Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
39. Kejutan di rumah sakit


__ADS_3

Salma kembali ke rumah, apa benar perkataan Riska saat di perpustakaan tadi jika Alga masuk ke rumah sakit. Kenapa rasa penasaran menghantui dirinya, Salma menepis angan-angan tersebut dan memilih melanjutkan menjual mobilnya.


Meski bukan mobil kesayangan tapi mobil ini terlalu penuh dengan penghianatan, supaya bisa cepat lupa lebih baik di jual saja.


💬 Kamu dimana? sedang apa. (Dari Agam)


Salma melihat pesan itu tapi ia tidak membalasnya, hari ini ia sibuk menata hati kembali. Memang dari awal pernikahannya dengan Alga suatu kesalahan, biarkan dirinya dan diri ini bebas dari ikatan yang saling menyakitkan.


Setelah menjual mobil itu Salma memesan taxi menuju rumah Adipati Papanya yang tidak jauh dari tempat ia menjual mobilnya.


Kediaman Utama Adipati.


Salma dengan anggun keluar dari mobil taxi tentunya ia sudah berganti pakaian lebih anggur dan feminim dari biasanya, bukannya orang move on salah satu cirinya berganti gaya tampilan. Bahkan rambut Salma juga di ganti gaya meski tetap menggunakan warna asli rambutnya sedikit kecoklatan.


Banyak rentetan pertanyaan dari Agam namun Salma tetap bungkam tanpa mau membalas pesan, ia tidak mau memberi harapan pada Agam untuk sekarang.


"Papa ...." Salma mencari Adipati tapi ia lupa jika papanya di jam segini sibuk mengurus perkebunan.


Pasti ada masalah lagi di perkebunan, ternyata benar setelah Salma bertanya pada satpam dan beberapa pembantu rumah.


Saat makan malam Salma makan sendiri dengan di temani pembantu dan satu orang tukang kebun dan satpam di depan rumah sambil mengadakan acara bakar-bakaran.


Salma bertanya pada para pekerja rumah, dimana keberadaan Alga sekitar 1 Minggu yang lalu.


Salma cukup terkejut jika ucapan Riska memang benar jika Alga berada di rumah sakit beberapa waktu ini.


'Apa sebaiknya aku jenguk dia ya?' bertanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Ia menatap jam tangan yang kebetulan ia kenakan, mumpung masih jam segini coba ia cek ke rumah sakit. Tapi rumah sakit yang mana harus ia cek, mau tanya tapi ada gengsi nih.


"Mbak, boleh saya tanya sesuatu?" bisiknya pada pembantu paruh baya.


"Apa non!" jawabnya berbisik juga.


"Em ... soal Alga suami saya, berada di rumah sakit mana?" pertanyaan Salma membuat mbok Semi terkejut.


Bagaimana bisa pasangan suami istri tapi tidak tau keadaan atau keberadaan satu sama lain, apa seperti ini keadaan pernikahan tanpa adanya cinta. Perasaan jamannya dulu pernikahan tidak seperti ini meski perjodohan, mereka tetap sama-sama saling perkenalan dan tau satu sama lain meski tanpa cinta, sebab dirinya juga mengalami hal yang serupa menikah sebab di jodohkan dengan pemuda kampung lain.


"Kalau tidak salah rumah sakit dekat sini nona Salma, rumah sakit Umum XX!"


Salma mengangguk setelah mendengar jawaban Semi salah satu pembantu di rumah papanya, ia segera pergi setelah mendapatkan informasi dimana Alga di rawat.


Ia tidak membawa apa-apa hanya ingin melihat dari jarak jauh saja bagaimana keadaannya. Sesampai di rumah sakit Salma menuju meja resepsionis untuk menanyakan tempat dimana pasien bernama Alga Ranting di rawat, usai mendapatkan tempat Alga di rawat harap-harap cemas menyelimuti pikirannya.


Jantung Salma hendak lepas saking terkejutnya, apa matanya tidak salah lihat. Ia melihat Alga sedang di suapi oleh Riska, oh ... sungguh sesakit inikah rasanya di hianati lagi dan lagi.


Salma duduk di salah satu kursi yang berada di lorong rumah sakit dan tempatnya tidak jauh dari kamar rawat Alga.


Ia membuka nomor Alga yang sudah ia blokir dan ia baca satu persatu perihal dirinya di rawat dan meminta untuk di jenguk.


"Ternyata aku yang menghalu terlalu tinggi, kejutan di rumah sakit ini membuat akun sadar sekali, awalnya aku berharap jika dia akan berusaha sedikit keras demi pernikahan Hem ... ternyata. Benar ya ... kata orang laki-laki tidak bisa menahan jika di tinggal pasangan ia akan segera mencari pengganti, sepertinya aku harus demikian juga lagian aku masih muda dan energik." Salma menghapus nomor Alga dan ia blok sebelum ia hapus.


Meski nanti kemungkinan besar nomornya di hubungi kembali dengan nomor lain.


Tepukan di pundak Salma mengejutkan Salma yang sedari tadi mengetik beberapa pesan pada Rio, Kamila dan tentunya Agam.

__ADS_1


"Astaghfirullah." Salma terjingkat.


"Mbak, ini untuk mbak." Seorang pemuda tampan bahkan sangat tampan memberikan dirinya sebuah kotak makanan.


"Terimakasih banyak," Salma tersenyum.


Salma menatap seragam yang di kenakan pemuda itu, umurnya mungkin hampir sama dengan dirinya. Seorang Dokter muda jika di lihat dari jas yang berada di lengan kirinya sedangkan baju kemejanya sedikit ia gulung bagian lengannya.


Rio dan Kamila segera menuju rumah sakit sesuai lokasi yang di berikan Salma.


"Kenapa baru sekarang si kak kasih info." Kamila terkejut di beri tau jika Salma sudah menikah 2 Minggu yang lalu.


Berita seheboh ini.


"Males menanggapi pernikahan tanpa perasaan," cuek dan berlaga baik-baik saja padahal dalam hati remuk.


*


Ayo dong like, komen dan kasih hadiah juga boleh.


Emak mohon doanya ya demi karya ini semoga semakin banyak yang minat membacanya, dan satu lagi doain Emak biar sembuh dari sakit.


Alergi obat dan makanan tertentu, benar-benar menyiksa tapi Emak tetap usaha up rutin setiap hari ya.


Jadi di mohon dukungan biar moodnya tetap bagus dan baik.


Terimakasih banyak teman-teman dan pendukung Emak dari awal karya ini rilis.

__ADS_1


__ADS_2