
Jangan lupa like, komen, pencet love dan bintang 5 ya. Terimakasih banyak.
•
Salma menatap wajah teduh Alga yang tertidur pulas di sampingnya, padahal belum mandi usai bertempur panas barusan. Apa segitu lelahnya sampai- sampai pipi di colek dan di cubit tidak ada reaksi apa-apa.
"Kenapa berhenti?" membuka mata.
Salma di buat terkejut olehnya.
"Astaghfirullah bikin jantung senam tau!" menebah dada.
Alga ini, andai banyak tenaga pasti sudah habis di pukul oleh Salma. Seenak gitu main sruduk gak berhenti sampai pinggang mau putus, lalu dia tertidur yang di tiduri gak bisa tidur gara-gara sakit di tempat jajahan Alga.
"Ya Alhamdulillah kalau jantung kamu bisa bersenam, bisa mengurangi sakit jantung dong." Alga tertawa usai menjahili istrinya.
"Iya.. untung jantung aku bisa senam jadi gak perlu capek-capek olah raga dan jaga pola makan kan yaa...," Salma menimpali Alga bicara.
"Tidak seperti itu juga kali sayang, masa iya jantung berdetak keras satu kali gara-gara terkejut jadi gitu jawabannya gak perlu olahraga dan jaga pola makan"
"Lah terus harus gimana, katanya tadi Alhamdulillah jantung aku bisa senam?" Salma duduk bersandar sambil menarik selimutnya guna menutupi tubuhnya yang masih polos sepolos dirinya yang mudah tertipu dan di manfaatkan orang.
"Oke deh gak perlu olah raga lagi,masih berdetak kan jantungnya atau terkejut lagi?"
Pertanyaan Alga yang ngelantur di abaikan Salma, buat apa coba menanggapi omongan Alga yang ngawur gak karuan kemana-mana lagi.
__ADS_1
"Salma sayang, ko aku di cuekin lagi sih" Alga mengejar istrinya tapi Salma acuh tak acuh.
"Mau mandi lagi." Menutup keras pintu kamar mandi.
Brag
Alga sampai berkali-kali mengerjabkan matanya.
Ia lebih baik membantu istrinya mengemasi pakaian yang berterbangan kemana-mana, jika di ceritakan pasti malunya sampai ke anak cucu. Bagaimana tidak jika mereka tau kegiatan panas antara pasangan suami istri separah ini.
"Semoga bantuan kecil ini dapat berkesan di hati Salma, tapi.. entah dia terkesima dan terkesan atau tidak itu terserah dia. Lagian pasti dia sudah terbiasa melakukan hal kecil ini sendirian." Alga mengambil celana pendek lalu mengenakannya dan ia membuka gorden dan pintu kaca yang menghubungkan antara kamar dan balkon.
srak
Plak
"Sadar Alga.. usai kan fantasi kamu, kalau Salma dengar pasti akan mengomeli kamu lagi sebab kamu minta tambah jatah terus" Alga beberapa kali menampar pelan pipinya sendiri tapi masih terdengar begitu keras.
Salma masih asik berendam di bathtub sambil menggosok manja kulit di seluruh tubuhnya.
"Ko bisa ya aku tergoda lagi dan lagi oleh Alga, Hem.. apa tubuh Alga ada magnet yang tidak aku sadari, coba deh nanti ambil besi atau paku . Jika menempel pada tubuh Alga berati Alga memang punya daya tarik." Aneh-aneh sekali pikiran Salma.
Masa Alga punya magnet di dalam tubuhnya sampai-sampai dirinya terpesona terus oleh Alga.
Setelah mandi Salma langsung mengenakan pakaiannya dan tak lupa ia membawa sendok makan yang ia ambil dari dapur dan tentunya menyuruh salah satu pembantu rumah.
__ADS_1
Siti dan Nila di buat bingung buat apa sendok dan besi lainnya yang bisa menarik magnet di tambah lagi magnet dalam tubuh suaminya nona muda Salma.
"Mbak Salma itu ngapain ya bawa-bawa sendok garpu dan besi kecil bahkan peralatan untuk memperbaiki sepeda motor, mobil juga di bawa ke kamarnya?" Ucap Nila dan Siti mengangguk-angguk saja.
"Ya sudah dari pada kita bingung lebih baik kita siapkan saja makan, tapi.. gak jadi udah malam dan sudah makan malam lebih baik kita istirahat saja buat besok." Siti bergegas ke kamar tempatnya untuk beristirahat dan kamarnya bersebelahan dengan kamar Nila.
Salma bersenang-senang dengan mainan barunya malam ini, semua peralatan yang ia bawa tidak ada yang nyangkut sama sekali di tubuh Alga.
Alga saja juga kebingungan dibuatnya, ada apa sih dengan istrinya ini apa dia baru melihat tayangan di televisi atau di media sosial lainnya tentang magic, sepertinya iya deh terlihat dari gelagat Salma yang begini.
"Sayang.. ada apa sih kamu sebenarnya. Habis lihat magic di televisi ya atau di ponsel?" Hendak melepaskan sendok dan garpu yang dipaksa menempel.
"Enggak ko Alga, cuma penasaran saja," sambil menekan lebih keras lagi.
"Aduh.. sakit sayang, kamu mau membedah tubuh aku ya.. aduh.. stop.. stop.. sayang." Mengeluh kesakitan.
"Iya.. iya.. berhenti ini,sudah puas ko pada akhirnya aku tahu ternyata suamiku ini tidak punya medan magnet,"
"Medan magnet??? Apa ini sayang maksud kamu dengan kata-kata medan magnet itu?" belingsut mundur takut di tekan-tekan dengan benda yang di bawa oleh Salma dari dapur dan gudang tersebut.
"Ya.. semua ini gara-gara kamu yang selalu membuat aku tertarik Alga padahal kamu sering melukai aku seenak jidat kamu sendiri!" Blak-blak an sekali Salma ini.
Alga hanya bisa menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
Mau bagaimana lagi coba setiap momen apa pun itu selalu menyangkutkan masa lalu yang tidak penting tapi masih penting di hati dan pikiran Salma, sebab masa lalu itu bagaikan hantu yang gentayangan setiap saat, bahkan tanpa undangan ia datang sendiri.
__ADS_1