Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
8. Dimintai pertanggungjawaban


__ADS_3

Suara langkah kaki mendekati kamar Salma, Alga juga mendengarnya ia hendak buru-buru keluar namun malah kakinya tersandung dan badannya menimpa Salma yang kebetulan di depannya.


BBRRAAGGHH


"Aduh ... punggung aku, rontok ini." Salma menahan sakit di punggung dan pantatnya.


Adipati yang mendengar suara putrinya langsung berlari, matanya membulat saat melihat ada seorang laki-laki yang mencium kening Salma dan berada di atasnya.


"Kalian??" Adipati marah dan langsung mengangkat pemuda yang tak lain adalah putra dari pembantunya Arto dan menghempaskan Alga lalu menarik putrinya dan memeluknya.


Ruang keluarga.


Salma bersikap cuek, lagian dirinya gak salah buat pembelaan apa jika membela diri bukannya sama dengan bunuh diri lebih baik diam anteng dan gak buat ulah. Awas saja jika papanya punya niatan untuk menikahkan dirinya dengan playboy cap duit ini.


Sedangkan Alga panas dingin dan bebannya sebagai anak pembantu bertambah berat, dalam hati semoga Pak Adipati gak memasukkannya ke dalam sel atas tuduhan pelecehan se*sual.


"Bagaimana pertanggungjawaban kamu, Alga?" Adipati mengintrogasi Alga.

__ADS_1


"Saya, benar-benar tidak melakukannya Pak Adipati. Sumpah .... Saya tadi tidak sengaja terpeleset dan badan saya menimpa, putri bapak!" alasan Alga hanya menambah berat tekanan hidupnya.


Adipati melebarkan senyumnya.


"Pengalaman saya lebih banyak dari kamu Alga, jelas-jelas kamu tadi juga menyentuh bagian itu juga." Adipati malu dengan apa yang ia lihat, Salma yang tersadar baru merasakan jika tadi dirinya di lecehkan juga bagian atas di tambah lagi pas di tangannya pula.


Andai di sini ada roket milik astronot ia ingin sekali masuk dan sembunyi di dalam roket dan ikut terbang ke angkasa dan dirinya tidak akan muncul di hadapan si mesum Alga dari pada malunya ini loh gak ketulungan di tambah lagi kesel banget, Alga mencari kesempatan dalam kesempitan.


"Maaf Pak, tapi saya benar-benar tidak sengaja dan bukan sengaja. Saya benar-benar tidak menyangka jika tangan saya jayuhnya tepat di milik Nona Salma," sambil tangannya membentuk puncak pegunungan.


"Kalian ini sudah lama saling mengenal, apa tidak ada rasa cinta yang tumbuh di hati kalian?" menatap Salma lalu ke Alga.


"Tidak!" jawab kompak Salma dan Alga.


"Jawab tidaknya saja sudah kompak, sudahlah Papa ke kamar dulu. Jangan lupa Alga, kamu harus pikirkan perbuatan tidak senonoh kamu tadi dan renungkan jika Arto tau anak laki-laki yang ia banggakan tengah berbuat hal yang sangat bertentangan di keluarga kamu." Adipati berlalu pergi, saat meninggalkan Salma dan Alga ia tersenyum senang.


Akhirnya hari-hari yang ia tunggu akan datang, sudah tidak sabar rumahnya akan di kelilingi suara anak kecil yang rewel dan menangis pasti seru. Rasanya ia menjadi muda lagi, teringat saat Salma kecil dulu karena kesalahannya yang suka menanam saham membuatnya tanpa sengaja menanamkan sahamnya ke salah satu wanita bayarannya kala itu.

__ADS_1


Adipati hanya bisa menutupi jika ibu kandung Salma telah tiada lama, tapi pada kenyataannya ia adalah anak dari wanita bayarannya saja, karena wanita itu memiliki latar belakang yang tidak jelas membuat ia menyerahkan Salma dengan terpaksa agar keluarganya tidak tau pekerjaan apa yang ia lakukan di kota besar ini.


"Semua gara-gara kamu ya, awas saja kalau aku nikah muda gara-gara kamu." Salma memutar badannya dan langsung pergi meninggalkan Alga yang masih mematung.


Benar kata-kata Salma barusan, jika nanti di tuntut menikah bagaimana. Sedangkan dirinya tidak berbuat macam-macam, terus kekasihnya Riska nanti bagaimana jika tau dirinya berbuat seperti ini padahal tidak di sengaja. Pasti Riska akan kecewa berat padanya, oh ... tidak-tidak ia harus berbicara pada Riska besok saat mengantar kuliah semoga temannya tidak menjemputnya lebih dulu seperti kemarin-kemarin saat ada temannya yang mendahului dirinya mengantar Riska ke Kampus.


Salma berada di balkon, entah sejak kapan pintu kaca kamarnya ini tidak di kunci dari luar lagi bahkan semua rumah sudah tidak di isolasi mandiri lagi. Mungkin karena Papa sudah membebaskan dirinya, siku tangannya sedikit ngilu saat di gerakan lurus apa karena sedari tadi ia tekuk terus tanpa ia latih bergerak. Salma langsung berusaha melatih ototnya agar tidak kaku dan sakit lagi, pasti besok pagi badannya terasa remuk lagi.


Tok


Tok


Salma mendengar orang mengetuk pintu, pasti Papanya yang datang.


Saat membuka pintu ia menatap kecewa, bukan Adipati yang datang melainkan si mata duitan yang datang.


"Apa lagi?" Salma segera keluar kamar dan menutup pintu kamar dari pada terjadi kesalah pahaman yang lebih dalam lagi, bahaya kan jadinya.

__ADS_1


__ADS_2