Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
67. Ini adalah bukti


__ADS_3

WARNING 19+


Salma berhasil meraih tangan Alga, Alga menatap jarinya yang di pegang kuat oleh Salma. Ia mengerenyitkan dahinya ada apa dengan Salma, kenapa menghentikan langkahnya. Apa dia tidak tau pesonanya membangkitkan ha$rat lelakinya di tambah lagi sekarang posisi belahan dad4 Salma begitu menggoda untuk segera di cicipi lagi.


'Haduh ... halal sih, tapi kalau yang punya gak ikhlas bukankah namanya aku memperko$a istriku sendiri.' Jadi gelisah galau merana.


Salma menanti kelanjutan apa yang akan Alga lakukan, di sentuh atau tidak padahal barusan ia merasakan jika wajah Alga sangat dekat dengan dirinya sampai-sampai hembusan nafas Alga mengenai wajahnya.


"Buktinya mana?" Salma menanyakan bukti lagi.


Alga bingung minta bukti apa sih yang dimaksud Salma, kenapa cara bicaranya selalu sulit di mengerti otaknya ini.


"Bukti apa sih Salma?" akhirnya bertanya juga nih Alga.


Salma geram.


"Haduh ... bukti in jika kamu gak rela aku pergi menemui Samudra, apa lagi kalau bukan itu dan juga buktikan jika Samudra memang benar-benar ada niatan menggantikan kamu sebagai suamiku!" kesalnya.


Padahal di kode keras oleh Salma tapi yah begitulah tanggapan Alga, biasa-biasa saja dan gak peka sama sekali.


Alga tidak tau mau membuktikan apa ke Salma.


"Aku tidak ada bukti apapun yang harus aku berikan ke kamu dan melarang kamu untuk pergi menemui Samudra, itu hak kamu tapi aku juga punya hak untuk melarang kamu pergi. Sebab aku masih suami kamu Salma, soal Samudra yang ingin menggantikan posisi aku sebagai suami kamu itu semua terserah kamu Salma, aku tidak akan memaksa kamu." Terangnya yang terasa ambigu sekali bicaranya.


Raut wajah Alga begitu sangat suram dan sedih, hanya saja Salma tidak melihat itu jika Salma melihat pasti Salma akan luluh lagi hatinya, Alga memang pintar memainkan kepolosannya demi tujuan yang ingin ia tuju sampai berhasil dan sukses.


Salma mengerjabkan matanya berkali-kali, ada cahaya sangat silau masuk ke dalam bola matanya. Ia mengerjabkan lagi dan lagi dirinya tidak salah lihat kah? matanya bisa melihat wajah Alga kembali, bahkan melihat raut wajah yang begitu teramat sangat sedih.


Salma meraih wajah Alga, tidak apa-apa bukan jika kali ini saja dirinya agresif dan berinisiatif lebih dulu dan memimpin permainan.


Tanpa basa-basi Salma langsung menyerang bibir merah Alga, Alga tidak terlalu suka merokok jadi bibirnya masih berwarna merah yang sangat cantik dan menggoda. Sayang jika di lewatkan, di tambah lagi pertama kali bisa melihat yang ia lihat adalah Alga. Setidaknya ini ucapan terimakasih bukan gara-gara dia sekarang penglihatannya membaik.

__ADS_1


"Sal ... emm." Hendak mendorong tapi naf$u yang ia tahan sedari tadi bertolak belakang dengan akal sehatnya.


Acara ingin memperko$a istrinya jadi dirinya yang akan di perko$a, harga diri bro harga diri sebagai laki-laki mana ini.


Alga tidak tinggal diam di perlakukan seperti tawanan oleh istrinya sendiri dan menguasai permainan sendiri, tapi ia ingin seberapa tahu istrinya itu seagresif apa di bawah kungkung4nnya. Ternyata oh ... ternyata jika wanita yang aktif semenarik ini ya bikin candu dan ingin lagi dan lagi.


Entah sejak kapan mereka sudah sama-sama full naked tanpa adanya penghalang sama sekali.


Wajah mereka sama-sama bersemu merah antara naf$u dan malu bercampur menjadi satu, tangan Alga tidak tinggal diam selagi Salma memimpin ia berusaha memberikan rang$angan pada Salma. Ia memilin bukit indah milik Salma dan tangan satunya bergerilya di bawah sana.


"Emm ...." Desah keluar dari bibir Salma yang masih berpa9utan satu sama lain.


Salma mengalungkan tangannya ke leher Alga untuk memperdalam hisap4nnya, meski mendapatkan respon dan tindakan langsung dari Alga tetap saja ia malu pada dirinya sendiri yang tidak tau malu ini, kenapa acara ucapan terimakasih sepanas ini padahal suhu ruangan ber-AC ini sangatlah dingin.


Alga melihat sorot mata Salma yang sangat-sangat berbeda saat ini, malam yang diguyur hujan menambah suasana panas di kamar itu, untung saja kamar Salma di lantai paling atas jadi mereka berdua bebas mengeluarkan rasa cinta, rindu tentang cinta dan dimana masa-masa terindah saat mereka mem∆dukasih.


Skip


Alga merenggangkan otot-otot badannya yang terasa pegal sekali, ia lanjut ke kamar mandi tapi sebelum itu ia menatap ruangan ini satu persatu.


"Haduh ... ko bisa seperti ini sih keadaan kamar, berantakan banget." Sambil menggaruk kepalanya lalu ia mengambil keranjang baju yang berada di kamar mandi.


Salma masih berada di mimpinya yang indah, terlihat dari senyumnya ketika tidur.


"Cantik ... cup. Ini adalah bukti bahwa kamu hanya milikku seorang." Alga mengecup bibir Salma.


Salma hanya menggeliat saja, sudah lama Salma tidak kuliah. Meski sudah di temukan tapi papanya sudah meminta izin untuk cuti dan tidak dapat di pastikan Salma kapan kembali ke Universitas tempatnya menimba ilmu di tambah lagi keadaan Salma sekarang yang tidak kemungkinan bisa kuliah lagi meski banyak cara dan metode untuk membaca huruf melalui sentuhan tangan, tentu saja buku yang di perlukan untuk belajar Salma tidak murah.


Salma yang merasakan bibirnya di cium membuka matanya perlahan, ia menggeliat hanya untuk menutupi bahwasanya dirinya sudah bangun. Masih malu jika mengingat kejadian semalam yang begitu panas dan penuh gairah tentunya.


"Apa perlu bantuan?" tanya Alga yang tiba-tiba muncul dan meletakkan kembali keranjang pakaian di dekatnya.

__ADS_1


"Haduh ... bikin kaget, bisa gak sih munculnya gak dadakan," Salma duduk sejenak, ucapannya barusan ini kalau Alga sampai tau jika dirinya sudah bisa melihat bagaimana.


Alga keheranan, dirinya muncul dadakan. Apa maksudnya coba, apa Salma sudah bisa melihat kembali tapi jika bisa melihat kembali kenapa sekarang ekspresi Salma seperti kemarin-kemarin mencari-cari sesuatu untuk dirinya turun dari tempat tidur, terlalu aneh.


Kejadian tadi malam Alga ingat-ingat dengan jelas, tapi ada yang aneh. Salma begitu agresif dan tau dimana letak titik sensitif dengan jeli, coba ia pancing sedikit saja bagaimana respon Salma padanya.


"Aww ...." Memegang lengan kirinya.


"Alga, kamu tidak apa-apa?" sambil memeriksa lengan kiri Alga yang ia pegang.


Alga tersenyum melihat sikap Salma yang jujur sekali meski tanpa kata-kata, ia mengusap rambut Salma.


"Terimakasih sayang sudah perhatian dan satu lagi kenapa tidak jujur padaku?" pertanyaan sukses membuat Salma langsung memundurkan dirinya dan duduk kembali di atas tempat tidur.


"Maaf!" cicitnya sambil memainkan jari jemarinya sendiri.


Alga duduk di bawah Salma.


"Sejak kapan?" tanyanya dengan nada lembut.


"Tadi malam!" Salma menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Alga membuka wajah Salma yang di tutupi kedua tangannya.


"Kenapa malu, apa tidak ingin mengucap maaf dengan tulus sebab berbohong Salma sayang." Bisiknya sensual tepat di telinga Salma.


Salma merasakan bulu kuduknya berdiri di bagian leher.


*


Tetap belajar lagi dan lagi meski belum pandai menghidupkan setiap karakter tokoh yang emak buat.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak dan dukungannya ya, terimakasih banyak.


__ADS_2