Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
89. Bukan salahku terlahir dari...


__ADS_3

"Salma.. nak.. dengarkan papa dulu sebentar saja," Adipati memohon agar putrinya mau berbaik hati memberikan diri ini kesempatan untuk berbicara.


"Silahkan." Salma mempersilahkan saja.


Ia juga penasaran apa saja rahasia yang di sembunyikan oleh papanya itu.


"Sebenarnya papa yang salah disini, sebab papa dulu sewaktu muda.."


Adipati ingat secara betul dan detail kejadian dimana ia begitu kejam melukai banyak wanita, tidak ada satu pun cerita yang terlewatkan bahkan air mata Salma luruh dan membasahi kedua pipinya, rasa lapar di perutnya hilang sudah sebab air matanya keluar terus.


Alga tentu saja shock juga mendengar pengakuan mertuanya yang ia anggap luar biasa sebab memiliki putri seperti Salma, cantik, pintar, cerdas dan juga dermawan.


Bahkan di dalam diri Salma tidak ada cacat sedikitpun, bahkan ia mampu menjaga mahkotanya untuk suami. Tidak seperti gadis yang pernah ia kenal dan cintai dulu yang ternyata sudah di bobol oleh laki-laki yang haram untuk nya.


Salma merasa seperti di lempar ke dasar lautan dengan kaki dan tangan diikat dengan batu yang sangat besar.


Berulang kali ia menggeleng tidak percaya.. apa ini permainan.


"Papa bohong kan?"


Adipati menggeleng.


"Papa bohong kan?"


Lagi-lagi bertanya tapi jawaban Adipati tetap saja.


"Aku.. tidak menyangka ternyata aku terlahir.. Aa.. ha.. ha.. dari wanita dan laki-laki yang.., aku ingin sendiri." Salma terjatuh di lantai.


Adipati ingin menolong tapi tangan Salma menepisnya sedangkan Alga terpaku di tempat tanpa tau mau berbuat apa. Prasangka baiknya terhadap Salma dan papa mertuanya kini sirna tanpa sisa.


'Jadi.. selama ini aku menikahi perempuan yang terlahir dari laki-laki yang begitu menjijikkan dan juga wanita yang menjijikkan?'

__ADS_1


Batin Alga beranjak pergi, ia merasa jijik dengan Adipati di tambah lagi wajah Salma yang mirip begitu. Kenapa harus Salma yang terlahir dari...


Salma hanya menatap kepergian Alga, kenapa Alga begitu? pasti Alga kecewa sekali dengan masa lalu keluarga ini.


"Hiks.. sakit sekali hatiku, KENAPA?" Salma teriak-teriak.


Salma berjalan sambil meraba-raba jalan untuk sampai ke kamarnya, tidak ada pembantu sama sekali sebab di sengaja saat Adipati datang tadi untuk mengizinkan mereka jalan-jalan sepuasnya malam ini tapi tetap satu catatan tidak melanggar asusila dan lainnya.


"Alga." Salma memanggil suaminya tapi beribu sayang Alga bahkan tidak mau menatap Salma.


Sekarang baginya Salma seperti wanita hina.


"Aku akan pulang ke rumah bapak," dingin dan acuh tak acuh.


"Kenapa? apa gara-gara ungkapan papa tadi?"


Rasanya tidak percaya, baru juga Alga bersikap romantis dan berjanji tidak akan meninggalkan diri ini setelah tau kenyataannya, tapi.. apa ini sekarang kenyataannya jungkir balik.


Kenapa ucapannya tidak di saring dahulu, apa dia tidak tau betapa sakitnya hati ini dihina sampai serendah itu oleh Alga.


Tadi raut wajah Salma butuh perhatian dan hawatir terhadap Alga kini berubah, sakit hati yang ia rasakan berubah jadi kecewa dan terluka lebih dalam lagi.


"Dari apa? maksudnya aku berasal dari perempuan dan laki-laki hina dan menjijikkan bukan, aku gak salah terlahir dari mereka justru aku bersyukur terlahir dari mereka. Cih.. menghina aku tapi tidak mengaca dan mengkoreksi diri, mana ada seorang suami yang begitu kejam menyakiti istrinya dan Zalim." Tegasnya Salma.


Zalim adalah akhlak yang tercela dan sifat buruk yang dapat merusak agama, menghilangkan kebaikan, dan mendatangkan keburukan, bahkan bisa memutus tali silaturrahmi. Sementara, secara bahasa zalim adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya atau melakukan sesuatu yang tidak semestinya. (copy Google untuk tambah-tambah ilmu)


Alga membelalak setelah terlempar kata-kata menohok dari Salma.


"Sal.. maaf."


"Sudahlah.. sudah sering kamu bicara maaf lalu melukai aku lagi, aku ini seorang wanita Alga perasaanku juga mudah terluka. Kamu kira aku gak sakit hati saat orang.. yang aku percaya melukai aku sampai di titik ini?" Salma beranjak pergi.

__ADS_1


Tempat untuk berteduh hati kini telah kecewa, andai ada pilihan lain. Ia ingin terlahir dari orang-orang baik dan sah di mata agama sehingga dirinya kelak tidak terluka, pantas saja saat pernikahan waktu itu di wakilkan oleh wali hakim ternyata ini jawabannya.


Sehingga dalam hal ini, status anak yang lahir nantinya dinasabkan kepada suami yang sah, bukan kepada lelaki yang membuat si wanita hamil di luar nikah. Sehingga yang berhak menjadi wali nikah anak perempuan tersebut nantinya adalah ayahnya (suami dari ibunya).


secara hukum Islam anak yang lahir dari hasil hubungan di luar nikah tidak memiliki hak perwalian dari bapak biologisnya. Jika memaksakan ayah biologis menjadi wali, maka pernikahan tidak sah. Anak luar nikah itu tidak dapat dikategorikan sebagai anak sah. Ini artinya tidak ada hubungan nasab antara ayah dan anaknya atau tidak ada hubungan yang sah antara anak dan ayah.


(Semoga benar ya, ada yang copas Google tapi sudah emak rombak ya jika ada kesalahan mohon kritikan dan sarannya ya teman-teman)


Alga mengejar istrinya, rasa marah dan kecewa ia buang terlebih dahulu ia harus meredakan emosi dan egonya lebih dulu, sebagai laki-laki tidak pantas seperti ini kepada perempuan apalagi perempuan itu adalah istrinya sendiri. Kenapa harus membuat istrinya sedih.


"Maafkan aku Salma, aku sungguh menyesal. Aku tidak akan membuat kamu kecewa lagi sayang." Alga memeluk erat tubuh Salma


Salma diam saja di pelukan Alga.


"Apa aku berdosa Alga terlahir dari orang tua seperti papa dan mamaku yang entah kemana itu?" tanpa menatap wajah Alga.


"Kamu tidak salah sayang!" menenangkan sang istri.


"Tapi.. aku.. terlahir dari."


"Hust.. sayang kamu tidak boleh bicara yang bukan-bukan lagi, kamu.. anak yang terlahir tanpa dosa kamu tidak salah sayang. Maafkan aku sayang, apa pun yang terjadi aku tidak akan membuat kamu terluka lagi, aku akan selalu ada untuk kamu sayang. Beribu maaf aku layangkan agar kamu mau memaafkan aku kembali sayang," kecupan bertubi-tubi meluncur di dahi Salma.


"Bohong" menengadahkan wajahnya menatap raut wajah Alga, benar atau tidak ia bicara demikian tegasnya barusan.


"Aku tidak berani berbohong padamu sayang, meski aku ada sedikit kecewa dengan papa tapi.. aku tidak akan membuat kamu merasa berbeda dari sebelumnya, kamu.. tetap istriku yang paling aku cintai dan sayangi Salma. Biarkanlah kenangan buruk masa lalu menjadi pelajaran untuk kita dan anak cucu kita agar kejadian demikian tidak terulang sayang." Alga benar-benar berubah ia jadi laki-laki tegas dan romantis.


Salma mengeratkan pelukan Alga, ia memutar badannya dan membalas pelukan suaminya.


Sedangkan Adipati menyaksikan pertengkaran yang hampir menjadi mala petaka untuk putri tercinta dan menantunya, ternyata tidak salah menjadikan Alga sebagai suaminya. Semakin hari mereka semakin bertambah dewasa seiring berjalannya waktu.


*

__ADS_1


Emak terharu dengan anak-anak emak🥰🥰😭🤧


__ADS_2