Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
21. Di bersihkan, semakin membekas


__ADS_3

Dret


Dret


Ada 2 pesan masuk ke dalam ponsel Alga, tertera nama Honey dengan emoticon love pasti dari Riska. Ternyata dua orang ini masih saling berhubungan satu sama lain atau jangan-jangan Alga sebenarnya pura-pura putus dengan Riska.


Salma hanya melirik sekilas dan ia kembali acuh tak acuh lagi, itu urusan mereka bukan urusan dirinya jadi sebisa mungkin Salma tidak ikut campur meski sekarang dirinya lah yang berhak atas Alga sebab dia suaminya sekarang.


Kepala Salma sedikit pusing dan badannya terhuyung sedikit, untung saja dirinya berada di ranjang jadi sandaran tempat tidur menjadi tempat berlabuhnya.


Alga langsung menyambar ponsel itu dan menatap siapa yang mengirimkan pesan, untung tidak telpon jika iya pasti ketahuan oleh Salma semuanya dan rencana yang sudah di susun akan berantakan dan tidak ada artinya lagi.


Salma hendak bertanya tapi suara kunci pintu di buka membuatnya tidak jadi bertanya, dan kesempatan ini membuat Alga bernafas lega.

__ADS_1


Siti terkejut dengan apa yang ia lihat, tuan dan nyonya sepertinya tadi malam menghabiskan malam panjangnya dengan nikmat dan juga tenang, tapi juga penuh dengan gairah terlihat dari kamar yang berantakan dan harus segera di rapikan.


"Mbak Salma dan mas Alga???" pertanyaan muncul banyak di kepala Siti.


"Sudah tau kan, aku mau keluar mandi. Jangan lupa tempatnya di bersihkan, aku tidak mau ada sedikit debu menempel!" jawaban Salma berlalu pergi menuju ruang yang berada di sebelahnya.


Ternyata barang-barang ada di tempat ini, Salma segera mengambil beberapa helai pakaian dan perlengkapan lain dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


Alga sedikit tersindir, debu menempel. Sial ... pasti gara-gara dirinya terlupa mengganti nama Honey di ponselnya. Kenapa Riska mengirimkan pesan di saat yang tidak tepat seperti ini, susah ini pasti nanti menaklukkan hati Salma lagi padahal tadi masih baik-baik saja setelah perdebatan saling menyalahkan atas kejadian tadi malam.


Salma mandi dengan menggosok seluruh badannya tanpa ampun, biar saja seluruh badannya lecet dan membekas luka lagian dirinya sudah kotor bahkan sangat kotor. Cinta satu malam dengan suaminya membuat Salma menyesal, kenapa tadi malam tidak menghentikan naf$u dalam dirinya ini.


"Kenapa bekasnya gak hilang sih?" Salma menggosok lagi dan lagi badannya sampai memerah semua, tapi bekas jajahan Alga masih menempel jelas di badannya.

__ADS_1


"Biarlah bekas ini menancap dalam ingatanku dan tubuhku, lagian aku sudah ikhlas. Aku tak mau menyesal apa yang sudah terjadi, aku rela melakukannya sebagai bakti ku pada suami. Dan juga demi Papa tercinta." Gumam lirih sebelum ia memejamkan matanya.


Setelah lelah membersihkan badan namun tak kunjung bersih ia capek dan memejamkan matanya di dalam bath tub yang tidak ia isi dengan air, dari pada kehabisan nafas sebab ia tertidur di dalam bath tub lebih baik di kosong kan saja isinya. Belum juga ia membalas perbuatan Riska dan juga Alga masa harus pergi gara-gara kehabisan nafas dan kebanyakan air masuk dalam saluran pernafasan sampai paru-paru.


Adipati yang mendengar berita baik ini tidak henti-hentinya mengeluarkan senyumnya, sebelum suara deringan telpon membuyarkan lamunannya.


"Siapa sih ganggu momen bahagia ini." Menatap malas layar ponselnya.


Ternyata salah satu orang kepercayaannya tengah melapor jika ada masalah dengan pengiriman tembakau di salah satu pabrik terbesar di kota ini dan harus ganti rugi yang cukup banyak. Adipati memijat kepalanya, baru juga bahagia tapi ternyata ada masalah di pengiriman tembakau, dengan terpaksa Adipati bergegas pergi. Ia menatap lantai atas namun tidak ada tanda-tanda sepasang pengantin baru itu turun, sepertinya kegiatan malam tadi menguras banyak tenaga mereka.


Alga yang selesai mandi mencari sosok Adipati di setiap sudut rumah Salma, tapi tidak mendapati adanya sang mertua.


Lalu ia bergegas mencari Salma, tadi sepertinya Salma pergi ke kamar sebelahnya. Pasti ia mandi, setelah itu Alga membuka pintu kamar dengan perasaan was-was.

__ADS_1


"Salma ... Salma, kamu dimana?" Alga memanggil-manggil Salma tapi tidak ada respon.


Alga menatap pintu kamar mandi yang terdapat motif bunga di pintu tersebut, ia mencoba membukanya tapi sedikit ragu takut jika Salma salah paham dan di anggap mesum lagi.


__ADS_2