Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
84. Kecurigaan Salma


__ADS_3

Tapi sepertinya semangat hidup Salma memang benar-benar berada di titik nol drajat Celcius. Agam hanya bisa menghela nafas, mau bicara lagi percuma juga ujung-ujungnya gak ada jawaban yang pas.


"Eh.. aku bukan setan ya, masih ada kulit dan hidup ko di panggil setan." Terima gak terima ya terima saja lah ya.


"..."


Benar-benar tidak bisa di ajak bercanda lagi, sejak kapan Salma jadi begini mudah serius dan tidak mau berbasa-basi lagi. Apa ada yang salah di otak Salma sehingga Salma jadi begini, tau ah.. pusing di pikirin dalam-dalam.


Dari perjalanan sampai menuju kampus hanya diam-diam an seperti sakit gigi. Salma bahkan keluar dari mobil Agam saja tidak mengucap apa-apa hanya sekedar basa-basi tidak ada yah ada bibir monyong seperti ujung sepatu sudah itu saja tidak ada yang lebih.


Agam hanya menaikkan kedua bahunya, ada beberapa orang yang menyambut Salma tapi Salma hanya menatap saja tidak ada senyum di bibirnya.


"Mohon jangan di ambil hati ya, dia lagi PMS dan baru masuk kuliah lagi.. oke." Sambil mengisyaratkan agar fans Salma tidak berkecil hati.


Mereka paham, mungkin setelah sekian lama cuti.


Agam memang menjadi pelindung Salma saat Salma berada di kampus bahkan ada sesuatu rahasia lagi bahwa Agam selama ini lah yang membuat semua urusan Salma dari pekerjaan- pekerjaannya selesai dengan baik.


Agam mau Salma semangat dan tidak terpuruk, meski selama berteman dengan Salma ia belum pernah melihat sosok ibunya seperti apa. Pasti ibunya Salma adalah wanita yang luar biasa sekali sampai-sampai melahirkan putri yang begitu semenarik Salma dan juga cerdas.


Usai kuliah Salma diam saja apa lagi saat tadi jam istirahat tidak sengaja melihat Riska yang mengatai dirinya dengan kata-kata yang menohok.


"Mau aku antar sampai rumah atau naik taksi atau di jemput oleh sopir kamu?" pertanyaan yang tidak di gubris oleh Salma.


Agam lagi-lagi menghela nafas panjang, bagaimana menenangkan hati wanita dirinya saja tidak pernah punya kekasih.


"Tidak usah, kamu pulang saja sendiri aku mau di sini sebentar!" tanpa menoleh ia bicara lurus dan datar menatap jalan raya.


Sekilas ia melihat seorang laki-laki entah mirip atau memang ia orangnya tapi mana mungkin tadi katanya ke restoran di telpon langsung bahkan oleh bosnya.


'Apa perlu aku selidiki pekerjaan dia di restoran ya, lagian lucu juga restoran semewah itu mempekerjakan Alga yang cuma lulusan SMA saja, tapi mungkin ijasah SMA masih di terima di restoran sebagus itu.'


Salma mencari alamat tempat Alga berkerja, ia cek lokasi yang pernah Alga berikan dan ternyata sesuai dengan dugaannya restorannya begitu megah bahkan terkesan sangat mewah.


"Silahkan masuk." Sapaan yang ramah menurut Salma.

__ADS_1


Salma membalasnya dengan tersenyum tapi sayangnya tidak terlihat akhirnya Salma hanya mengangguk saja sebab ia menggunakan masker penutup mulut.


Salma mencari sosok suaminya tapi tidak ia temukan sama sekali sosok Alga dimana dia? katanya kerja di restoran, apa dirinya salah masuk restoran perasaan benar sesuai alamat yang pernah Alga berikan atau jangan-jangan Alga berbohong dan menipunya lagi.


Tak sengaja matanya tertuju pada pandangan yang begitu menarik dan juga menyayat hati. Alga suaminya, tidak salah lihat dirinya.


Alga bersama wanita muda dan cantik, bahkan Alga membantu wanita itu membawakan tas wanita itu, siapa dia. Bosnya atau kekasihnya, tapi..


Pandangan Salma tidak lepas dari Alga dan wanita itu, wanita itu penuh dengan kepura-puraan dan Salma bisa melihat itu.


BRUGH


"Ibu gak apa-apa?" Alga membantu bosnya.


"Tidak apa-apa Alga, terimakasih banyak ya sudah membantu saya. Oh.. ya ini!" memberikan kunci mobil.


"Ada apa Bu, anda butuh apa biar saya ambilkan." Lemah lembut bertanya.


"Tolong ambilkan bingkisan di dalam mobil ya," tersenyum begitu manis.


Salma mengekori Alga menuju ke area parkir khusus pemiliknya, benar saja mobil ini, tidak salah lagi ini mobil yang sama persis dengan yang ia lihat tadi di depan kampusnya.


'Kenapa kamu tega Alga, apa kamu tidak pernah ada rasa cinta di hatimu untuk ku?'


Salma menatap semua pergerakan Alga, bahkan Alga saja tidak sadar dengan kehadiran istrinya di tempat kerja. Raut wajah Alga begitu bahagia saat mengambil bingkisan di dalam mobil itu, bahkan ia dengan senang hati mengambilnya dan sedikit bernyanyi riang.


Hati Salma merasakan sesak yang dalam, niatnya ingin membuat Alga merasakan apa yang pernah ia rasakan tapi sekarang nyatanya dirinya lagi yang terluka meski sudah berusaha kuat dan tegar menghadapinya.


'Kenapa aku harus cemburu, mengambil bingkisan saja tidak lebih ko. Aku harus percaya jika Alga tidak akan melukai aku lagi.. Ya.. Allah hatiku sakit.'


Salma akhirnya memutuskan untuk keluar dari restoran itu setelah mengikuti Alga sampai di salah satu ruangan entah ruangan apa, pasti ruangan bosnya.


"Tapi penasaran." Salma kembali lagi diam-diam mengendap menuju ruangan itu lagi.


Sedikit terbuka ruangan itu dan Salma mengintipnya.

__ADS_1


Tidak ada Alga, dimana dia


"Sayang." Pelukan hangat Alga berikan pada Salma.


Ia tau sebenarnya sedari tadi jika istrinya mengikuti gerakannya.


"Alga.. lepas," memberontak tapi Alga tetap memeluknya.


Alga sengaja melakukannya agar Bu bosnya tau jika dirinya sudah punya istri padahal jelas-jelas di KTP dirinya tidak singel dan sudah menikah tapi dia gak peduli sama sekali. Bahkan dengan tidak tau malu tadi saat di mobil bicara ingin meniduri segala, gila gak tuh.


Tapi Alga tidak mau dan menolaknya jika Salma tau pasti Salma akan hawatir atau tidak ya kira-kira. Alga ingin cerita tapi menunggu waktu yang tepat saja.


"Tidak akan." Sengaja mengecup leher Salma tepat tidak jauh dari ruangan Bu Cherry.


Cherry yang melihatnya sedikit tidak terima ini di tempat kerja bukan tempat hiburan malam yang bisa sentuh sana sini.


"Ehem.. ini tempat bekerja, jika tidak ada kepentingan harap tamu mengkondisikan kesopanan" benar-benar sebelas dua belas dengan dosennya Salma yang killer tadi pagi jam pertama.


Salma yang bandel mendengarkan omelan itu tapi cuma lewat saja dari telinga kanan tembus ke telinga kirinya.


"Sekalian bu Cherry, saya mohon undur diri dari pekerjaan saya dan saya tidak dapat pesangon tidak apa-apa, semoga berita saya mengundurkan diri tidak jadi simpang siur akibat Bu Cherry tidak memberikan saya uang pesangon yang layak." Benar-benar ya Alga ini mata duitan.


Tapi hidup tidak ada duit juga gak bisa ngapa-ngapain, yang ada emosi sebab lapar bukan.


*


Emak yg paling sabar : Kenapa gak dari dulu saja sih Alga pikiranmu ecer dan enggak egois?


Tim penyemangat : Sabar mak sabar,


Alga Ranting : maafkan anak mu ini mak.


Emak yg paling sabar : Iya... sabar ko seperti Salma, benarkan anak emak yang strong woman?


Salma : Love love seantero negri buat emak 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2