Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
12. Sad boy


__ADS_3

Riska sudah mengepalkan tangannya, sepertinya Alga akan memilih pekerjaannya mengingat duit Alga yang tidak seberapa itu. Banyakan juga duit milik Elang dari pada milik Alga, andai jika bukan gara-gara balas dendam ke Salma yang kebetulan ternyata kekasihnya ini berkerja di rumah Salma, kalau enggak ya gak bakalan ada korban.


Salah sendiri punya wajah tampan dan di senangi banyak orang, moga-moga saja rencananya berhasil di tangan Alga tanpa ia harus turun sendiri, setidaknya nanti jika ada apa-apa ia tidak tersangkut-sangkut.


"Sayang, maaf ya. Nanti aku gak bisa jemput dan mengantar kamu pulang lagi mulai sekarang, maaf ya." Sambil mengusap pipi Riska.


Salma yang berada di belakang mereka cuma jadi nyamuk pengganggu saja yang bakalan di tepuk kedua orang di depannya itu.


Sesampainya di kampus, Salma turun lebih dahulu dan segera menuju kelasnya. Sedangkan dua sejoli tadi entah melakukan apa, sepertinya melakukan yang biasanya di lakukan sepasang kekasih yaitu melepas dan mengantarnya sambil berpegangan tangan.


Banyak orang yang terkagum-kagum dengan ketampanan Alga di tambah lagi ada lesung pipit di pipi kanannya serta senyum manis yang mengembang di kedua sudut bibirnya, sudah di pastikan daya pikat bertambah 100 persen dari sebelumnya.


"Salma, nanti gue bolehkan main di rumah lo?" tanya Agam pada Salma yang baru saja datang ke kelasnya menuju bangku tempat ia menimba ilmu di kampus tersebut.


"..." hanya menatap tanpa ia jawab, hati Agam rasanya mau rontok tidak di tanggapi Salma nyesek pakai banget.

__ADS_1


"Oh ... sakitnya hati aku ini, kenapa kamu diam saja. Apa kamu sakit gigi hari ini?" Agam terus saja melempari percakapan sambil menatap lembut Salma yang hari ini kebetulan sangat berbeda, bukan berbeda lagi ia seperti bidadari yang turun dari langit pagi ini.


"Lagi males, jangan ganggu kenapa!" ketusnya langsung duduk di tempat duduknya sambil membuka buku.


Agam tidak tinggal diam, ia terus saja mendekati gadis dingin ini. Baginya sangat menarik jika bisa terus menerus mengajak Salma bicara meski yah ... nada bicaranya ketus sekali, mungkin sedang pms kali ya.


Alga mengantar sampai depan parkiran saja, ia lalu keluar seperti biasanya menerima cium pipi dari Riska. Dari pada nanti kekasihnya ngambek lagi.


"Alga sayang, harus menepati janji loh ya. Buat dia suka sama kamu lalu kamu tinggalin dia." Sambil menautkan jari kelingking di jari Alga.


"Iya, kamu tenang saja. Akan aku buat dia suka sama aku seperti yang kamu mau sayangku yang paling cantik," mencubit kedua pipi Riska.


Riska melepas pelukannya itu.


"Sayang, tunggu. Bagaimana kalau kita putus dulu, em ... maksudnya kita back street dulu." Alga menyarankan demikian untuk meyakinkan diri.

__ADS_1


Riska tentu dengan senang hati mengiyakan, jika ia di ajak pura-pura putus oleh Alga. Dengan begini bukannya ia akan ada ke bebasan bersama Elang dengan alasan untuk meyakinkan Salma jika dirinya dan Alga sudah putus.


'Yess gak usah banyak alasan lagi ke Elang, setidaknya Elang tidak akan menuntut untuk putus dari Alga lagi demi misi ini.'


"Tapi ...," ia menatap nanar wajah Alga dan pura-pura sedih seperti orang takut kehilangan sang kekasih padahal hatinya kegirangan sendiri, untung Elang beda jurusan dan hari ini jadwalnya tidak sama dengan dirinya.


"Oke saja sayang, aku setuju. Maafkan aku ya, gara-gara aku kita jadi seperti ini, kamu sayangkan pada aku. Jadi lakukan dengan baik ya, setelah ia cinta kamu pokoknya harus putusin dan tinggalin dia oke." Riska melepas genggaman tangan Alga.


"Pasti sayang, semangat ya belajarnya," Alga tersenyum menyemangati Riska.


Alga menjadi sad boy di posisi sekarang ini, ia terlalu lemah dan tunduk akan cinta bahkan sampai dirinyalah sendiri buta dan tidak dapat mengontrol antara yang baik dan benar. Munafik jika orang lain menilai diri Alga, bisa-bisa dirinya luluh hanya karena kebucinan semata.


"Aku masuk kelas dulu ya." Berlari meninggalkan Alga sambil melambaikan tangannya.


"Iya hati-hati," membalas lambaian tangan Riska.

__ADS_1


Alga dalam masa dilema, beberapa hari yang lalu dirinya di tawari kuliah oleh Papanya Salma untuk kuliah satu kampus dengan Salma yang lebih parahnya di suruh satu jurusan dengan Salma, tapi di pikir-pikir ini kesempatan bagus untuknya meski nanti ia akan jadi adik kelas bukan satu angkatan dengan Salma. Tapi jika dirinya kuliah di tempat ini, pasti Riska senang dengan dirinya.


Alga memutuskan tawaran ini dengan matang-matang agar keputusannya tidak salah. Selain itu misi untuk meluluhkan Salma masih berproses, apakah Salma mau atau tidak. Sepertinya dirinya harus pura-pura putus deh dengan Riska demi misi yang terdengar konyol di telinga, di tambah lagi keluarga Salma sangat baik pada dirinya dan juga pada Bapaknya.


__ADS_2