Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
87. Ketakutan Adipati


__ADS_3

Alga tenang melihat Salma mau makan selahap itu, bahagia tentunya. Melihat sang istri bahagia tapi aneh diri ini tidak bisa membuat istrinya bahagia melainkan luka terus menerus.


Motor milik Alga melesat di jalan raya menuju rumah Adipati mertuanya, sambil menggenggam tangan Salma yang ia letakkan di perutnya.


"Kenapa sayang?" menggenggam erat tangan Salma.


"Jika aku tau kenyataan yang sebenarnya, terus kamu juga tau. Apa kamu akan menghindari ku?" Salma menatap netra Alga yang begitu tulus.


"Tidak akan Salma, aku sudah menerima kamu lahir batin. Meski nanti sesuatu menyakitkan itu ada maupun tidak ada aku tetap stay di kamu sayang!" Alga mengecup ubun-ubun Salma.


Salma terharu tentu saja, setidaknya ia tidak tulus tanpa embel-embel terpaksa dan terinspirasi dari orang lain. Setidaknya hati nuraninya masih ada dan menggantung di dalam badannya.


"Aku tidak akan meminta kamu untuk berjanji Alga, tapi.. jika nanti kamu kecewa dengan kenyataan yang aku punya dan juga masa lalu yang kelam di keluargaku aku harap kamu jangan menghindar," cicitnya lirih.


Alga mengangguk kecil sambil menggenggam tangan Salma.


Ketika sampai di salah satu ruangan sesuai dengan yang di tunjukkan oleh Arto mertua sekaligus orang kepercayaan Adipati, jantung Salma berdegup begitu kencang begitu juga Alga suami yang mendampinginya. Meski hanya pendamping tapi jantungnya juga ikut berdetak.


Sebenarnya sudah lama Alga ada rasa curiga di tambah lagi Salma di dalam akta nama ibunya seperti diadakan, tapi seumur-umur dirinya tidak tau ibu kandung Salma bahkan foto saja tidak ada di kediaman Adipati. Pasti banyak rahasia yang akan terkuak sebentar lagi, menerima atau tidak nantinya semoga alasan Adipati masih masuk akal dan tidak mengada-ada.


Adipati menatap luar jendela, ia takut hari yang dinanti tiba.


"Pa.."Salma memanggil papanya.


Adipati langsung menatap putrinya dan menantunya secara bergantian. Ada raut sedih di wajah putrinya sedangkan Alga menguatkan Salma.


'Jika aku bicara jujur dan berterus terang apa masih sama Alga yang sekarang, aku takut jika aku jujur jika Salma terlahir dari wanita yang tidak baik, bukan tidak baik aku yang terlalu beja* menodai. Tapi saat itu ibunya juga sudah tidak gadis di tambah lagi pekerjaan dia yang sebagai nona malam. Pasti akan membuat ia malu sekali, pasti masa depan Salma akan hancur lebur. Tidak.. tidak aku tidak mau putriku hancur.'

__ADS_1


Adipati duduk di salah satu sofa tidak jauh dari Alga dan Salma.


"Iya.. baru sampai atau dari tadi,duduk dulu." Tunjuknya pada salah satu sofa yang berada di ruangan ini.


Ruangan yang akan menjadi saksi bisu atas pengakuan Adipati, entah jujur atau tidak. Salma menunggu tanpa mau bicara satu patah katapun pada Papanya, sebelum mengakui semuanya tanpa terkecuali ia tidak mau bicara panjang kali lebar dengan papanya. Sudah cukup dirinya kecewa berkali-kali dengan Papanya, meski papanya memberikan segalanya tapi kasih sayang dan perhatian.


Tapi tidak ada, hanya harapan semu.


Salma sering merasakan kesepian di tambah lagi dalam hati kecilnya ia bertanya-tanya seperti apa sosok ibunya, apa dia cantik atau wanita cerdas?


"Pa.. mau bicara apa ya jika Alga boleh tau? maaf pa jika Alga lancang berbicara." Alga sendiri juga tidak sabaran.


Salma juga bungkam dan seolah-olah enggan untuk berbicara lebih dulu. Pasti hatinya marah sekali, di tambah lagi tadi ia sebenarnya tidak mau datang ke rumah papanya, ia terpaksa.


Adipati menghela nafas panjang, sepertinya memang tidak bisa di sembunyikan lagi, sudah cukup 20 tahun ia bermain kucing-kucingan dengan sang putri dan juga semua pekerja yang berada di rumah ini yang kurang lebih sengaja ia pekerjakan setelah Salma lahir.


Adipati tidak melanjutkan bicaranya.


Flashback 22 tahun yang lalu.


Saat itu Adipati seorang pemuda tampan, kaya raya bahkan anaknya pemilik salah satu pabrik teh terbaik di Indonesia pada jaman itu. Jadi dari segi keturunan saja sudah terlihat, pakaian Adipati selalu bagus dan mencolok membuat para wanita secara sendirinya mendekati dia tanpa ia harus mendekat.


"Hay.. perkenalkan namaku Miranda. Saya malam ini bisa menemani tuan tampan." Baru kali ini Miranda berkenalan dengan laki-laki.


Ia sebenarnya terpaksa begini, jika buka paksaan dari kakak almarhum bapaknya ia tidak mau, semua terpaksa Miranda lakukan sebab ia di tuntut mengembalikan uang sebanyak puluhan juta yang tidak mungkin ia capai dalam waktu dekat dan singkat.


Jadi sebagai ganti rugi, Miranda di paksa berkerja malam di salah satu milik Nyonya Malam.

__ADS_1


Dan di balik kisah ini Adipati tidak tau sama sekali jika Miranda terpaksa menjadi wanita malam.


"Cih.. kamu sudah tidak gadis lagi?" Adipati bergumam namun Miranda masih dapat mendengarnya dengan jelas.


"Apa salah tuan jika wanita seperti saya ini tidak gadis? bukannya semua wanita malam di tempat Nyonya Malam tidak ada yang gadis kalau sudah masuk di tempat ini?" balik bertanya.


"Aku suka jawaban sekaligus pertanyaan kamu ini, ini ada cek sebab punya kamu masih sempit!" jawaban Adipati memang kurang menyenangkan hati.


Miranda merasakan teramat perih di hatinya dan juga area bawahnya, bagaimana ceritanya tidak gadis. Baru kali ini ia melakukan hubungan terlarang dengan laki-laki tapi kenapa laki-laki itu bilang tidak gadis lagi? seribu pertanyaan di benak Miranda.


Ia menatap bekas percintaan nya dengan tuan Adipati yang tampan dan kaya raya itu. Benar.. ternyata tidak ada noda merah sama sekali selain bekas berwarna putih di beberapa sprai dan juga di kedua kakinya.


Tak terasa hubungan antara Adipati dan Miranda berjalan 1 tahun.


"Bagaimana hasilnya?" Adipati bertanya namun ia acuh tak acuh.


"Garis dua! tenang saja aku tidak akan menuntut kamu untuk menikahi ku. Aku cukup tau diri dan sadar diri jika aku hanya wanita hina yang tidak pantas bersanding dengan kamu Adipati, oh.. ya satu lagi. Selamat ya atas acara pertunangan kamu!" Miranda beranjak pergi.


Dan semenjak saat itu Miranda hilang bak di telan bumi tanpa kabar, lalu setelah itu sekitar 8 bulan Miranda menemui Adipati di salah satu tempat yaitu hotel yang sudah di pesan oleh Miranda dengan uang pemberian Adipati.


"Kenapa menghubungi aku lagi setelah sekian lama pergi begitu saja." Adipati tetap menyimpan nomor Miranda.


Entah sejak kapan kehidupannya berubah dari laki-laki yang beja* kini berangsur-angsur berubah setelah kepergian Miranda, benar-benar efek kepergian Miranda secara tidak langsung mengubah Adipati.


*


Masih lanjut flash back ya.

__ADS_1


Terimakasih semoga makin love² dengan karya emak. Terimakasih yaa🥰🥰


__ADS_2