
Alga mengantar Riska pulang ke rumahnya tak lupa saling cipika cipiki tanpa bertemu antara bibir, Alga memang tidak mau ciuman.
"Alga, apa tidak ada rencana mencium bibi* aku?" Riska berbicara ngedumel.
Alga menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah deh, hati-hati pulangnya." Riska melambaikan tangannya.
Alga mengangguk, lalu ia melajukan sepeda motornya. Saat pergi dari rumah Riska tanpa sengaja spion motornya masih mengarah ke rumah Riska dan tidak selang lama ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depan rumah Riska dan dengan senyum merekah ia masuk ke dalam mobil, entah mobil siapa. Nanti saat sudah sampai di rumah Nona muda Salma ia akan tanya, Alga melajukan motornya dan langsung tancap gas.
Sedangkan Riska duduk di samping Elang.
"Kapan putus dengannya?" Elang sudah tidak tahan di jadikan simpanan oleh Riska, ia ingin memiliki Riska seutuhnya meski sudah berhasil menyentuh tubuh Riska luar dalam tapi ia juga ingin meraih hatinya, bukan cuma dapat raganya.
"Sabar dong, menunggu dia berhasil meluluhkan nona muda sok kaya itu. Lagian aku ingin melihat Salma jatuh tersungkur, tanpa ada yang peduli dengannya lagi!" jawaban manja Riska membuat gejolak dalam diri Elang naik turun di tambah lagi tangan lentiknya sudah membelah buah pisang perkebunan.
"Nakal ya kamu ini." Mencubit hidung Riska.
"Siapa yang ngajarin aku nakal, aku gadis baik-baik ko," Riska memang polos dulu saat masih kecil dan belum menjadi gadis remaja.
__ADS_1
Tapi semua kepolosan itu berakhir saat mengingat semua usaha yang ia lakukan selalu gagal termasuk menjadi murid teladan nomor satu di SMA terkenal sekota ini gara-gara hadirnya gadis bernama Salma anak pemilik perkebunan teh dan tembakau terbesar di kota ini. Dan gara-gara dia lebih cantik dan unggul membuat iri dengki Riska memuncak pada Salma dan ingin balas dendam dengan cara pelan-pelan.
"Oke ... oke ... gadis baik-baik ko." Menahan suaranya sendiri, nikmat yang ia rasakan.
Rumah Salma.
Alga memarkirkan motornya di garasi khusus kendaraan karyawan, tak lupa ia melepas jaket dan helem yang ia kenakan.
Ia menatap kesana kemari, kenapa rumah sepi sekali seperti tidak ada penghuninya. Namun yang paling aneh adalah pintu gerbang di kunci rapat lantas tadi yang ia lihat siapa, Alga lalu berjalan masuk ke rumah. Ia terkejut dengan apa yang ia lihat di depan matanya, semua orang pingsan di area ruang tamu.
Alga tersenyum.
Adipati yang mendapat informasi jika putrinya bisa kabur hanya menghela nafas, ia tau pasti putrinya akan kabur lagi seperti dulu-dulu juga begitu.
Salma sejak kecil memang tidak bisa diam dan ia begitu aktif melakukan hal ini dan itu tapi tidak menyangka juga putrinya akan menjadi wanita yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, jarang berada di rumah. Adipati memijit pelipisnya.
Mungkin ini karma yang ia peroleh dari perbuatan mudanya dahulu, dulu mentang-mentang dirinya tampan kaya dan populer ia memanfaatkan aset miliknya untuk bersenang-senang dan melukai banyak wanita.
"Aku akan pulang beberapa hari, sebelum mengurus pengiriman hasil perkebunan." Adipati segera menyuruh beberapa pembantu untuk mengemas pakaiannya dan siap-siap pulang ke kota, desa tempatnya tinggal sekarang tidak jauh dari kota hanya perlu perjalanan sekitar 1 jam saja sudah sampai sebenarnya.
__ADS_1
Alga segera menuju tempat parkir dan mengenakan jaket dan helem nya, sebenarnya ia bingung mau pergi kemana tapi tadi saat makan bersama Riska ia kurang kenyang dan memutuskan pergi membeli makanan dan beberapa bahan masakan saja, kasihan ia melihat nona mudanya cuma makan mie instan dan ikan kalengan.
Sedangkan Salma yang sudah selesai menenagkan diri ia menaiki motor milik Rio dan melaju kencang di jalanan beraspal. Mungkin karena lelah tiba-tiba motor yang ia kenakan lepas kendali dan berakibat ia terjatuh dari motor itu.
BBRRAAGGHH
''Aw ...."
Salma menahan sakit di bagian pantat dan juga sikunya yang sudah berdarah.
Untung saja hanya jaket saja yang robek dan juga sikunya lecet, lumayan tidak parah tidak sampai ada korban dan tulangnya tidak patah. Harus banyak-banyak bersyukur ini masih di berikan keselamatan di dunia.
Salma melihat sekitar benar-benar sepi tempat ini, tidak ada satu pun orang yang lewat jika ada kecelakaan parah bagaimana. Apakah orangnya dapat bantuan pertolongan, entahlah yang pasti ia harus pergi dari tempat ini dan kembali ke rumah.
"Baru pulang nona." Alga mengejutkan Salma di dekat pintu.
"Seperti yang kamu lihat," cuek dan berlalu pergi, betapa sakit hatinya orang di perlakuan seperti hantu tembus pandang begitu.
"Kamu dari mana, Papa kamu akan pulang." Alga sedikit berbicara keras agar Salma mendengar perkataannya.
__ADS_1
Salma menghentikan langkahnya sebentar tanpa menoleh ke belakang, lalu ia melanjutkan langkahnya.