Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
45. Keputusan


__ADS_3

Semua orang tertuju pada suara sepatu yang bersahutan satu sama lain dari pintu masuk rumah. Mereka berpusat pada seorang laki-laki yang tidak asing dan pernah di lihat, benar laki-laki itu yang membuat kekacauan kediaman Adipati. Apa coba maksudnya ia datang ke sini dengan Salma dan Salma kenapa pakaiannya jadi kotor seperti itu.


"Kalian." Alga benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang, Salma dengan laki-laki yang ada di layar ponselnya.


Jadi, ia benar-benar selingkuh dan membuktikan ucapannya tadi sebelum meninggalkan rumah.


'Tidak ... pasti ini ilusi semata, tidak mungkin Salma benar-benar dengannya. Tidak bisa, dia istriku aku tidak mau dia jatuh di tangan laki-laki lain.' Alga merasa tidak terima dengan yang ia lihat.


"Iya ini kami, kamu Samudra jelaskan secara detail," Salma acuh tak acuh.


Ia tidak mau berdebat lagi dengan alasan yang nyata namun mereka lebih pilih percaya dengan foto-foto itu, semoga saja nih orang gak ngeselin.


"Waw ... kalian begitu akrab dengan kata-kata kami ya ternyata. Salma kalian berpacaran gitu ceritanya?" Alga sedikit mengejek dan menghina Salma dan Samudra.


Tuduhan Alga membuat dada Salma begitu nyeri sakit tak berdarah, sebegitu rendah dan tidak sukanya kah dia seperti ini.


'Aku sadar diri jika aku bukan wanita yang kamu cintai Alga, tapi setidaknya jika tidak suka ya bilang lebih dulu biarlah aku tidak berharap lebih lagi padamu. Jika kamu bilang aku akan maklumi semua itu, memang cinta tak bisa di paksakan dan aku tidak akan memupuk nya biar mati secara perlahan tanpa air tanpa perhatian seperti rumput di tepi jalan.'


Alga memang belum tau siapa laki-laki ini, sepertinya umurnya tidak beda jauh dengan dirinya.


Samudra tersenyum ia duduk setelah di persilahkan oleh Adipati untuk duduk.

__ADS_1


"Anda suaminya?" tanya Samudra tanpa basa basi.


Alga mengangguk.


"Pantesan, Salma apa kamu masih yakin dengan laki-laki modelan seperti dia itu?" Samudra bukannya menjelaskan malah menanyakan hal yang tidak penting sama sekali.


"Hey ... jaga bicara anda, anda tamu di sini!" Alga tidak terima.


Tapi justru Samudra terus saja memancing emosi, ia ingin Salma sadar jika suami seperti dia ini tidak pantas di pertahankan apalagi sampai mendekati keluarga Adipati dan mengalihkan perhatian untuk keuntungan sendiri. Jangan sampai jatuh ke tangan yang salah dan tidak benar kedepannya.


Adipati yang tadinya diam kini menatap tajam Alga.


"Aku ... merasa tidak yakin, awal menikah iya. Tapi semakin kesini aku hanya wanita yang disia-siakan olehnya, sudah beberapa hari ini aku berpikir. Lebih baik kita sendiri-sendiri saja seperti dulu, dari pada aku dengannya hanya menambah luka dan beban dalam hidupnya." Salma berterus terang.


Salma menatap Alga ia berjalan ke kamar tamu tempatnya tadi meletakkan tas kecil yang ia gunakan.


Alga terkejut, tidak hanya Alga bahkan semua orang di rumah pembantu, beberapa bodyguard juga terkejut dengan pernyataan Salma barusan. Ia menatap kepergian Salma ke mana, lalu pandangannya tidak lepas dari Salma.


"Ini, aku kembalikan padamu Alga. Berikan pada wanita yang kamu cintai, dan satu pesanku jangan sakiti wanita yang akan menjadi istrimu nanti." Salma menghela nafas berat sebelum ia mendekati Adipati.


Mereka bungkam untuk yang kedua kalinya. Tanpa ada satu katapun yang keluar dari mereka, seolah-olah bibinya terkunci rapat dengan lem perekat.

__ADS_1


"Pa ... maafkan Salma yang membuat papa kecewa." Adipati memeluk erat putrinya.


Ia mengusap surai rambut Salma.


Adipati yang tadinya marah kini menitihkan air mata, tak pernah ia bayangkan sang putri terluka sekali akibat perbuatannya. Sekarang ia akan menyerahkan hak putrinya secara penuh pada Salma, sebab hidupnya yang berhak hanya dirinya bukan orang tua maupun orang lain.


"Tidak Salma, di sini Papa yang salah. Maafkan Papa yang egois seperti ini kamu berhak menentukan hidupmu sendiri bagaimana kedepannya. Papa percaya kamu bisa tau mana yang benar dan mana yang salah bukan, jadi jika kamu tidak ingin papa akan mendukung kamu sepenuhnya, jika itu harus perpisahan yang terjadi. Tapi ... asal kamu tau Salma, papa ingin kamu tetap sama-sama dengan Alga tapi apa boleh buat kamu terluka lagi dan lagi," pernyataan Adipati membuat Alga langsung terkejut ia sangat tidak terima.


Waktu itu beliau juga yang meminta untuk menikahi putrinya bahkan menyuruh cepat-cepat memberikan keturunan dengan cara licik waktu itu dan sekarang apa yang di dengar, kenapa bertolak belaka.


"Maaf pa, jika saya lancang. Tapi papa tidak bisa bicara demikian, ini masalah rumah tangga kami berdua pa." Alga meraih tangan Salma namun secepat kilat Salma menghempasnya.


Alga menatap nanar tangannya yang barusan di hempaskan itu.


*


Lagi kurang ide akhir-akhir ini, maaf jika kurang memuaskan semua.


Kasih solusi dan saran yang baik dan bagus, kata-kata seperti di atas itu enak gak sih di bicarakan.


Saran yang masuk akan di pertimbangkan untuk bab selanjutnya, bagaimana enaknya tetap sama-sama atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2