu seakan tidak ingin menjauh walaupun hanya sebentar saja.


"Tapi hati saya tidak akan tenang Sierra. Saya pasti akan kepikiran kamu terus. Walaupun kamu bilang bisa menjaga diri tapi tetap saja saya khawatir. Karena kamu terlalu polos dan kamu tidak tahu bagaimana Leon yang sebenarnya. Saya takut kamu akan masuk dalam perangkapnya".


"Revan percayalah padaku. Aku tidak akan tergoda dengan Leon. Aku disini hanya untuk bekerja saja bukan untuk yang lain. Aku tidak akan memberikan kesempatan Leon bersamaku".


Revan terdiam. Ia masih saja tidak setuju dengan pendapat Sierra. Hati Revan benar-benar takut jika harus meninggalkan Sierra seorang diri.


Takut jika Sierra akan tergoda dengan Leon. Takut jika Sierra akan menerima kehadiran Leon. Dan takut jika Sierra pergi meninggalkannya. Karena Revan tahu bahwa Leon adalah lelaki yang jauh lebih baik dari dirinya.

__ADS_1


"Revan ayolah dengarkan aku. Ini semua demi kebaikan semua orang. Tolong kamu jangan egois. Aku benar-benar bisa menjaga diriku. Ya..ya..ya..". Sierra mulai merajuk sambil menggoyangkan tangan Revan.


Revan pun menatap Sierra. Lalu Revan mengelus rambut Sierrra dengan lembut. Sepertinya ia harus memberikan kesempatan kepada Sierra untuk bisa mempercayainya.


Karena bagaimana pun juga apa yang dikatakan Sierra benar. Mau tidak mau Revan harus mengambil keputusan itu demi kebaikan bersama. Dan Revan harus membuang jauh-jauh keegoisannya sejenak untuk keuntungan semuanya.


"Huh baiklah saya akan mengikuti perkataanmu. Tapi berjanjilah kalo kamu tidak akan memberikan kesempatan untuk Leon mendekatimu. Dan setelah dokumen-dokumen kerjsama ini selesai kamu harus langsung pulang". Ucap Revan dengan berat hati.


Sierra pun tersenyum. Lalu mengangukan kepalanya. "Iya aku mengerti".


"Dan satu hal lagi. Kamu harus menghubungiku sehari minimal 5 kali dan selalu memberikan kabar. Jangn sampai membuatku khawatir".


Sierra mengangukan kepalanya lagi. "Iya aku mengerti".


Revan pun menghembuskan nafas panjang dan langsung memeluk Sierra dengan erat. Hatinya terasa benar-benar berat untuk meninggalkan Sierra seorang diri disini.


Jika Revan tahu akan berakhir seperti ini maka Revan tidak akan pernah meminta Sierra untuk datang ketempat ini dan bertemu dengan Leon. Revan tidak akan pernah melibatkan Sierra dalam kerjasama ini dan membuat Leon tertarik dengannya.


Ini semua memanglah salah Revan dari awal sudah membuat pertemuan Sierra dengan Leon yang seharusnya tidak terjadi tapi malah terjadi.


"Ingat Sierra kamu adalah milik saya. Milik saya sepenuhnya. Tidak ada orang lain yang bisa mengambil dirimu dari saya".


"Tenang saja Revan. Aku tidak akan pernah pergi kepelukan lelaki manapun. Aku adalah kekasihmu".


Revan pun semakin mempererat pelukannya. Sungguh Revan tidak akan pernah lupa dengan apa yang sudah Leon lakukan saat ini.


Revan pasti akan membalas dendam dan membuat Leon menyesal karena sudah berani memberikan bendera perang padanya. Revan akan menunjukan dirinya yang sebenarnya dan membuat Leon kapok karena sudah berani menantangnya.


Revan akan menghabisi Leon sampai keakar-akarnya dan akan membuat Leon membayar harga yang pantas dengan apa yang sudah dilakukannya. Revan akan menghancurkan Leon dan membuat Leon bertekuk lutut padanya.


"Lihat saja Leon apa yang akan aku lakukan nanti padamu. Aku pasti akan membuatmu menelan kekalahan dari perang yang sudah kamu buat ini. Kamu pasti akan menyesalinya karena berani menggangu dan mengusik sesuatu yang sudah kumiliki". Ucap Revan dengan rasa penuh dendam.


\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2