Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
60. Agam mulai perhatian, Alga sedikit cemburu


__ADS_3

"Santai bro, jangan marah. Nanti cepat tua loh." Terus saja Elang memprovokasi Alga.


Ia ingin Alga marah sejadi-jadinya jika bisa pasti Riska semakin tidak suka dengan Alga, sudah tidak punya apa-apa sombong pula. Terus apa yang mau di andalkan? wajah ini? ini bukan ajang model dan pencarian bakat jadinya tidak laku sama sekali jika hanya bermodalkan wajah saja.


"Terimakasih sudah di ingatkan, kalau begitu silahkan. Aku mau memanggil orang salon dan akan segera melakukan perawatan, seperti tadi banyak debu yang tiba-tiba menempel tanpa di undang dan aku mau membersihkan kuman-kuman itu," Alga menyambutnya dengan santai sekali.


Kesal sih tapi ia tahan, lagian menanggapi omongan Elang ini bikin tensi orang naik. Sepertinya harus banyak-banyak stok buah dan sayur yang dapat membantu menurunkan kadar kolestrol tinggi yang membandel.


"Oke ... semoga harimu senang." Elang berlalu pergi.


'Sialan Alga, berengse* bajinga* dasar miskin. Miskin saja belagunya bukan main, mentang-mentang mendapatkan Salma. Awas saja aku akan merebut Salma dari kamu, laki-laki miskin yang plin plan.'


Riska tidak suka dengan sikap Elang dan ia ingin protes sekarang.


"Elang, kamu apa-apa sih bicara begitu ke Alga?"


Wah pertanyaan yang tidak di harapkan datang.


"Kamu ini sebenarnya wanitanya siapa? apa kamu lupa dengan ucapan ku tadi hem ...." Elang tersenyum licik dan mencengkram dagu Riska.


Riska sangat kesakitan sekali di perlakuan begini oleh Elang.


"Aku ... tidak lupa Elang, aku mohon jangan siksa aku seperti ini. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi, aku mohon jangan bawa-bawa nama keluarga dan usaha keluarga Elang," Riska memohon.


Elang tersenyum licik.


"Kalau begitu memohonlah di atas ranjang nanti, sudah cukup aku diam selama ini dan kamu mainkan." Menghempaskan cengkraman tadi.


Riska bernafas lega saat Elang melepaskan tangannya dari dagunya, sakit sebab Elang mencengkram dengan kuat.


MALAM HARI

__ADS_1


"Om ... apa benar Salma sudah kembali dan di temukan? bagaimana kabarnya." Agam bertanya-tanya pasalnya kenapa dirinya tidak di beri tau apa dirinya ini tidak penting sama sekali.


Bukannya Adipati dan Papanya kenal baik bahkan terkadang membicarakan bisnis tembakau dan juga teh. Kenapa? apa ada masalah yang sangat serius sekali sampai di rahasia begini, jika tidak berkunjung pasti juga tidak di beri tau oleh Adipati.


"Dia baik-baik saja, tapi penglihatannya dan juga ingatannya ada masalah Agam. Oh ... ya gimana kerjaan kamu? beres."


"Beres ko om, lagian bulan depan bisa buka usaha restoran seafood yang pertama. Tolong ya Om datang sama Salma, apa bisa," Agam bangga tentunya dengan kerja kerasnya itu.


Meski sebagian besar uang yang ia peroleh dari uang jajan pemberian dari papa dan mamanya tapi ia bangga, setidaknya tidak meminta-minta untuk di berikan suntikan dana dari kedua orang tuanya.


"Patut di rayakan dan bersyukur itu, tapi ... sepertinya Salma tidak bisa datang." Adipati pesimis.


"Saya memaklumi itu Om, tapi nanti saya akan datang ke rumah. Apa Salma ada di dalam om?" Agam memastikan jika Salma ada di rumah ini tidak di rumahnya sendiri takut Alga melukai lagi.


Berita heboh itu sempat masuk di beranda Instagram, Twitter dan media sosial lainnya juga. Tapi tidak berselang lama Vidio viral itu hilang saat di scroll kembali beranda yang sempat jadi trending topik beberapa jam saja.


"Ada, tapi tadi ada sedikit masalah sepertinya!" Adipati memijat pelipisnya.


"Masalah apa om, jika boleh tau saya siap om mendengar apa masalah Salma dan sebisa mungkin saya akan membantunya." Agam memastikan.


"Tidak ada, kamu coba ketuk saja pintu kamarnya. Tau kan kamarnya sebelah mana, tapi ingat Agam ... Salma sudah memiliki suami," Adipati tidak perlu bicara seperti ini, boleh saja mengingatkan dan waspada tapi Agam tidak akan senekat itu meski ia akui ada rasa sepesial untuk Salma. Bahkan lebih dari sahabat tentunya.


Selain Agam, Samudra juga di buat pusing dengan hilangnya Salma tanpa kabar. Ia sudah berusaha mencari dia tapi hasilnya selalu saja nol tidak ada perkembangan sedikit saja. Apa sebegitu nekatnya pergi dan kabur gara-gara laki-laki kurang didikan itu. Mau di bilang berpendidikan tinggi juga tidak mungkin meski ia lulusan SMA tapi otaknya nol buat apa coba.


Entah sejak kapan Agam dan Samudra begitu dekat, atau jangan-jangan mereka ada hubungan kekeluargaan tentu saja jawabannya ia.


Samudra kakak sepupu jauh Agam yang dulu sering keluar kota sebab sekolah dan juga neneknya berada di luar kota tapi jadi saudara lumayan jauh sebab jarangnya bertegur sapa karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Di dalam kamar.


Sepasang suami istri saling memunggungi satu sama lain, mereka bergelut dalam pikiran masing-masing. Bukan tidur mereka berada di dalam posisi duduk bersebrangan namun saling memunggungi satu sama lain.

__ADS_1


Alga membalikkan badannya ia ingin sekali memeluk istrinya, tapi ia sangat malu sekali dengan berita tadi. Andai Salma tidak kehilangan ingatan dan matanya masih baik-baik saja pasti sekarang dirinya benar-benar di lepaskan sebagai seorang suami yang tidak berguna dan meresahkan.


"Salma." Panggilnya dengan suara lirih.


Salma tidak bergeming, hatinya terlanjur sakit meski tau jika itu hanya ulah Riska saja untuk menghancurkan rumah tangga yang baru seumur jagung mau panen.


"Salma." Memanggil untuk yang kedua kalinya tapi hasilnya tetap sama Salma tidak mau merespon.


"Maafkan aku Salma." Sambungnya lagi.


Alga mendekati Salma dan memeluk erat tubuh Salma.


Tok


Tok


Tok


"Salma. Apa kamu di dalam?" tanya Agam.


Salma melepas pelukan Alga dan langsung menuju ke sumber suara.


"Iya Agam, tunggu sebentar!" respon dari Salma membuat Agam bahagia.


Meski ada suami tapi suaminya gak berguna buat apa di segani yang harusnya terjadi adalah di tangani dengan baik biar otak dan tingkahnya bener gak melenceng lagi.


Alga merasakan sesak di dada, sepertinya ia benar-benar cemburu jika istrinya ada yang memperhatikan dan memberikan cinta yang begitu besar.


'Sepertinya aku harus memberikan orang lain kesempatan untuk mendapatkan hati Salma, dari pada dengan aku yang bisanya membawa luka dan petaka saja. Bahkan sampai Salma terkena musibah aku juga tidak bisa berbuat apa-apa.'


Agam menatap dari atas ke bawah, Salma baik-baik saja tapi matanya kenapa menatap ke arah lain. Berarti benar saja jika Salma tidak bisa melihat, sampai kapan wanita seperti Salma selalu menderita.

__ADS_1


Sejak kecil tanpa mama dan hanya di besarkan oleh papanya, terus saat beranjak dewasa banyak perempuan sebayanya atau satu tingkat lebih tua atau muda memusuhinya dan membenci keberadaan Salma yang di nilai terlalu mencolok selain cantik, baik, pemberani tidak lemah dan berotak pintar.


Tapi sayangnya pada akhirnya ia terjatuh pada pesona Alga suami yang kurang bersyukur mendapatkan Salma. Padahal di luaran sana Salma di perebutkan dan mereka mengidam-idamkan untuk menjadikan Salma sebagai istri yang patut di sayang dan di jaga.


__ADS_2