Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
38. Dilabrak Riska


__ADS_3

Salma tersenyum kecut, kenapa sih orang-orang kerjaannya gini-gini mulu apa tugas kuliahnya sudah selesai.


"Aku senang loh mereka menjodoh-jodohkan kita, tapi aku juga sadar diri kamu punya su--" Mulut Agam langsung di bungkam dengan tisu toilet yang kebetulan Salma bawa tadi.


Agam terkejut dan hampir terjungkal badannya ke belakang.


"Huwek ... tisu apaan ini?" mengeluarkan dari mulutnya.


"Tisu toilet, habis kepakek tadi!" sengaja Salma bicara demikian, sesekali mengerjai Agam seru juga.


Ho ... ho ... ho ...


"Kamu ... kamu ... dasar cantik-cantik jorok." Menunjuk-nunjuk Salma.


Salma tentu saja cekikikan sampai perutnya kram sebab tingkah konyol Agam, perasaannya menjadi lebih baik sedikit terobati dan lupa tentang Alga.


'Syukur deh ... jika dia bisa senyum lagi, aku gak tau ada cerita apa selama satu Minggu ini kenapa Salma jadi murung dan tidak ceria. Bahkan dia baru ulang tahun, atau jangan-jangan keluarga dan suaminya lupa akan hari lahirnya itu.' Agam hanya berani membatin saja ia tidak mau melihat garis senyum di wajah Salma pudar.


Meski Agam tau jika hati Salma sepertinya sudah terpatri pada suaminya, tapi suaminya ya ... begitu lah Agam tidak mau terlalu ikut campur masalah rumah tangga, terlalu pribadi jika ikut-ikutan.


"Salma." Panggilnya lirih.

__ADS_1


"Iya, ada apa Gam?" Salma membuka laptopnya dan melanjutkan tugas kuliahnya.


"Tidak ada, tidak jadi deh. Lanjutin saja tugasnya, nanti pulang kampus baru sambung lagi!" Agam segera duduk di sebelah Salma agak jauhan. Ia merasa tidak enak hati, padahal ia penasaran dengan rumah tangga Salma dan Alga.


Salma menatap dari ekor matanya.


'Kamu jangan berharap lebih padaku Agam, mencintai orang yang tidak mencintai kita itu sangat menyakitkan. Carilah wanita yang baik dan belum memiliki pasangan, aku doakan semoga kamu mendapatkan wanita impianmu Agam.'


Salma mulai mengetik. Pikirannya memang kacau tapi soal materi dan tugas tetap ia kerjakan dengan konsentrasi penuh, antara pribadi dan tugas ia pisahkan dan sebisa mungkin tidak menggangu satu sama lain.


Setelah pulang kuliah, Salma menuju perpustakaan umum untuk melengkapi tugasnya yang masih kurang beberapa lembar lagi.


Agam tidak bersama Salma, Riska melihat Salma tanpa siapa-siapa langsung menghampiri lebih tepatnya melabrak Salma.


Tamparan keras mendarat di pipi Salma, Salma langsung shock dengan sikap brutal Riska padahal ini masih area kampus.


"Waw ... sambutan yang begitu panas di pipi. Ada apa?" Salma bersikap elegan ia tidak mau di nilai bar-bar oleh orang-orang yang tengah menjadi penonton.


Banyak orang yang berbisik-bisik membicarakan wanita yang menampar wanita lain, Salma sengaja tidak membalasnya lagian jika di balas di tempat ini malah dirinya yang terkena masalah di tambah lagi Riska ya ... sifatnya minus juga.


"Jangan sok polos gak terjadi apa-apa deh, dasar pelakor. Lo ... rebut pacar gue pakai jurus apa hah? tidur dengannya lo!" Riska menuduh Salma.

__ADS_1


Seketika para penonton langsung beralih menatap Salma, gadis yang di sebut pelakor sangatlah cantik dan pantas saja jadi pelakor. Bisik-bisik mereka terdengar jelas di telinga Salma, sedikit memanas hatinya saat dirinya di pojokan seperti sekarang di tambah tidak ada teman satu pun yang berada di perpustakaan. Agam juga sudah pulang lagi sebab banyak kerjaan di pabrik milik papanya.


"Saya tidak kenal dengan kamu, kenapa tiba-tiba kamu bicara demikian mbak. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" cicitnya pelan tapi telinga-telinga netizen begitu peka jika soal gosip.


"Dan kenapa mbak menampar saya barusan, saya kira tadi mbak teman sekelas saya yang menyambut saya sebab kesal saya tinggal ke perpustakaan." Sambung Salma pura-pura tidak kenal dan tertindas.


Riska menunjuk wajah Salma yang polos sepolos-polosnya.


"Awas kamu, dasar pelakor gak sadar diri, sudah mencuri pacarku sekarang pura-pura tertindas dan satu lagi Salma. Gara-gara kamu Alga masuk rumah sakit sebab di hajar habis-habisan oleh bapaknya." Riska berlalu setelah memberi tahukan jika Alga berada di rumah sakit.


Salma berpikir sejenak.


Alga masuk rumah sakit dan penyebabnya adalah dirinya, apa dia kecelakaan atau apa. Salma harus bertanya pada Papa kalau tidak pada Bapak.


Salma berjalan menghindari kerumunan dan menelusuri teras perpustakaan dan secepatnya pergi saja.


"Tapi ... setelah di pikir-pikir jika dia masuk ke Rumah Sakit. Biarin saja masuk rumah sakit, ulahnya sendiri apa hubungannya denganku. Dia saja tega menorehkan luka, setelah terluka dia butuh aku. Silahkan saja Riska yang mengurusnya lagian ... eh tunggu-tunggu jika Riska tau Alga berada di rumah sakit berarti ucapannya waktu itu adalah bohong jika ia putus. Dasar laki-laki bajinga* masuk saja kamu ke neraka." Salma kesal sekali.


Ia segera menuju tempat parkir mobil dan ia putuskan untuk menjual mobilnya hari ini, tapi sebelum itu ia mampir dulu ke rumah ambil berkas jual belinya saat itu dan yang lainnya juga yang di perlukan untuk transaksi di dealer mobil.


Tekat Salma untuk move on semakin jelas, mencintai suami yang ternyata suka berbohong membuat jengkel tambah menjadi-jadi sampai yang di bohongi lelah dan memilih berhenti dan berbelok mencari yang lain saja.

__ADS_1


*


Semangat Salma semua mendukung kamu, love love untuk kamu.


__ADS_2