Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
30. Diam-diam tau


__ADS_3

Salma membuka mata yang memang belum terpejam dan barusan ia hanya pura-pura saja. Ia menyandarkan dirinya di dinding tempat tidur dan menatap Alga yang tidur di sofa membelakangi dirinya dan tidak ada pergerakan sama sekali dari Alga.


'Apa dia tertidur?' Salma hendak mendekat namun suara isakkan tangis terdengar.


"Alga." Salma mendekati Alga.


Alga terkejut ia langsung berhenti menangis dan mengusap air matanya.


"Salma, apa aku membangunkan kamu?" mata sembab, hidung merah dan pipi merona.


Salma menggeleng.


"Tidak Alga, kenapa menangis?" Salma ingin tau apa penyebab Alga jadi sad boy seperti ini, seperti bukan Alga saja.


"Tidak, hanya rindu ibuk. Besok sore aku mau ke makam ibuk, kamu ikut?" Alga sedikit berbohong, tidak mungkin ia jujur jika dirinya ini merasa sangat-sangat bersalah pada Salma dan juga pada Riska, dua wanita yang menurut dirinya sama-sama ia lukai.


Padahal dalam kenyataannya justru dirinya sendiri yang di lukai bukan orang lain, benar ya kata orang setiap perbuatan dan ucapan atau lisan harus di jaga biar gak kena sendiri dan istilahnya adalah karma pada diri.


"Oh, cuma rindu ibuk gak rindu dengan yang lain misal bapak atau nenek kamu?" pancing Salma.

__ADS_1


"Ada satu orang lagi yang aku rindu, tapi besok ketemu ko!" jawaban datar Alga mengiris perih dada dan hati Salma.


Salma tau siapa yang dimaksud Alga, siapa lagi jika bukan Riska kekasih hatinya.


'Mungkin suatu hari nanti aku akan lelah sendirian mencintainya dalam diam, sudahlah jika orang lain sampai tau pasti aku di tertawakan dan di katai wanita bodo gara-gara cinta bertepuk sebelah tangan.' Salma menguatkan diri sendiri.


"Pasti Riska."


Anggukan kecil Alga seperti menampar pipinya secara tidak langsung.


"Aku tidur dulu, selamat malam Alga." Beranjak pergi sebisa mungkin ia sembunyikan tangisnya dari Alga, Salma lemah di hadapan cinta.


'Maaf Riska, aku tidak jahat. Tapi aku ingin merebut hak ku sebagai istri yang sah, akan aku tunjukkan siapa kamu sebenarnya. Aku tau kamu pasti sudah tau pernikahan tertutup ini, bahkan aku juga sudah mengecek CCTV ada kamu di pos satpam kemarin dan kebetulan pak satpam itu bicara jika aku dan Alga sudah menikah, bisa di pastikan kamu sudah tau. Makanya tadi kamu melakukan hal buruk pada Alga, yah ... meski sakit juga sih di hati mendengar Alga jujur. Nyesek pakai banget lagi.' Salma menatap Alga sebentar dengan berpura-pura membalikkan badannya sekilas.


Pagi hari.


Salma baru bangun sekitar pukul 5 pagi, terlambat tidak tapi jika sudah punya anak di tambah lagi anaknya sudah masuk sekolah jam segini sudah telat sebab ia belum mempersiapkan segalanya. Karena sekarang masih belum ada anak ya sedikit malas gak apa-apa kan.


"Masih ngantuk lagi, ambil air wudhu dulu deh untuk menunaikan sholat Subuh." Salma langsung menuju kamar mandi.

__ADS_1


Alga yang sudah bangun terlebih dahulu pasti sudah melakukan kewajibannya di masjid dekat rumah ini. Tapi aneh seharusnya jam segini ia sudah kembali tapi aneh, eh mengapa jadi berharap sih.


Usai menunaikan ibadah sholat Salma masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri dan siap-siap untuk ke kampus pagi ini, ada tugas dari Dosen yang harus ia kerjakan di tambah lagi ada kerja kelompok.


Alga sedang berada di dapur, ia menikmati secangkir kopi hitam pahit. Kenapa kopi hitam pahit, sebab kopi hitam pahit baik untuk tubuh apalagi kalau sedang bad mood enak banget di nikmati meski yah ada rasa getir sebab kopi original tanpa gula.


Minum 1-2 cangkir kopi hitam setiap hari mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (penyakit kardiovaskular adalah suatu kondisi di mana terdapat adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Gangguan fungsi yang dialami oleh jantung dan pembuluh darah ini merupakan penyebab utama seseorang mengalami penyakit jantung dan stroke) . 


Kopi hitam juga mengurangi tingkat peradangan dalam tubuh, kopi hitam juga pembangkit tenaga antioksidan. Di dalam kopi hitam juga mengandung Vitamin B2, B3, B5, Mangan, kalium dan magnesium. (Copas google)


Tapi selain itu memang benar-benar baik bagi tubuh konsumsi baik makanan atau minuman dengan sesuai takaran dan tidak berlebihan.


"Masih pahit an hidup dari pada kopi." Alga berbicara sendiri pada kopinya.


Menunggu Salma keluar dari kamar seperti menunggu kocokan arisan, moga-moga aja keluar kocokan arisan.


Satu setengah jam kemudian belum ada tanda-tanda Salma turun dan menuju dapur, Alga terus saja menatap ke arah pintu.


"Nih anak, apa gak kuliah?"

__ADS_1


Alga menaiki anak tangga dan menuju kamar Salma, hari ini pekerjaannya tidak hanya mengantar sang istri tapi ke perkebunan juga setelah itu bertemu Riska selesai bertemu Riska ia akan ke tempat makam Ibunya.


__ADS_2