Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
86. Cek perasaan


__ADS_3

Saat memesan makanan mata Salma tertuju pada sesuatu pemandangan yang menarik untuk di tonton, jika di sapa bagaimana ya reaksi Alga.


"Hoey.." Sengaja Salma melambaikan tangannya pada orang itu.


Orang itu mendekat dan ada amarah di badannya, pasti mau berbuat ulah lagi. Tapi.. mana berani dan mampu.


"Enak ya.. asik-asikkan duduk di tempat ini." Ucap Riska yang selalu iri dengan Salma.


Di sapa bukannya berbalas menyapa malah ketus lagi ke Salma.


"Kenapa? ada masalah, lagian.. suami aku ko yang ngajak aku kesini. Kalau kamu sama siapa? pasti sugar Daddy kamu ya, apa Elang yang kamu pacari gak mampu kasih kamu lagi? atau jangan-jangan sudah bosan dengan wanita ular tangga seperti kamu ini yang urat malunya putus-putus," Salma sengaja memancing Riska.


Ia ingin tau reaksi Alga, apa Alga akan membelanya atau tidak secara kan Riska mantan terindah dia tidak mungkin lupa dengan mudah bukan.


Riska semakin mendekat dan hendak melayangkan tamparannya ke arah Salma namun cekalan tangan di pergelangan tangannya menghentikan aksinya yang ingin menampar pipi Salma sampai memerah dan di ujung bibirnya berdarah.


"Mau ngapain kamu hah?" Alga mencengkram kuat pergelangan tangan mantannya yang dulu begitu ia idam-idamkan kepolosannya.


"Al.. Alga.. aku.. aku..!" sedikit terbata-bata.


Tapi Salma sungguh menikmati momen Riska di begini kan oleh Alga.


"Aku apa hah.. mau menampar istriku, jangan mimpi siang bolong" menepis kuat tangan Riska sampai Riska terjatuh di lantai.


"Aw.." menahan sakit di pantat dan tentunya malu juga.


Riska marah ia mengepalkan tangannya.


"Awas saja kalian" Riska hendak mengadu pada Elang yang tidak jauh darinya namun belum juga 3 langkah ia terkejut saat melihat Elang dengan seorang wanita cantik bahkan kecantikannya 11 12 dengan Salma.

__ADS_1


Riska langsung menghampiri 2 manusia itu dan ingin mengeluarkan emosinya.


Salma tertawa saat melihat wajah Riska murka melihat laki-laki yang ia rebut bersama dengan wanita lain, Alga yang membawa nampan makanan di cuek ini begini. Bahkan pemandangan pertengkaran itu jadi tontonan orang-orang yang berada di mal sampai-sampai satpam melerai saja kena pukulan dan tendangan dari Riska dan wanita yang Riska serang.


Sedangkan Elang diam menonton pertengkaran wanita yang tidak ada artinya lagi di dalam hidupnya, buat apa coba di luaran sana masih banyak gadis-gadis bermartabat dan tentunya sepadan dengan dirinya. Tidak seperti 2 manusia yang gila harta dan berpendingin biasa-biasa saja.


"Laki-laki modelan Elang gak pantes jadi pemimpin keluarga." Spontan Alga bicara.


"Seperti yang bicara," timpal Salma membuat Alga bungkam.


Benar ya kata Salma, memang salah diri ini yang sering menaruh luka jadi jika sekarang dia membalasnya ya wajar saja. Setiap orang pasti akan dendam dan marah jika berada di posisi Salma di tambah lagi saat kecelakaan yang ingatan itu akan membekas sampai dia tua nanti.


"Aku masih pantas ko jadi suami kamu Salma, aku gak selingkuh dari kamu meski dulu pernah ceroboh, tapi.. aku benar-benar laki-laki setia sayang." Sambil mengangkat dua jarinya membentuk huruf V.


"Iya.. setia, maksudnya SEtiap TIkungan Ada begitu kan maksud kamu Alga," Salma memakan makanannya dengan lahap.


Selain rasanya pas di lidah rasanya ingin sekali menerkam Alga biar kenyangnya dobel, lagian kenapa sih di dunia ada manusia semacam Alga. Kesal jadinya.


Alga berusaha terus membuat istrinya yakin kembali pada dirinya, tapi percuma keyakinan itu sedikit demi sedikit mulai terkikis. Entah sampai kapan ia akan bertahan.


Salma membuka artikel di internet, ada berita sedikit heboh. Gara-gara suami sering membuka aib istrinya di sertai dia mengadu ini itu ke keluarga dan orang tuanya berakhir si wanita menyerah dan minta bercerai tapi si laki-laki mengancam jika bercerai jangan harap bisa melihat putra dan putrinya bahkan yang lebih parahnya lagi aibnya akan di sebar luaskan di sosmed.


"Artikel gak bermutu, membawa hawa negatif saja di upload. Kurang duit ini yang buat, pasti mengada-ada."


"Lihat apa?" bertanya.


"Tidak lihat apa-apa!" Salma menutup ponselnya dan memasukkannya kembali ke dalam tas kesayangannya.


"Cerita..."

__ADS_1


Salma terpaksa cerita dan di akhir cerita ia bertanya pada Alga.


"Suatu hari nanti apa kamu akan seperti orang yang berada di dalam artikel ini?" pertanyaan konyol bin ajaib.


"Mana mungkin, aku tidak mau menjadi seperti orang yang berada di dalam artikel tersebut di tambah lagi otaknya bodo* sayang. Salma.. aku tau aku bersalah, tapi.. aku mohon percayalah jika aku tidak akan membuat kamu terluka lagi, lebih baik aku yang terluka tapi tidak untuk kamu sayang!" Alga mengusap pelan pipi Salma.


"Huft.. kamu ini, selalu bicara itu-itu lagi. Gak bosan?" Salma yang mendengarnya sampai bosan sendiri.


Alga menggeleng.


"Tidak akan bosan demi kamu sayang!"


Beruntung sekali di dunia ini ada suami yang mau menghargai istrinya dan menutupi aib istrinya, meski terkadang suami ceroboh. Dalam artian ia mau menjaga aib istrinya tidak mengumbar dan bercerita kesana kemari, tapi kalau jaman sekarang suami selalu mengadu ke orang tua dan keluarganya. Padahal posisi si wanita ia tidak mengadu sebab menjaga aib suaminya, tapi apa yang ia peroleh hanyalah luka sayatan yang berusaha ia tutupi dengan senyumnya setiap hari.


Hanya wanita sabarlah kuat menghadapi semuanya, baik itu luka dan lainnya. Tapi kenapa semua menyalahkan anak menantu perempuannya, apa ia tidak punya anak perempuan makanya selalu menantu perempuannya yang bersalah setiap kejadian. Entahlah yang jelas apapun yang di lakukan anak mantu perempuan selalu tidak benar, jika bukan menantu idaman makan dengan senang hati ia terima dan mundur.


"Aku beruntung punya bapak, hanya bapak yang selalu menganggap aku berarti. Ayo nanti setelah ini ke rumah papa aku ingin ketemu bapak."


"Iya.. tapi habiskan dulu makanan kamu, katanya lapar di tambah barusan ada parasit yang sulit di basmi kalau tidak dengan parasit lainnya," Alga memberikan minum air putih pada Salma.


Salma menatapnya.


"Tidak ada apa-apa di dalam minuman ini sayang, kamu jangan hawatir. Tanpa obat apapun di dalamnya aku sudah kecanduan dengan kamu bahkan tanpa kamu goda sekalipun"


Diam tanpa berani menatap Alga.


"Iya.. iya.. bisa berhenti bicara, aku mau makan bukan mau bicara," Salma mengunyah makanan satu persatu masuk ke dalam mulutnya.


Alga tenang melihat Salma mau makan selahap itu, bahagia tentunya. Melihat sang istri bahagia tapi aneh diri ini tidak bisa membuat istrinya bahagia melainkan luka terus menerus.

__ADS_1


*


Di mohon dukungannya 🥺🥺


__ADS_2