Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
82. Otw kebenaran tentang masa lalu


__ADS_3

...Sekarang.. tinggal penyesalan, andai aku tidak melukai dia lagi pasti kini hidup kami berdua bahagia dan baik-baik saja. Untuk kalian jangan seperti diriku yang berakhir penyesalan....


...Alga Ranting....


*


'Alga terpaku setelah mendengar ku bicara barusan, bagai makanan tanpa garam dan penyedap. Lagian aku juga lelah semakin kesini aku semakin terluka, sedangkan dia masih bisa tersenyum kesana kemari menebarkan pesona. Sedangkan aku bagaimana, wanita yang sudah menikah bahkan di dalam pikiranku tidak akan ada laki-laki yang mau menggunakan barang bekas dari laki-laki lain kecuali dia cinta mati sampai nanti. Sedangkan aku? siapa yang cinta mati dengan ku seperti tidak ada dan tidak akan terjadi.'


Suara ponsel milik Salma berdering.


Tertera nama Agam di layar ponsel itu, Alga cemburu melihat itu.


πŸ“ž "Hallo Agam, ada apa?" beranjak dari kursinya dan tidak melanjutkan makannya.


Lebih baik memperbaiki mood dengan menerima panggilan agar hatinya tidak terlalu sakit saat melihatnya.


Memang benar Alga tidak mendua tapi sikapnya ini yang membuat Salma sedih dan galau, benar-benar seperti entahlah harus berbicara apa yang jelas hatinya kesal sekali.


πŸ“ž "Tidak ada apa-apa Salma, cuma rindu kamu yang sudah lama gak kuliah. Apa gak kangen sama suasana kampus?"


Benar kata Agam, sudah lama dirinya tidak kuliah padahal sebentar lagi skripsi dan ia akan menyelesaikan skripsinya dan melanjutkan usaha papanya, lagian anak satu-satunya harus nurut dengan Papanya di tambah ia satu-satunya harapan keluarga Adipati.


πŸ“ž "Kangen sih.. tapi mau bagaimana lagi, masih sibuk!" alasan yang tidak masuk akal.


Palingan sibuk jadi istri yang galau dan di sakiti.


πŸ“ž "Sibuk ngurusin perasaan maksudnya, Salma.. Salma.. ngapain sih kamu ini tetap bersama dia? terlanjur cinta buta. Ingat Sal.. laki-laki yang tidak punya pendirian sendiri buat apa di pertahankan, dia akan terus menerus berbuat sesukanya bahkan egonya semakin tinggi dan tidak terkendali. Aku sudah rela dan ikhlas kamu dengannya tapi malah dia tidak bisa merawat cintamu yang tulus, maaf Sal jika aku sedikit ikut campur sebaiknya kamu harus membuat dia membayar apa yang pernah ia perbuat deh.. misalnya kamu buat dia ngejar-ngejar kamu atau yang lainnya deh. Sedikit saran dari teman kamu ini boleh kamu masukkan ke daftar list menguji coba si brengse* itu."

__ADS_1


Ucapan panjang lebar Agam memang harus di saring untung saja volume panggilan sedikit dan tidak full hanya Salma yang mendengarnya sedangkan Alga melamun dan entah apa yang ia lamun kan, pasti kesalahannya atau justru siasat baru untuk menjerat perasaan lagi.


πŸ“ž Aku sudah tau, makanya besok aku mau masuk kuliah. Bisa-bisa gak lulus lagi skripsinya"


Salma mengalihkan pembicaraan saat Alga sudah tidak termenung lagi, lagian rencana harus tetap di jalankan meski hati dan pikiran tidak mau di ajak kerja sama. Inilah akibatnya jika terlalu bermain-main dengan yang namanya Hati.


Agam terkejut kenapa jawaban Salma aneh, apa suami tidak berguna dan sering melukai Salma ada di sampingnya, seperti iya.


πŸ“ž "Aku matikan dulu ya telponnya"


Tanpa menunggu Agam, Salma langsung mematikan sambungan telponnya dengan Agam.


Alga tetap di tempat menanti Salma kembali duduk di sampingnya.


"Salma sayang, jadi makan?" Alga masih menawarkan makanannya.


Salma menggeleng kepala.


Tapi ekspresi Salma biasa tidak ada bahagia.. bahagia.. nya seperti dulu.


"Kenapa kesini, aku bisa ko main kesana dan di kecewakan. Ada seribu pertanyaan yang ingin aku tanyakan tapi.." Salma beranjak pergi.


Ia benar-benar malas harus bertemu dengan Adipati, lagian buat apa berkunjung jika kunjungannya hanya menambah luka saja.


"Salma.." Adipati sudah sampai di ambang pintu.


Adipati ingin memeluk putrinya erat-erat tapi naas Salma tidak mau menyambut rentangan kedua tangannya, tentu saja Adipati kecewa dengan sikap Salma. Kenapa putrinya berubah? apa gara-gara masalah beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


"Pa.. jika tidak ada yang ingin di bicarakan terus terang, Salma mau istirahat sebab besok Salma harus kuliah lagi." Dingin dan terdengar begitu hancur dan rapuh.


"Salma.. nak, papa ingin bicara terus terang ke kamu. Tapi.. tidak untuk malam ini, papa ingin kamu tenang dulu nak.. jika sudah tenang dan pikiran kamu sudah membaik maka papa siap cerita segala-galanya yang ingin kamu ketahui Salma, tapi.. papa berharap besok kamu ada waktu setelah kuliah ke rumah papa. Papa sudah menyisihkan waktu selama beberapa hari khusus untuk putri kesayangan papa, kalau kamu diam berati papa anggap kamu setuju untuk datang besok, saat kamu tau yang sesungguhnya papa harap kamu tidak membenci papa nak" Adipati melangkahkan kakinya keluar dari rumah Salma.


Salma hanya terdiam di tempatnya. Air matanya luruh seluruh-luruhnya membasahi pipi. Sungguh ini semua berada di luar kendalinya, begitu banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan sampai selesai dan tuntas tentunya.


"Huk.. huk.. huk..." Salma menangis dan suara tangisnya tersendat-sendat.


Alga yang tidak jauh dari tempat Salma menangis langsung memeluk dan menenangkan istrinya, tapi bukannya tenang malah tangisan Salma semakin pecah dan memekik telinga.


Jika ada orang yang mendengar pasti Alga di kirain berbuat macam-macam sampai Istrinya menangis tergugu begitu.


"Salma.. sayang.. menangislah jika itu membuat kamu tenang, kamu boleh meluapkan semuanya ke aku Salma" Alga berusaha menenangkan dan menguatkan Salma.


Salma memukul-mukul dada bidang Alga, Alga menerima itu dan menahannya. Lagian.. apa salahnya jika jadi sandaran dan pelindung untuk istrinya, sah.. sah.. saja bukan.


"Kenapa papa tega sekali Alga, kenapa. Kenapa semua orang begitu senang dan suka membuat aku terluka, apa aku di takdirkan lahir di dunia ini hanyalah untuk menerima luka saja? aku ingin bahagia juga Alga. Bahagia seperti mereka" Salma terluka.


Alga hanya bisa memeluk dan menguatkan istrinya, ia takut jika Salma menyerah dengan keadaan. Terkadang ia juga bingung kenapa diri ini tidak bisa di andalkan oleh Salma, bahkan sekedar pelindung saja tidak bisa bisanya cuma menyakiti lagi dan lagi.


"Aku akan selalu berada di sisi Salma sayang." Lagi lagi ucapan Alga seperti iya saja tidak akan melukai.


Pasti beberapa waktu yang akan datang kesalahannya terulang terus, Salma mulai lelah dengan permainan anak kecil.


Salma melepas dekapannya.


Alga harus rela melepasnya, lagian harus berbuat apa coba untuk menenangkan Salma. Dirinya memang pandai berbicara tapi untuk menenangkan seseorang ia tidak bisa, istrinya padahal butuh sosok yang selalu ada dan selalu menyemangati dirinya.

__ADS_1


*


Emak sedikit emosi sebenarnya, ingin merubah mc laki-laki nya biar sehat gitu hati dan pikirannya. Dan gak ngilangi kesalahan yang membuat orang berpikiran negatif.


__ADS_2