Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
48. Nasib Salma selanjutnya


__ADS_3

📞 "Oh ... jadi kalian masih bersama-sama, begitu?"


Salma sedikit tidak nyaman bertanya demikian tapi ia penasaran bercampur gelisah.


📞 "Ya ... seperti yang kamu dengar!"


Riska ini benar-benar pandai membolak balikkan keadaan.


Alga sebenarnya sudah bangun ia ingin tau reaksi Salma jika Riska bicara macam-macam, ternyata istrinya cemburu meski di tutup-tutupi rasa cemburunya.


BUGH


Pukulan mendarat di perut Alga.


"Aw ... sakit Salma." Meringis kesakitan.


"Nih ... urusin tuh cewek kamu," Salma melempar ponsel yang masih menyala ke perut Alga.


Sakit di perut Alga bertambah tapi tidak ada apa-apanya, masih tidak ada bandingannya dengan perbuatannya pada Salma. Pasti dia salah paham lagi.


Telpon biasa Riska berganti video call, Alga mengangkat dengan tubuhnya yang masih polos tanpa sehelai benang.


"Kenapa sih?" ketusnya dengan wajah bantal dan rambut acak-acakan.


Riska memanas hatinya, meski ia pernah tidur beberapa kali dengan laki-laki lain tapi dirinya belum pernah satu kali saja di sentuh Alga. Sedangkan apa yang ia lihat sekarang, Alga telanjang tanpa pakaian yang ia yakini bagian bawah pasti tidak ada apa-apanya selain selimut.


Klik

__ADS_1


Sambungan video call terputus.


Alga membuang muka dan ponselnya ke sembarangan arah, ia tidak peduli Riska marah atau apa lagi. Sudah cukup ia terbuai dengan mulut manis Riska di depannya, lagian dirinya juga sudah tidak ada hubungan dengannya. Terserah mau jungkir balik salto-salto di tanah ia gak peduli lagi, yang terpenting Salma sekarang.


Alga menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, ia tatap tubuhnya. Bayang-bayang wajah Salma tadi malam sungguh menggugah hasrat lelakinya tak dapat di pungkiri jika Salma sangat-sangat mempesona luar dalam.


Salma yang sudah rapi dengan pakaiannya sesegera mungkin pergi dari rumahnya sendiri, sakit hati yang ia bawa saat berada di perjalanan. Sengaja mobil ia tidak pakai, hanya pakaian dan beberapa benda milik pribadinya selama ini saja yang ia bawa dan kemas jauh-jauh hari tanpa ada orang lain yang tau termasuk asisten rumah.


Di dalam taxi.


Sopir taksi melihat penumpang wanita di belakang bersedih, ia hendak bertanya mungkin saja bisa membantu sedikit.


"Mbak, permisi. Apa mbak ada masalah?" tanya si sopir taxi.


"Tidak pak!" bohongnya lirih.


Ketika sampai di tikungan sekitar 40 km dari jalan raya besar dengan jalan menurun dan curam, taxi yang di tumpangi Salma terkena masalah di bagian mesin dan entah kenapa rem juga blong. Padahal tadi cuma mampir sebentar di salah satu super market untuk membeli beberapa bahan makanan untuk persiapan hari ini dan besok di villa yang sudah ia sewa sementara waktu.


"Pak ... pak ... ini ada masalah apa pak. AAWWAASS ... ALLAH HU AKBAR."


BRAG


Mobil meluncur ke jurang dan mobil hancur tapi tidak sampai memercikkan api, banyak saksi yang melihat kejadian ini dan segera menelpon polisi dan ambulan untuk segera menolong korban yang jatuh ke di jurang tidak sampai dasar jurang sebab ada pohon besar yang menopangnya.


BRUGH


BRAGH

__ADS_1


Membentur pepohonan kecil dan batu yang berada di tepi jurang sampai mobil berhenti di berguling dan merosot di pohon besar menghentikan mobil berguling.


Salma setengah sadar, ia memanggil lirih pak sopir namun tidak ada jawaban sama sekali.


"Pak ... pak ...." Cicitnya lirih.


Secara perlahan matanya mulai buram dan mengantuk, ia mendengar ada suara gaduh di tempat ia terjatuh.


Salma berada dalam mimpinya yang sangat jauh sekali, ia bertemu dengan orang berpakaian bersih dan bercahaya. Sambil tersenyum pada dirinya, kenapa dirinya seolah-olah telah tiada. Bukannya tadi diri ini berada di perjalanan menuju villa yang ia sewa sementara waktu, tempat apa ini sekarang.


Sudah satu pekan Salma berbaring di rumah sakit, tanpa saudara yang menengoknya. Barang-barang pribadi Salma seperti identitas saja sudah rusak parah termasuk ponselnya juga rusak parah sampai kartu SIM nya saja juga tidak bisa di perbaiki lagi.


Salma terbangun, kenapa hidupnya seperti sinetron-sinetron dan drama sad ending. Apakah ini akhir cerita hidupnya.


Ia membuka mata, tapi ada benda aneh di area matanya. Sepertinya kain menutupi mata dan kepalanya, ia sentuh perlahan takut dan ragu tapi ia juga ingin tau dirinya seperti apa sekarang.


Ada suara langkah kaki mendekatinya.


"Kamu siapa?"


Salma panik dan takut jika ada orang yang berniat jahat padanya di tambah lagi sekarang dirinya dalam keadaan di titik terendah.


"Jangan takut, saya Dokter yang menangani kamu di sini!" ia mendekat dan memeriksa Salma.


Perlahan perban bagian kepala di cek dengan cara di buka secara perlahan, Salma tidak merasakan apa-apa saat perban yang berada di bagian kepalanya di buka.


*

__ADS_1


Yuk kirimkan dukungannya.


__ADS_2