
Saat di perjalanan menuju rumah Salma tampak berpikir entah apa yang sedang di pikiran oleh Salma, apa jangan-jangan masih memikirkan tentang Karina itu lagian kenapa sih mengurus urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan kerjaan orang tua Karina maupun Karina nya, selagi rajin dan tekun serta jujur apalagi yang di perlukan saat berkerja.
Salma yang sedari tadi berpikir lalu ia lelah dengan pikirannya dan tertidur sebab Alga mengendarai mobil dengan laju yang lumayan enak untuk dirinya tidur-tiduran.
Bukannya urusan pribadi itu tidak boleh di campuri oleh orang lain yang tidak ada ikatan darah maupun keluarga. Tapi mau bagaimana lagi, pasti suatu hari nanti dirinya butuh bantuan atau apa begitu tapi.. ya sudahlah mungkin masalah ini tidak dapat di hentikan oleh dirinya sebab yang bersangkutan tidak mengaku yang sebenarnya.
Alga menghela nafas saat tau Salma tertidur dengan pulas di sampingnya, ia membuka pintu samping Salma dan menggendong tubuh Salma, rasanya momen seperti ini akan berlanjut kedepannya.
"Aku mencintaimu Salma." Sambil mengecup dahi dan pipinya, sampai membuat sedikit adanya gerakan.
Salma mendengar itu.
"Aku juga," melanjutkan tidur di dalam pelukan Alga.
Alga tersenyum.
"Dasar ya.. di enak in tidurnya, apa gak kasihan dengan pinggangku?"
"Enggak, makanya aku lanjutin Alga!" jawabnya tersenyum-senyum.
Alga tertawa kecil dan mencubit hidung Salma dengan gemasnya sampai Salma terengah-engah sebab kehabisan nafas.
"Alga." Memukul pelan dada bidang Alga.
Setiap kehidupan manusia pasti tidak luput dari kesalahan tapi tidak seharusnya membuat kesalahan terus menerus bukan. Boleh sih punya kesalahan tapi bukan berarti terus menerus di ungkit-ungkit apalagi kesalahan itu di bahas selalu di setiap pertengkaran atau pun percakapan ringan antara pasangan.
'Begitu juga denganku, aku tau aku bukan yang sempurna tapi jika kamu ada niatan menyakiti aku secara perlahan dan kamu tidak pernah menyadarinya, maaf aku akan mundur pelan-pelan seperti sikapmu yang melukai aku secara perlahan. Aku tau menumbuhkan rasa cinta, suka dan sayang itu tidak mudah tapi.. aku ada satu permintaan lagi.. lebih baik bicara terbuka satu sama lain walau aku masih banyak rahasia menyimpan perasaan aku sendiri tanpa ada yang tau. Apa kamu sadar Alga?'
Salma memejamkan matanya setelah tadi sempat bercanda sedikit, menyakitkan sekali sih jika di ingat-ingat, yang berbuat salah pasti tidak merasakan sama sekali tapi yang terluka jelas-jelas luka itu akan membekas seperti paku yang di tancapkan ke tembok yang rusak lalu ia cabut kembali, meski dapat di perbaiki dan di cat kembali tapi bekasnya masih menempel dan terngiang-ngiang di ingatan.
__ADS_1
Ketikan malam hari.
Alga mengajak Salma untuk makan malam bersama berdua tanpa adanya yang menggangu.
Alga menatap mimik wajah Salma yang sedari tadi terdiam tanpa sepatah katapun.
"Sayang.. kenapa? Kamu tidak suka dengan masakan ku?" Pertanyaan Alga sukses membuat Salma menatapnya.
"Enak ko.. bahkan enak sekali!" Kurang semangat hidup jawabannya.
"Lalu.. kenapa kamu hanya makan satu suap saja." Alga melanjutkan makannya sambil mengajak Salma ngobrol ringan agar suasana tidak tegang.
"Tidak apa-apa ko Alga, em.. aku ke kamar mandi dulu ya," pamitnya tersenyum dengan di paksakan.
Alga tau pasti ada yang tidak beres ini, tapi apa ya...
Alga sendiri tidak sadar bahkan tidak sadar jika pesan singkat Alga yang di kirimkan ke Agam dan Samudra sampai di pesan pribadi miliknya. Salma tentu saja sangat shock di tambah lagi pesan yang ia dapatkan sebelum acara makan mal bersama ini terjadi, sakit rasanya hati ini.
Pertanyaan demi pertanyaan mengelilingi seluruh isi kepala Salma sampai dirinya sendiri tidak dapat menangis sebab lelah sendiri dengan jalan cerita hidupnya yang tak kunjung berbahagia bersama Alga, apa harus ikutan menyerah begitu saja dan membiarkan orang yang di cintai bahagia dengan yang lain. Apa perlu begitu merelakan dan terluka sendirian seperti kenangan lalu.
Alga menanti istrinya yang tidak kunjung kembali ke balkon tempat yang ia sengaja desain sebagus mungkin untuk menyenangkan hati Salma sekaligus memperbaiki mood Salma yang sempat turun tadi.
Semua bernuansa lampu-lampu yang tertata cantik dan rapi, sebisa mungkin Alga memberikan yang terbaik untuk Salma agar ia bertambah bahagia. Lagian sebentar lagi Salma akan melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda beberapa waktu sebelum ia wisuda nanti.
"Sayang.. kamu baik-baik saja, kenapa lama sekali." Menggenggam erat jari jemari Salma.
Salma hanya terdiam.
Alga tidak suka Salma yang diam tanpa bicara apa-apa, padahal tadi siang masih berbicara ini itu apalagi saat bertemu Karina tadi ia begitu antusias bahkan mengajak berdebat tapi.. malam harinya kenapa menjadi seaneh ini. Ada apa sih ...
__ADS_1
Alga ingin bertanya sedikit tapi takut Salma marah tapi ia juga penasaran apa yang membuat Salma menjadi dingin lagi, apakah ia marah tadi menghalangi saat ingin berbicara dengan Karina, masa sih.
"Aku baik-baik saja ko, aku sudah kenyang aku mau istirahat dulu," memutuskan sepihak padahal acara romantis belum juga berjalan tapi sudah gagal duluan.
Alga menarik nafas lalu menghempaskan nya.
"Baiklah, tidur yang nyenyak ya.. sayang. Selamat malam," Alga mencium kening lalu bibir Salma.
Salma mengangguk saja sebelum ia menuju ke tempat tidur lalu mematikan lampu utama kamar dan menghidupkan lampu kecil yang berada di sebelah tidurnya.
Alga mengemasi semua acara makan malam dan mendorong meja makan keluar dari kamar, ia lalu turun dari kamar dan mengembalikan semua di dapur. Alga mengenakan lift pribadi dari pada nanti semua makanannya jatuh beterbangan lebih baik menggunakan jalan pintas saja dan tidak perlu terlalu repot lagi, meski jarak antara lantai satu dan dua tidak jauh tapi jika jalan kaki menguras tenaga juga.
Lift di rumah Salma memang masih baru, sebab sebelum kecelakaan Salma waktu itu belum ada tapi semenjak Salma kembali langsung saja papanya membangunkan lift pribadi agar Salma tidak kesusahan saat ingin turun atau naik ke kamarnya. Di tambah ketika Salma pulang penglihatannya belum kembali dan baru kembali setelah beberapa waktu berlalu.
•
Semalaman Alga tidak tidur di samping Salma ia justru tertidur di ruang tv lantai utama sedangkan Salma tidak bisa tidur sebab pesan singkat yang menghancurkan semua harapan yang berusaha ia tanam, tapi belum juga tumbuh batang tanaman itu sudah mulai membusuk kembali.
"Kemana sih dia?" Menatap kesana kemari tapi yang di cari tidak kunjung kembali.
'Apa niatan itu beneran? Apa dia mau mengamanahkan aku untuk mereka dari salah satunya, apa harus aku ikhlas menerima ini semua. Kenapa Alga begitu jahat ke aku, jika gak suka bilang saja gak usah sok perhatian dan bersikap romantis padaku dan membuat aku kepedean lalu di hempaskan lagi, sakit Alga.'
Salma memukul pelan dadanya rasanya tidak percaya dengan kenyataan ini, apa kejadian lalu akan terulang lagi.
"Apakah cinta harus bersyarat?"
Salma turun dari tempat tidur sebelum ia sarapan pagi sambil menjernihkan pikirannya. Semalaman tidurnya begitu susah tidak mungkin pagi ini juga sama bukan, ia harus bertanya pada Alga apa maksud dari pesan itu.
Lagian kenapa seenak jidatnya ia bicara begitu dan menyakitkan meski hanya sepatah dua patah kata.
__ADS_1
*
Jangan lupa dukungannya ya agar semangat lagi up nya, terimakasih banyak atas dukungannya.