Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
55. Lidah tajam


__ADS_3

Pagi hari


Cafe Impian kita


"Kita kenapa duduk di tempat seramai ini Alga?" Salma mendengar banyak yang membicarakan tentang dirinya.


Ada yang memuji kecantikan ada juga yang ngejudge tentang dirinya yang kekurangan di dalam penglihatan.


Tangan kokoh Alga menggenggam dan memberi keyakinan penuh pada Salma.


"Jangan takut dan hawatir Salma, percaya padaku oke." Alga mengusap lembut pipi Salma yang sudah tidak tirus lagi.


2 bulan lebih merubah diri Salma, mungkin karena kecelakaan itu dan juga pengaruh obat-obatan yang ia konsumsi.


"Sakit tau, siapa tau. Lagian kamu kenapa sih pacaran dengan dia jika sudah menikah dengan aku, kamu ada dendam ya sama aku?" kesal sekali tapi mau bagaimana lagi harus tahan.


"Aku gak ada hubungan apa-apa dengannya sumpah, nanti saat ia datang kamu tau kan apa yang harus kamu perbuat." Alga ini bagaimana sih.


Belum apa-apa saja sudah menjadikannya bahan taruhan, apa dia pikir tubuh ini bisa melawan sekarang. Tapi ... jika ini kemauannya maka tidak sungkan lagi melakukannya.


Riska datang dengan senang hati, awalnya bahagia namun wajahnya mendadak suram saat di samping Alga ada wanita berambut pendek, siap lagi jika bukan Salma.


"Heh ... pelakor."


Tidak ada angin dan hujan memulai pertengkaran dengan Salma.


"Riska, jaga mulut kamu ya," Alga membela Salma.


"Oh ... jadi kamu lebih membela dia ya ... dari pada aku begitu?" Riska berbicara dengan lantang dan bernada tinggi.


Tuhkan gagal jadinya, kenapa sih Alga bersikukuh banget ngajak ketemuan di tempat ini, si ulet bulu buat ulah kan jadinya.


'Pasti jadi pusat perhatian nih tempat duduk.'


Salma hanya bisa tersenyum dan menajamkan pendengarannya, banyak yang membicarakan dirinya.


Riska tanpa sengaja menatap tongkat penunjuk jalan milik Salma, dalam batinnya ia tersenyum licik.


"Ya ... begitulah jika jadi pelakor, perebut laki orang jadi kena karma. Makanya jadi wanita itu jangan murah-murah kenapa, dasar pelakor ... buta." Melempar tongkatnya di samping Salma.


Tak terasa mata Salma mulai memerah dan hendak menangis, ia tidak bisa membalas dendam pada Riska secara langsung. Di tambah lagi Alga tidak membela dirinya dan hanya diam mendengar Riska menghinanya seperti ini.


"Hey ... orang-orang yang berada disini, jangan jadi wanita kayak ini nih. Jika kalian jadi pelakor nih ... lihat tuh, wanita murahan ini kena karma dan kehilangan penglihatannya sebab apa?? sebab dia jadi pelakor. Dasar pelakor." Riska berlalu pergi setelah menunjuk-nunjuk wajah Salma.


Pertengkaran ini di tonton banyak orang di cafe itu bahkan manager cafe saja tidak bisa melerai meski tidak ada adegan saling tarik menarik rambut, tapi manager cafe itu tau siapa Riska. Anak orang kaya dan kedua orang tuannya orang terpandang.


Belum sempat pergi Alga mencekal pergelangan tangannya.


Riska tersenyum namun detik berikutnya senyumnya pudar saat tamparan lima jari Alga mendarat di pipi kirinya.


PLAK


"Jaga mulut kamu dan aku peringatkan kamu jangan sesekali menghina fisik istriku, kalau bukan gara-gara kamu yang selalu memanas-manasi rumah tangga kami. Tidak mungkin kejadian ini menimpa Salma istriku."


Tak hanya menampar Alga jadi Gentleman di hadapan semua orang. Ia menghempaskan badan Riska, semua jadi menghujat Riska, jika di bandingkan dengan Riska tentu saja Salma lebih unggul, cantik kalem dan ia memiliki kulit yang bersih tapi hanya saja kurang di penglihatannya saja.


Akibat pertengkaran ini hampir saja satpam mengundang polisi untuk melerai namu tidak jadi saat ada Adipati bersama beberapa bodyguard juga datang menghentikan Satpam menelpon polisi.


"Kamu jahat Alga, apa kamu lupa jika kamu mau menerima dia dan balas dendam pada dia hanya demi aku, jadi ini balasan kamu padaku Alga. Jahat kamu Alga." Riska benar-benar pandai memerankan perannya.


Jika ada produksi film pasti langsung di terima oleh sutradara, permainannya sungguh meyakinkan penonton.


Salma berdiri dari kursi yang ia pakai, geram sekali hatinya namun ia tahan lagi dan lagi, gak ada gunanya melawan Riska yang bermulut pedas itu.


"Maaf ya Riska, bukan sengaja aku merebutnya. Tapi salahkan kamu sendiri yang suka selingkuh, makannya Alga jadi suami aku. Jika tidak mau kehilangan orang jangan selingkuh, oh ... Ya satu lagi. Sudah putus belum dengan Elang? Aku ingat betul kamu dekat dengan Elang semenjak SMA. Dulu dia juga ngejar-ngejar aku tapi kamu rebut sekarang suami aku juga mau kamu rebut, mau kamu apa sih?" Salma membalikkan keadaan, jika sekarang Alga marah biarkan saja.

__ADS_1


Silahkan jika ingin balas dendam, mumpung di kasih kesempatan yang di lukai tidak bisa melihat.


Riska mengepalkan tangannya.


"Awas ya kalian, ini belum seberapa." Ancamnya dengan menunjuk-nunjuk Salma.


Salma merasa ko jika dirinya di tunjuk-tunjuk meski ya dia tidak tau ekspresi Riska seperti apa, paling-paling wajahnya putih dengan dempulan bedak tebalnya.


*


Emak gemes 🤣🤣


Kenapa sih Mak isinya cuma balas dendam mulu, patah hati dan bikin sakit hati doang.


Baca dulu ya genrenya apa di sinopsis, ada ya di bagian sampulnya.


PROMOSI


Karya baru lagi, mampir ya


Enam tahun sudah merubah segalanya. Pertemuan ini sudah terjadi untuk yang kesekian kalinya, hampir 1 bulan baik Grace maupun Gim selalu bertemu. Lebih tepatnya Gim yang mengejar-ngejar Grace lagi.


"Air mata ku ini memang tidak pantas untuk terjatuh lagi. Aku tau aku hanya wanita biasa-biasa saja sedangkan kamu anak orang terpandang di daerah ini. Orang tua kamu seorang pengusaha laundry terbanyak dan terbesar di kota ini, bahkan kakek nenek kamu pemilik pabrik gula merah, pasir dan aren terbesar di kota XX. Aku banyak-banyak sadar diri dan lebih baik aku menghilang saja dari hidup kamu. Percuma jika masih bertemu dan menorehkan luka lagi." Grace Goo.


Arti nama Grace yaitu perempuan cantik yang murah hati (Irlandia), sedangkan Goo artinya seseorang yang melengkapi hidupmu (Korea).


"Kamu salah besar, setiap tetes air mata yang kamu keluarkan itu membuat aku bertambah bersalah. Kenapa aku tidak jadi pria yang bisa kamu jadikan sandaran dalam hidupmu? kenapa aku jadi pengecut gara-gara takut kehilangan hak waris, padahal ... mereka tidak melarang aku terus sama-sama dengan kamu. Tapi terlambat semua, aku mengetahuinya setelah kehilangan kamu. Aku ingin mengajakmu kembali menjadi kekasihku Ace Gemoy." Gim Seo.


Gim artinya anak emas, penuh dengan bakat. Sedangkan Seo artinya tenang, bisa diandalkan, dermawan (Korea).


"Sadar mu sudah terlambat pak Gim Seo."


Gim terkejut ia tak percaya wanita ini jadi berani dan membuat kejutan baru lagi.


"Justru itu, mengejar cinta mantan lebih menyenangkan dari pada mengejar istri orang. Ace Gemoy ... jangan panggil pak dong, panggil Gim kesayangan ... oke," Gim Seo dengan pedenya bicara ngelantur manja-manja ria.


Lagi-lagi kedai kopi jadi tempat pertengkaran kecil sepasang mantan kekasih itu, bahkan orang-orang yang berkerja di tempat itu jadi penasaran obrolan apa sih yang di obrolkan.


Sampai-sampai tempat ini di kunjungi berdua tapi tak lama mereka saling bertengkar dan pada akhirnya pulang sendiri-sendiri. Benar-benar pasangan mantan yang unik, jika masih saling cinta kenapa pada gengsi.


*


Waktu itu.


Grace sedang memakan roti bakar, ia tidak tau jika roti yang ia makan adalah pesanan milik pria bernama Gim Seo. Pria tampan dengan sejuta pesona sewaktu SMA.


"Kau ... kenapa memakan roti bakar itu." Langsung merampas roti bakar yang di makan Grace.


Grace melongo dan tidak percaya dengan yang ia lihat, pria ini merebut roti yang sudah setengah itu dan memakannya.


"CCIIYYEE ... CIUMAN TAK LANGSUNG NIH YE ...." Itulah teriakan kompak satu kantin sekolah SMAN XX.


"Sialan." Langsung melempar roti yang berlumur cokelat ke baju putih milik Grace.


"Woy ... tanggung jawab," teriakan Grace tidak di tanggapi oleh Gim Seo.


Ini hanya secuil kisah di kantin, masih banyak lagi kisah lainnya termasuk di hukum lari keliling lapangan barengan juga pernah.


"Kenapa sih, Bu guru atau pak guru selalu memberikan kerja kelompok lagi dan lagi. Lebih parahnya kenapa pasangan kelompok aku selalu kamu." Gim Seo melempar kertas tepat di wajah Grace.


"Mana aku tau, tanya saja sama takdir," Grace membuka lembaran kertas yang sudah kucel dan lipatannya tidak karuan.


"Malas ...." Berlalu pergi dengan geng satu kelasnya.


Gim Seo selalu saja cari masalah pasti setelah istirahat ia tidak masuk ke kelasnya lagi, pintar dan cerdas sih iya tapi bolos sekolahnya itu loh tolong di kondisikan, apa tidak kasihan dengan Grace yang satu atap dengannya. Kena omelan lagi nanti, belum lagi kedua orang tuanya dan kedua kakek neneknya.

__ADS_1


"Gara-gara kamu Grace, kenapa gak kerjain tugas kemarin. Jadi di hukum kan." Protes lagi nih orang, apa susah ya hidupnya keluar dari kata-kata mengeluh itu.


"Kamu yang pergi balap liar, aku yang kena lagi. Bisa gak sih jangan nyalahin aku mulu, pening nih kepala dengerin ocehan kamu," sambil membenarkan tumpukan buku di atas kepalanya.


"Tapi, memang benar sumber masalahnya di kamu. Andai kamu tidak satu rumah denganku dan nenek kamu tidak sebagai buruh di rumah aku, menyusahkan tau gak." Gim Seo berbicara dengan lantang.


Deg


Rasanya sakit sekali, kenapa ada laki-laki seperti ini. Apa orang miskin dan berkerja di tempatnya harus di hina dan di salahkan.


"Kenapa diam?" malas menatap Grace.


Grace menggeleng.


*


Grace Goo berteduh di halte bus, ia menunggu bus lewat namun kenapa tidak ada satu pun yang lewat.


"Sepertinya takdir jelek ya pada kamu, kasian ... gak di barengi Gim Seo uluh ... uluh ... basah deh, sorry ya." Ledek Arum dengan kawan-kawannya yang berada di dalam mobil mewah.


Grace melengos, baginya sindiran Arum merupakan ocean burung yang sedang berkicau saja dari pada tambah jengkel ya kan.


Pagi-pagi bengkel sudah penuh dengan orang yang mengantri entah menambal kan ban kendaraannya atau sekedar isi angin ban saja, yang jelas sekarang dua insan beda jenis itu saling memunggungi.


"Kamu kenapa sih selalu membawa petaka untuk aku." Gim beranjak pergi, percuma juga menanti motornya yang antriannya menggunung.


Grace mengekori Gim Seo.


"Ngapain ngikutin aku?" ketusnya.


"Kan sekolah satu arah, gak mungkin kan aku terbang untuk sampai sekolah!" mendahului jalannya Gim.


Gim tidak suka ia di bantah, dengan lari cepat ia menyusul Grace dan memukul lengan Grace.


Bugh


Suara yang cukup keras sampai Grace hampir tersungkur di trotoar.


"Jauh sedikit." Menggeser tempat Grace berjalan.


Sesampainya di sekolah ternyata gerbang sudah di tutup dan jam pertama hari ini mapel olah raga dan mereka berdua di hukum lari keliling lapangan sebanyak 3 kali, tidak banyak hukumannya tapi cukup membuat kram kaki. Lebarnya jangan di tanyakan.


Penggalan ingatan ini selalu Grace ingat tapi yang paling sedihnya adalah ketika mereka baru memulai hubungan tapi harus kandas saat kedua orang tuanya dan kakek neneknya membuat persyaratan antara warisan atau Grace.


Dan kejadian ini membuat dilema besar di pikiran Gim Seo antara harta dan cinta, tapi ia memutuskan pilih hak waris ketika orang tua mereka hendak bicara jika tidak ada larangan untuk berpacaran atau sama-sama ternyata sang putra sudah pergi meninggalkan rumah itu.


"Maafkan aku Grace, aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita ini. Aku tidak mau kehilangan hak waris ku." Gim Seo membuat keputusan yang tepat.


Tanpa ada rasa bersalah pria di depannya ini meminta mengakhiri hubungan.


"Setelah apa yang kamu perbuat padaku?" Grace menunjuk dirinya sendiri ia tidak percaya bahkan Gim sudah menyebutkan namanya langsung bukan nama kesayangan yaitu Ace Gemoy (jagoan yang menggemaskan).


'Kenapa kamu tega Gim, apa setelah merenggut milikku yang kamu ambil kamu meninggalkan aku. Dasar Gim sialan.'


Grace berdiri lalu menampar kuat-kuat pipi kanan kiri milik Gim tanpa ampun.


Plak


Plak


Tak terhitung berapa kali yang jelas tangan lembut Grace sampai memerah dan jadi tebal.


Setelah lulus SMA dan kuliah 2 semester kejadian itu, antara cinta atau terlena karena cinta. Mereka berdua pacaran namun kelewatan sebab pengaruh jaman juga, mereka lupa akan harga diri yang di sesali kemudian hari. Dan sesal itu ternyata terjadi tidak lama setelah mereka saling melepas satu sama lain.


__ADS_1




__ADS_2