
Acara makan malam terjadi sangat khidmat tanpa ada gangguan sama sekali. Banyak cerita tentang kebahagiaan saat makan malam, mereka semua berharap Salma segera memiliki momongan secepatnya bila perlu anak kembar 3 atau 4 sekalian biar rame rumahnya.
Alga dan Salma saling menatap satu sama lain, sudah pernah melakukan tapi tidak ada tanda-tanda kehamilan, sepertinya perlu ke Dokter dan berkonsultasi tentang program kehamilan. Dan juga periksa apakah ada yang tidak subur diantara mereka berdua.
Alga meraih tangan Salma dan memberikan kekuatan untuk menguatkan Salma melalui genggaman tangan. Salma tersenyum dan bahagia, di lindungi dan di pedulikan seperti ini rasanya.
Salma tidak merasa ada yang aneh dan salah pada tubuhnya, tapi ia selalu sebal saat melihat wajah suaminya ingat kejadian lama bukan lama tapi beberapa minggu yang lalu masih terngiang-ngiang, apalagi jika menyangkut Riska haduh ... pengen nonjok langsung.
Di dalam kamar.
"Sayang." Pelukan hangat dari Alga langsung di lepas oleh Salma.
"Jangan peluk ... peluk. Aku risih Alga dan tidak nyaman kamu peluk, di tambah lagi tanganmu yang besar dan berat itu," Salma mengeluarkan keluhan yang ia rasakan.
"Kenapa sih, kamu aneh sayang. Aku kan cuma peluk saja tidak sampai kemana-mana ko tangan lembut aku ini." Elaknya padahal tangan sudah mengusap lembut di bagian perut bawah Salma.
Salma menghela nafas berat, ternyata semakin kesini semakin mesum sifat Alga dan manja. Tapi tidak apa-apa menyenangkan juga memiliki suami seperti Alga, polos, mesum, dan setia baru-baru ini setianya.
"Alga ... ja-- ngan," menahannya padahal tubuhnya sudah merasakan panas dingin akibat ulah nakal Alga.
"Jangan apa sayang? jangan berhenti begitu?" menggoda sang istri.
Alga dengan cepat bermain disana tanpa jeda, sukses membuat Salma pelepasan dia pun beranjak pergi begitu saja.
"Kenapa pergi, tidak mau berkunjung?" wajahnya sangat menggoda sekali.
"Tidak untuk malam ini!" tersenyum dan langsung menghilang di balik pintu kamar mandi.
Salma menatap nanar bayangan tubuh suaminya, apa tubuhnya tidak menarik lagi untuk di jamah olehnya. Apa jangan-jangan ada wanita lain yang menarik hatinya, jika benar ini tidak boleh terjadi.
"Alga." Salma mengetuk pintu kamar mandi dan ia menempelkan daun telinganya di pintu kamar mandi.
Ada suara air gemercik dan *******, apa sabun mandi dan air lebih menarik.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
"Alga buka pintunya." Terus saja mengetuk pintu tapi tidak di jawab oleh Alga, sudah kepala tanggung jika harus membukakan pintu kamar mandi yang lumayan jauh ia raih handel pintunya.
15 menit kemudian.
"Alga." Salma menatap dari ujung kaki sampai kepala, dia baru saja mandi ternyata.
"Iya, ada apa?" Alga tersenyum lalu menuju meja rias yang terdapat hair dryer dan hendak mengeringkan rambutnya.
Salma menangis sesenggukan. Alga langsung memeluk istrinya dan mengusap punggung istrinya penuh cinta, dirinya sangat tidak tega melihat Salam menangis lagi untuk dirinya yang tidak baik ini, tidak pantas dirinya ini di tangisi oleh Salma.
"Salma ... Salma ... sayang, kenapa kamu menangis sayang?" mengusap kedua pipi Salma yang sudah banjir air mata.
"Hu ... hu ... hu ... kamu jahat Alga!" jawabnya masih menangis.
"Salma ... aku mohon berhenti menangis oke, aku salah ya ... jadi aku mohon padamu untuk berhenti menangis, jangan menangis lagi Salma." Bukannya berhenti justru tangisan Salma semakin kencang.
Alga tidak bisa membuat kekacauan di rumah.
Alga meluma7 bibir Salma dengan penuh penekanan dan naf$u ia ingin Salma diam dan hanya cara ini adalah cara satu-satunya untuk menghentikan suara tangisan Salma yang pecah.
Tidak tinggal diam ia menggigit pelan bibir Salma bagian bawah agar lidahnya dengan bebas mengintrogasi dalamnya satu persatu tanpa jeda, setelah puas ia melepas pagu7annya.
"Aku tidak ada niat sedikit pun untuk melukai kamu Salma, besok bukannya kita ada sedikit masalah tentang wanita yang bernama Karina ... Karina itu. Apa kamu lupa hem?" menarik dagu Salma dan menatap wajah Salma yang sedikit mendongak.
"Iya aku tidak lupa, tapi serasa aneh Alga saat kamu menjamah ku tanpa melakukan hal lebih. Apa sabun di kamar mandi lebih menggoda dan lebih harum dari tubuhku?" cicitnya pelan dan malu.
Alga mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"Aku tidak mau menyentuh kamu mendadak lagi Salma, aku takut kamu risih dengan naf$u dan sikap manja aku ke kamu sayang!" mengecup kedua mata Salma bergantian kanan kiri.
'Padahal aku juga mau di apa-apakan bahkan di buat keringetan, tapi bibir ini malu mengungkapkan bahwa aku mau itu.' Salma hanya mampu membantin dalam hati dan ia tidak bisa mengekspresikan secara langsung pada Alga.
"It's oke gak masalah Alga, tapi lain kali jangan cium aku lagi." Tegasnya padahal sebenarnya tidak berani.
"Yakin gak mau di cium? tapi setiap aku sentuh kamu menikmatinya loh bahkan belingsutan gak karu-karuan," Alga hanya menggoda saja sebelum ia mengajak Salma merebahkan diri dan istirahat.
"Apaan sih." Memunggungi Alga.
"Hadap sini, gak boleh suami di punggung in," membalikkan badan Salma menjadi menghadap dirinya.
"Kamu ko marah-marah lagi sih Salma, nanti cantiknya hilang loh." Alga menyunggingkan senyum.
"Biarin, lagian gak cantik ko jadi aman-aman saja gak bakalan hilang juga," mengerucutkan bibirnya.
Alga gemas segemas-gemasnya pada Salma, ko bisa ada wanita seperti ini.
"Ayo tidur." Ajaknya tapi lengan kokohnya di singkirkan Salma.
"Aku mau ke kamar mandi dulu," beranjak pergi.
"Pergilah dan hati-hati Salma." Melambaikan tangannya.
Salma hanya menatap datar tanpa ekspresi, bingung sih dengan kisah cinta ini. Benarkah itu Alga atau jangan-jangan hanya hayalannya saja, Salma menepuk pipinya beberapa kali untuk menyadarkan diri.
"Aduh ... sakit, jadi ini sungguhan. Tapi aku tidak boleh gegabah lagi, nanti setelah luluh dia berulah lagi. Makan hati lagi kan jadinya, sudah cukup yang kemarin-kemarin menahan luka tapi tidak untuk sekarang. Oh ... ya gimana kabar si terepes, apa masih dengan cowok playboy cap Elang itu. Tapi ngomong-ngomong mereka cocok, yang satu Jalan9 yang satunya bajing4n pas ... banget." Ngedumel sambil membersihkan area bawahnya yang sudah kering bagian tepinya.
Memang sebaiknya di bersihkan untuk menjaga kesehatan cara yang benar membersihkan ✓@91na yang benar adalah dengan membasuhnya dengan air bersih, lalu keringkan dengan tisu dari arah depan ke belakang atau dari ✓@91na ke anu$. Hal ini penting untuk mencegah berpindahnya bakteri dari anu$ ke dalam ✓@91na. ✓@91na perlu dibersihkan setiap habis buang air kecil atau buang air besar.
Ada poin penting cara membersihkan bagian dalam justru dapat meningkatkan risiko infeksi, sebaliknya untuk bagian luar perlu dibersihkan untuk menghindari terjadinya infeksi. Terutama setelah buang air kecil, buang air besar, maupun berhubungan sek$.
*
__ADS_1
Yang positif diambil yang negatif di buang oke
Terimakasih sudah membaca