
Sebelum keluar dari Apartemennya Samudra kembali ke kamar dan tanpa sengaja menatap Salma yang sudah tak ada di tempatnya.
"Cepat sekali perginya." Cicitnya pelan.
Tapi pendengarannya menangkap suara halus dari sebuah kamar mandi, seketika kegelisahan Samudra lenyap dan sirna.
"Suaranya indah sekali, hem ... sepertinya aku tidak bisa melepasmu." Samudra keluar dari apartemen dengan senyum yang selalu terbit dan merekah.
Salma yang baru selesai mandi langsung menghabiskan sarapannya, ia tidak berpikir panjang entah makanannya ada racun atau tidak jika sampai dirinya masuk rumah sakit berarti ada apa-apanya.
"Aduh ... rasanya perutku ini, jangan-jangan ada obat pencahar nya. Sialan ... itu Dokter bar-bar bajing* nomor dua sialan aku kutuk kamu."
Bleder
Salma mengerjabkan matanya.
"Kutukan aku nyata kah?" tiba-tiba merasa bersalah pada Samudra.
"Aduh ... perut ku gak tertahan lagi." Buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.
2 sendok makan saja membuat perut ini melilit apalagi sampai bersendok-sendok di pastikan bakalan masuk rumah sakit.
Setelah beberapa kali ke kamar mandi dengan terpaksa Salma keluar dengan kemeja dan celana kedodoran yang ia yakini milik Samudra, ia mau buat perhitungan tapi sebelum itu ia mau beli baju di dekat-dekat sini ia risih mengenakan pakaian orang lain.
__ADS_1
Tanpa Salma sadari ternyata sedari tadi kegiatannya di mata-mata orang lain, siapa lagi jika bukan Riska si ulet bulu yang ingin menghancurkan Salma berkali-kali ia tidak terima jika Salma jadi istrinya Alga, bukankah nanti akan ada cinta yang hadir di hati Alga dan misinya gagal dong menghancurkan Salma dengan tuntas.
"Kena lagi kamu Salma, salah sendiri takdir begitu buruk padamu." Riska pergi usai mendapatkan foto Salma dari apartemen sampai di sebuah toko baju.
Semalam Riska pergi dengan Elang dan ia beruntung saat melihat Salma di gendong laki-laki dan ternyata kamar laki-laki itu bersebelahan dengan milik Elang jadi yah seribu alasan Riska keluarkan selain menuntaskan kebutuhan fisik ia juga mendapatkan keuntungan yaitu berupa informasi yang akan ia ada-adakan di depan Alga nantinya.
Riska sekarang berada di tempat dimana Alga di rawat, hari ini dia boleh pulang tinggal menunggu izin dari Dokter saja baru bisa pulang. Sebagai orang biasa tidak bisa semena-mena keluar masuk rumah sakit dan harus mengikuti peraturan rumah sakit, jika ada apa-apa saat pasien pulang rumah sakit bisa menangani pasiennya kembali. (seperti ini yang emak tau ya teman-teman, jika ada kata yang salah mohon coret-coret di kolom komentar ya)
Di rumah sakit.
"Pak Salma kemana? ko selama aku disini dia gak ada sih pak?" Alga menanyakan pada Arto.
"Itu salah kamu sendiri, bapak memang tidak memberi tau kamu ada di tempat ini!" jawabnya acuh.
"Arto, Alga. Tadi malam Salma kesini loh kata mbok Semi nanyain kamu Alga." Ucapan Arto bak petir menggelegar.
Bleder
Bleder
"Pa ... bapak," Alga bingung menjelaskannya ia menatap Adipati dan Arto bergantian.
Tadi malam dirinya di rawat Riska dan Riska pulang sampai pukul jam jenguk malam habis yang artinya Salma pasti melihat hal ini.
__ADS_1
Belum juga ia gelisah dan kacau suara melengking mengejutkan 3 laki-laki yang berada di ruangan tersebut.
"Alga sayang ...." Dengan nada centil dan menggoda.
"Nih ... aku ada foto istri kamu jalan loh dengan laki-laki lain." Tunjuknya secara terang-terangan di depan Alga, Adipati dan Arto.
Mata mereka membulat, ini foto Salma yang di peluk dan di gendong laki-laki lain dan ada foto terbaru keluar dari apartemen laki-laki itu setelah laki-laki yang berpakaian rapi itu keluar, Salma hanya mengenakan pakaian yang di yakini itu pakaian laki-laki itu. Semua terkena hasutan Riska sebab foto-foto itu jelas nyata jika itu benar-benar Salma termasuk di sebuah toko baju dan ganti baju yang lain.
'Mampus kamu Salma, yakin deh kamu bakalan di kuliti habis-habisan saat sampai rumah dan yang lebih parahnya kamu bakalan di ceraikan oleh Alga. Sakit hati hu ... hu ... hu ..., kasihan kamu.' Riska gembira sekali setelah memberikan foto-foto itu lewat ponselnya.
Ia tidak tinggal diam setelah itu langsung deh mengirimkan foto-foto itu pada Alga dan Arto sebab Riska punya nomor kontak mereka berdua yang tidak punya nomor Adipati Papanya Salma.
"Saya pamit dulu ya pak." Riska pura-pura baik, ia menyalami Arto dan juga Adipati dengan sopan lalu ia hendak menyalami Alga tapi tidak jadi saat Alga raut wajahnya sangat dingin dan bawaannya menakutkan sekali.
"Permisi ... Assalamualaikum." Riska cepat-cepat pergi meninggalkan ruangan horor tersebut.
Di ruangan ini hanya ada keheningan, Arto menatap Adipati lalu menatap putranya yang begitu bodo* sekali.
Salma wajahnya marah namun terpaksa tersenyum, ruangan Dokter Samudra melewati ruangan Alga. Saat belokan ia hendak berjalan namu dari pintu keluar ruang rawat Alga keluarlah sosok menyebalkan yaitu Riska, ia menunggu sampai Riska benar-benar pergi lalu ia akan masuk ke ruangan Alga untuk menanyakan sesuatu kenapa masih ada hubungan dengan Riska sampai sekarang.
*
Komen yuk apa yang terjadi setelah ini.
__ADS_1