Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
66. Dimaafkan dengan mudah


__ADS_3

Alga mati kutu, mau mengelak juga tidak bisa kenyataannya saja memang benar adanya jika dirinya ini super licik bahkan bapaknya saja sering kecewa sekali dengan Alga, mau di bilang menyesal memiliki anak seperti Alga semua sudah terjadi mau bagaimana lagi semua begitu cepat dan tidak dapat di kendalikan lagi, untung saja keluarga Adipati masih berbaik hati menolong dan tidak mengusirnya.


"Maafkan aku Salma, aku mohon." Alga dengan tulus meminta maaf, meski sangat mustahil akan mendapatkan maaf dari Salma.


Salma tersenyum.


Memang tidak baik memendam sendiri, lebih baik memaafkan saja dari pada terus menerus menyimpan dendam yang teramat dalam.


"Iya aku maafkan," Salma mengangguk.


Alga melebarkan matanya, kenapa semudah itu memberi maaf. Apa kesalahannya ini pantas di maafkan begitu saja, bukankah harus di hukum dulu dengan cara membalikkan keadaan yang pernah Salma alami.


Lagi-lagi kata-kata maaf dari Salma meluncur begitu saja dengan mudah, wanita yang berlapang dad4 saat ada orang yang menyakitinya tapi tetap ia maafkan, begitu sangat mulia hati Salma dan tidak sepantasnya di lukai.


Dan juga termasuk kecelakaan yang merenggut mata dan ingatannya, wanita hebat yang harus di perjuangkan sampai waktu yang tidak dapat di tentukan. Kalau bukan karena dirinya ini yang masih menyimpan nomor Riska mantannya pasti Salma tidak menderita begini.


"Terimakasih banyak Salma, aku janji tidak akan melukai kamu Salma." Ia memeluk erat tubuh Salma penuh suka cita.


'Untung bisa di selamatkan harta keluarga, gak yakin aku jika Alga memegang kerjaan salah satu milik papa, bisa-bisa setelah mendapatkan tujuannya nih bajing4n licik bakalan kabur dengan Riska. Sebab selama ini aku gak yakin jika nih orang sudah move-on dari Riska si terepes itu.' Perasaan Salma geregetan sekali, awas saja jika di kasih kesempatan tapi belonyok lagi atau ingkar lagi.


Salma tidak bergerak dan tidak membalas pelukan erat Alga, ia risih di peluk Alga. Jika dulu di peluk jantungnya akan berdetak lebih cepat sedangkan sekarang tidak, apa rasa ke Alga perlahan memudar sebab seringkali terluka.


'Bagus deh jika tidak ada debaran di dad4 aku, setidaknya tidak akan sakit hati lagi.' Salma senang sekali.


Tapi jika mata ini benar-benar pulih secara sendiri dan alami, apakah saat melihatnya nanti akan ada getaran di dada4 kembali. Sang Maha Kuasa memang mengatur garis takdir makhluknya sendiri-sendiri dan sekarang tergantung pada hati masing-masing ingin lanjut atau berhenti.

__ADS_1


Rumah tangga yang masih bisa di selamatkan dan di perbaiki kenapa tidak, tinggal di jalankan dengan ikhlas dan berserah diri Kepada-nya bukan.


Alga melirik ponselnya sebentar, sebenarnya ia mau meminta izin ke Salma soal tantangan Samudra di klub malam.


Lagian ... hubungannya barusan membaik dan tidak mungkin ia kacau kan lagi, lebih baik kehilangan kepercayaan orang itu (Samudra) dari pada kehilangan kepercayaan dari Salma. Sudah bagus Salma gak meminta kompensasi macam-macam untuk mengembalikan kepercayaan.


Memang sosok Salma hanya ada 1 di dunia ini dan itu terdapat di diri Salma saja, putri tunggal keluarga Adipati yang terhormat dan keluarga yang mendapatkan kepercayaan baik di mata masyarakat.


'Tapi ... jika aku tidak jujur dan tidak berterus terang bukannya Salma akan semakin membenciku, aku tidak mau itu terjadi. Aku harus meraih hati Salma kembali agar ia tidak jatuh di tangan laki-laki lain, aku tidak rela Salma di miliki orang lain. Cukup aku selain papanya.' Batin Alga, ia memang mau memperbaiki dirinya demi Salma seorang.


"Salma, bolehkan aku bicara sesuatu?" ragu-ragu tapi harus jujur.


Salma mau menolak tapi, sudahlah harus berbesar hati menerima saja tapi jika ia rasa pembicaraan tidak penting harus segera di hentikan saja.


"Bicara apa? penting tidak?" ketusnya malas melayani.


Salma membelalak tidak percaya, lalu ia.


"Samudra siapa Alga?" pertanyaan Salma sukses membuat Alga bertambah bingung menjelaskannya.


Jika di jelaskan jika Samudra pengagumnya bertambah pula rasa sesak di dada4nya sebab saingan tambah banyak lagi, haduh ... punya istri cakep yang meresahkan jiwa raga dan memporak porandakan hatinya yang mudah baper sekarang.


"Laki-laki yang ingin menggantikan posisi aku sebagai suami kamu Salma, sebab ... aku hanya bisa memberikan kamu luka saja, bukan kebahagiaan yang sempurna untuk kamu Salma!" Alga jujur apa adanya.


Salma tidak percaya ia menepuk jidatnya, Samudra ternyata begitu pada dirinya. Apakah Samudra nanti akan nekad melakukan hal di luar batas dan melukai banyak orang, harus waspada di tambah lagi Alga itu antara bodo4 dan polosnya gak ketulungan.

__ADS_1


Istilahnya nurut banget dengan ucapan orang yang sudah ia kenal, menyebalkan sebab belum bisa memilih yang baik atau tidak untuk dirinya dan keluarganya.


Salma melengos jika ingat Alga yang lugu bin gak ada obatnya, jika Alga masih sama seperti dulu berarti sah ... bodo4nya gak ketulungan lagi. Salma beberapa kali beristighfar untuknya sendiri dan sabar-sabar menghadapi orang seperti Alga.


Salma membayangkan jika Alga masih sama saja bucin, ia harus menguji Alga lagi supaya Alga mau mengekspresikan rasa cintanya tanpa ada yang di tutupi lagi.


"Samudra ya, masa sih begitu. Pantas saja ia perhatian sekali saat di acara peresmian restoran seafood milik Agam, sepertinya aku harus kesana ya untuk menemui dia dan bertanya langsung." Gumam lirihnya langsung mendapatkan sorotan tajam mata Alga tapi sayangnya Salma tidak melihat hanya saja hawa di sampingnya jadi horor.


"Tidak boleh, kamu istri aku dan aku sebagai suami kamu melarang mu untuk menemui pebinor itu, aku gak rela. Sudah cukup Agam menggoda kamu tidak perlu di tambah lagi Samudra yang notabenenya kakak sepupunya Agam, kamu mau menjerat mereka semua? Aku tidak mengizinkannya sekalipun mereka menjelek-jelekkan aku," Alga langsung memeluk erat tubuh Salma dan enggan untuk melepaskannya.


"Apa buktinya?" Salma menantang sekaligus pertanyaan yang aneh dan gak masuk akal.


"Bukti apa? Jawabanku aku menangnya apa coba. Perasaan aku tadi bilang gak mau ada pebinor menambah lagi!" Alga benar-benar di buat bingung dengan pertanyaan Salma.


Kenapa wanita selalu begini, di tanya ini jawabannya itu dan melenceng dari topik.


"Ya ... Bukti jika kamu tidak rela aku menemui Samudra." Salma benar-benar tidak tau jika ucapannya barusan memancing Alga kembali.


Sebagai laki-laki biasa dan normal tidak akan pergi dari sungguhan menggoda sang istri di tambah pose Salma begitu deg deg ser di ha$ratnya. Aliran darahnya berdesir cepat dan ingin sekali melahap apa yang ada di hadapannya itu tanpa sedikitpun memberikan jeda pada si empunya.


Sesaat kemudian saat wajahnya sudah benar-benar mendekati Salma, kemudian ia tersadar dan langsung menghentikan sebelum Salma semakin menghindar sebab baru saja hubungan ini membaik.


"Maaf." Alga memalingkan pandangannya dan hendak pergi namun tangannya berusaha diraih oleh Salma.


*

__ADS_1


Ayo dong dukungannya biar semangat upnya


__ADS_2