
Alga masuk ke dalam kamar Salma lagi usai merenungkan sejenak ucapan Adipati, apa harus dirinya pura-pura lagi dan lagi. Ia tatap wajah gadis bernama Salma itu, ternyata dia sudah baikan perasaannya.
Tapi ini adalah kesempatan satu-satunya untuk bisa dekat dengan Salma dengan alasan Papanya Salma yang bernama Adipati yang menyuruh atau amanah jika kurang kuat demi masa depan, supaya kehidupan gak pontang panting cari sana sini demi sesuap nasi. Setidaknya ada simpanan untuk masa tuanya nanti entah itu sedikit atau banyak tetap di syukuri.
"Salma, aku mohon maafkan aku ya." Berdiri tepat di depan Salma.
"Gak apa-apa, tapi aku ada syarat," Salma menunjukkan sebuah foto.
Mata Alga melotot tidak percaya dengan apa yang ia lihat, pasti ini karangan Salma semata. Lagian bukannya selama ini antara Salma dan Riska ada dendam pribadi.
"Ka, kamu dapat dari mana foto itu. Kamu edit kan?" masih gak percaya juga.
"Ini nyata Alga, terserah kamu percaya atau tidak." Acuh tak acuh dan melempar ponselnya ke lantai sampai ponsel itu retak dan pecah.
Alga mengepalkan tangannya, ia ingin sekali menampar pipi Salma yang begitu tega memfitnah Riska, tapi dirinya ingat akan janjinya pada Riska untuk membuat Salma menyukai dirinya lalu di tinggalkan.
__ADS_1
'Baiklah kamu yang meminta sendiri dan memaksa aku melakukannya Salma, jangan salahkan aku jika kamu benar-benar mencintaiku, tega sekali kamu memfitnah Riska ku yang polos dan lugu. Tidak mungkin dia ada main di belakang ku, apalagi dengan pose di atas ranjang dengan pakai pakaian setipis itu.' Alga sangat benci dengan orang yang memfitnah wanita yang paling ia cintai.
"Aku sudah putus dengannya, tidak ada hubungan lagi. Terserah mau berbuat apa dia, itu tidak ada hubungannya denganku sedikit pun," Alga menahan gemuruh di dadanya.
"Bagus dong jika sudah putus." Salma malah bahagia, lagian kasihan Alga juga di manfaatkan untuk kesenangannya setidaknya jika putus tidak akan ada yang menganggu kerjaan Alga dan tidak ada kecerobohan lagi kedepannya gara-gara cinta.
Alga melengos, ternyata benar ini hanya tipuan Salma pasti foto itu juga editan mengingat Salma bisa melakukan apa saja di tambah ia juga punya anak buah di luaran sana, akal bulus wanita yang bernama Salma ini tidak dapat di remehkan. Terkadang membuat orang terlena sebab pesona kecantikannya namun juga berbisa seperti ular.
"Setelah memberi tau aku tentang foto itu, syarat apa yang hendak kamu ajukan Salma?" Alga menarik kursi dan duduk di dekat Salma.
Alga terpaksa tersenyum.
Bukannya barusan memfitnah Riska dengan menunjukkan foto berani, terus kenapa sekarang langsung menawarkan diri jadi pacar.
Menurut Alga, Salma ini sangat murahan. Tidak akan ada wanita yang seberani Salma menawarkan diri untuk menjadi kekasih laki-laki yang baru putus (pura-pura putus) dengan wanitanya.
__ADS_1
'Apa yang sedang di rencanakan Salma? aku harus menyelidiki teror tadi siang, aku gak mau sampai kecolongan lagi. Bisa-bisa gue gak dapat masa depan yang cerah sebab kehilangan pekerjaan ini, di tambah lagi di luaran sana banyak orang yang mengantri untuk bisa berkerja di kediaman Adipati, gaji selalu lancar belum lagi bonus dan uang makan di jatah baik.' Alga terlihat berpikir.
Salma seolah tau apa yang sedang di pikirkan Alga, pasti duit lagi. Benar-benar laki-laki realistis, duit lebih segalanya bagi dia.
"Baik, tapi aku mau gajian ku dua kali lipat dari bulan-bulan kemarin." Tebakan Salma benar, benarkan Alga matrek.
Gak yang perempuan gak laki-laki sama-sama suka uang, Salma sebenarnya muak menyelidiki kegiatan Riska yang selalu bermain dengan kekasihnya, dan beberapa kali selalu ada suara desah*n menggoda dari dua insan yang belum di ketahui siapa pemeran laki-laki itu, mereka melakukannya diam-diam pada tengah malam dengan lampu padam, jadi mata-mata yang di kirim Salma tidak dengar.
Salma tertawa.
"AA ... HA ... HA ..., aku gak jadi jika ada embel-embel duit di kalikan. Lagian untuk apa aku pacaran sama kamu yang jelas-jelas aku bisa dapat laki-laki yang tidak memiliki dendam pribadi atau sembunyi, keluar dari kamar aku sekarang," Salma mengusir Alga dengan kejam.
Alga tadi tersenyum tapi seketika senyumnya sirna saat ada kata sindiran dari ucapannya, ternyata menaklukkan nona muda ini sulit juga ya tidak seperti menaklukkan papanya Adipati. Benar kata Riska, ia wanita kejam dan sombong suka merendahkan orang lain pantas saja satu orang pun tidak ada yang menyukainya atau menjadi kekasihnya, ia terlalu angkuh dan pilih-pilih.
Tapi seorang Alga tidak mau menyerah sampai ia berhasil mendapatkan tujuannya.
__ADS_1