Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
83. Menanti ketulusanmu


__ADS_3

Pagi hari.


Mata Salma masih saja sembab, sebab semalaman ia menangis sendiri sedangkan Alga tidak di izinkan masuk ke kamar. Alga tentu saja panik takut iman Salma setipis imannya yang gampang tergoyahkan, takut Salma berbuat nekat seperti berita-berita di televisi.


"Salma.. sayang." Alga ingin memeluk dan mencium di iringi ucapan selamat pagi.


"Iya..," tidak ada semangat untuk hidup.


Alga terdiam, bingung juga dengan Salma. Apa perlu mengajak jalan-jalan dia agar bahagia tapi pagi ini Salma ada jadwal kuliah bagaimana dong.


Tik tok


Suara pesan masuk ke ponsel Salma, Salma menatap sejenak siapa yang mengirimkan ia pesan singkat.


Salma mengerutkan Alisnya dan menatap sekilas suaminya. Tapi apa salahnya jika Agam menjemputnya toh.. Agam orangnya baik dan perhatian gak neko-neko atau tidak aneh-aneh dan tulus membantu. Tapi bagaimana dengan Alga, Alga suaminya ia harus berbakti meski ia marah dan kesal dengan Alga.


"Kenapa menatapku seperti itu Salma?" Alga menunda sarapannya.


"Aku mau berangkat, Agam sudah berada di jalan mau jemput pasti sebentar lagi sudah sampai!" jawab Salma yang tentu saja membuat Alga teriris hatinya.


Kemarin-kemarin menyuruh Agam atau Samudra untuk menggantikannya kenapa sekarang jadi pengecut jika mereka mengabulkan, tapi.. pura-pura baik-baik saja hati ini resah dan cemburu.


"Salma.. apa tidak mau aku saja yang mengantar kamu sampai ke kampus?" Alga seperti seorang yang memohon-mohon tapi.. kurang kreatif.


"Tidak usah, nanti ketemu cinta pertama jatuh cinta lagi. Lagian melanggar surat perjanjian siap-siap saja.. aku tetap bersih kukuh di pendirian ku mumpung aku masih muda dan juga cantik!"


Jika Salma sudah membahas ini maka nyali Alga langsung mengecil, kenapa takut kehilangan? sebab bersama Salma Alga merasakan jadi diri sendiri dan kepercayaan diri Alga meningkat.

__ADS_1


Beginilah seorang wanita, maupun marah senang sedih dan terluka ia akan tetap menghormati suaminya, jika sang wanita itu benar-benar istri setia dengan pernikahan dan juga cinta.


'Aku sebenarnya senang kamu berinisiatif lagi mengantarku pertama kali ke kampus, tapi Alga.. aku mau kamu tulus tidak seperti sekarang. Jika bukan karena Agam mau menjemput ku sekarang apa mungkin kamu bicara begitu, rasanya sungguh mustahil dan seperti mendapatkan harta Karun yang isinya tak bisa di nilai.'


Salma bergegas dan siap-siap kembali ke kamar untuk mengambil tasnya.


Alga menatap setiap langkah Salma kemanapun ia berjalan, tapi hendak menghalangi tapi telponnya berdering dan itu telpon dari bosnya.


📞 "Siap.. saya akan segera berangkat Bu bos."


Salma memang tidak tau jika bosnya Alga seorang wanita, pasti cantik dan menggoda sampai-sampai Alga semangat begitu wajahnya. Tapi.. Salma juga tidak mau berpikiran buruk tentang suaminya meski suaminya imannya burik dan tipis banget.


Salma segera menemui Agam dan masuk ke dalam mobil tanpa berpamitan pada Alga, moodnya memburuk lagi sedangkan Agam tau pasti pasutri ini sedang perang dingin lagi. Sebagai sahabatnya sejak dulu Agam tau jika Salma sudah dengan satu orang pasti akan kesulitan move on dari dia, Dan beruntung sekali laki-laki yang di cintai oleh Salma.


"Marahan?" tanya Agam.


"Terus.." jiwa ke kepo an Agam muncul.


"Ya.. terus nabrak deh, lagian kenapa sih tanya-tanya. Ayo.. berangkat aku gak mau ya sampai telat dan nanti sama Dosen di absen tidak masuk mata kuliahnya, bisa-bisa aku gak lulus lagi dari dosen killer berkacamata." Salma ucapannya ada benarnya juga.


Lagian dosen pagi ini benar-benar membuat kepala pecah jadi 5 bukan 2 lagi, sebab selain bawel Dosen ini gak mau tau jika ada mahasiswa atau mahasiswi yang tidak mengikuti pelajarannya pasti akan mendapatkannya nilai D bahkan E tanpa ampun yang artinya mengulang lagi tahun depan supaya lulus mata kuliahnya.


Alga ingin mengantarkan Salma ke kampus tapi lagi-lagi bosnya menyuruh ia datang lebih pagi dari kemarin, ada apa sih? Alga penasaran kenapa hari ini semua kacau dan tidak berjalan sesuai angan-angan nya, kenapa?


Alga menarik kasar rambutnya ke belakang.


"Sal.." hendak menghentikan tapi mobil Agam sudah melesak ke jalan raya.

__ADS_1


Alga menatap ujung kakinya yang belum menggunakan sepatu untuk berkerja, lagian jam segini kenapa sih Bu bos menyuruhnya untuk datang. Kacau semua kan jadinya, mau menolak perintah bosnya tapi sebentar lagi gajian.


"Sialan.. kalau gak kepepet kerjaan sudah aku paksa Agam berangkat sendiri, enak sekali menjemput istri orang yang jelas-jelas milikku." Alga mengepalkan tangannya.


Sedangkan Salma termenung di dalam mobil Agam, pikirannya kemana-mana apa yang sedang di lakukan Alga dengan bu bosnya itu. Masa sih bosnya muda dan belum nikah,tidak mungkin deh jika masih muda punya usaha segede itu.


Kalau dirinya punya usaha sana sini sebab ia rajin menabung dan uang hasil tabungannya ia investasikan dan di jadikan usaha untuk masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dan dapat di percaya.


Jika di kalkulator pendapatnya besar sekali tapi demi berbakti dan sudah ada tekat dalam hati jika investasinya di club malam ia sumbangkan ya sudah sekarang memegang usaha yang berada di pasar saja meski tidak besar tapi masih punya tabungan belum lagi papanya masih rutin kasih bulanan yang Alga sendiri tidak tau dan sengaja tidak di kasih tau, lagian buat apa memberi tau jika nanti ujung-ujungnya terluka, lebih baik jaga-jaga saja dulu.


'Orang-orang memang penuh dengan kemunafikan, Cih.. bahkan Rio dan Kamila saja hilang di telan bumi entah sekarang di mana. Beberapa waktu aku juga melihat perkembangan panti asuhan yang mendapatkan biaya dari investasi ku itu, meski aku tau orang yang tau dapat dana dari mana tapi aku ikhlas ko demi anak-anak supaya bisa melanjutkan hidupnya dan juga sekolah agar menjadi lebih baik lagi, setidaknya aku tidak terlalu berdosa sebab uang hasil kerja tidak aku shodaqoh kan. Meski aku tau entah amalanku ini diterima oleh Sang Maha Kuasa atau tidak.'


"Ehem.. termenung lagi dan ngelamun lagi, apa gak pedih tuh mata melotot terus." Bercanda namun Salma tidak bergeming ia masih asik dengan lamunannya.


"Ganggu aja, aku mikirin panti asuhan kali. Gimana nasib anak-anak sekarang" ketusnya bukan main.


Agam menebah dadanya sudah biasa dapat omelan jika dia nih lagi berantem dengan Alga, kenapa hubungan mereka gak selesai saja sih bikin orang yang gak salah jadi korban.


"Lah.. emangnya aku ganggu apa? perasaan gak ganggu deh justru aku menyelamatkan kamu dari rasukan setan yang terkutuk kali," Agam terus saja membuat suasana tidak sepi.


"Kamu tuh yang setan kayak dia gak merasa berdosa" sahutan yang begitu sadis.


Tapi sepertinya semangat hidup Salma memang benar-benar berada di titik nol drajat Celcius. Agam hanya bisa menghela nafas, mau bicara lagi percuma juga ujung-ujungnya gak ada jawaban yang pas.


*


Hem... gak bisa komentar 😭

__ADS_1


__ADS_2