Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
41. Kagumnya Samudra ke Salma


__ADS_3

Salma menatap kepergian Kamila.


"Kamu pulang?" Kamila mengangguk.


"Iya, aku balik dulu. Kak ... aku tinggal dulu ya!" jawabnya berlalu pergi.


Ia mencari Rio tapi gak bertemu dengannya sama sekali, Kamila pergi dari tempat ini dan mencari kesenangan lainnya lagi untuk malam ini tapi tidak di club' malam yang barusan ia jajahi.


Salma bersikap b biasa-biasa saja.


Ia mencicipi jus yang berada di tangannya tadi, rasanya sama jus lemon tapi ada sedikit rasa aneh di minumannya. Ada apa ini di dalamnya, tumben aneh.


Samudra dalam hati senang dapat mainan baru, ia sedikit kesal tadi ketika bertemu Salma ini. Jika mulutnya tidak bisa di tutup bagaimana dengan karirnya, kenapa pas sekali sih Kamila berteman baik dengan wanita ini.


"Kenapa? apa ada yang tidak nyaman dan butuh bantuan saya." Sok kenal sok dekat.


"Aku mau pulang," acuh dan meninggalkan Samudra.


Bukan Samudra namanya jika tidak bisa mencapai indahnya seluruh dunia. Ia segera membantu Salma untuk keluar dari tempat tersebut dan mengajaknya ke sebuah Apartemen miliknya, tidak masalah mengeluarkan sedikit uang demi wanita secantik Salma.


"Cantik sekali kamu." Hendak memberikan kecupan di bibirnya namun ia terkejut saat melihat ada cincin yang melingkar di jari manisnya.


"Apa dia sudah menikah?" gumam lirih Samudra.


Ia mengambil ponselnya dan menelpon Kamila untuk menanyakan tentang gadis yang baru ia bawa padanya.


๐Ÿ“ž "Ada apa?" tanya Kamila yang sedang mengemudikan mobil milik Samudra.

__ADS_1


๐Ÿ“ž "Apa dia sudah menikah sayang?" Samudera penasaran sekali.


๐Ÿ“ž "Iya dua Minggu yang lalu tapi suaminya gak setia bajinga* dan yang lebih parahnya dia di buat jatuh cinta lalu di tinggalkan. Ada apa memangnya, kamu mau melepas be*ahi padanya." Kamila tidak ambil pusing.


Lagian selama ini Kamila memang tidak ada rasa pada Samudra hanya ada rasa suka dengan hartanya saja. Kamila tadi sempat terkejut saat Salma bicara blak-blakan di dalam mobil menuju club' malam bahkan sampai ia cerita tentang Alga minusnya seperti apa dan poin terpenting adalah sama-sama melepas virgin. Tentu saja Rio dan Kamila terkejut bukan main jadi selama ini Salma masih gadis bersegel.


Samudra tidak jadi melanjutkan kegiatannya, ia memutuskan tidur di sofa saja malam ini.


Pagi hari.


Salma terkejut saat terbangun.


"Aku dimana? sedang apa? dengan siapa?" ia menatap tubuhnya yang masih berbalut pakaian yang sama minim kurang bahan.


Puk


Cklek.


Salma menatap ke arah kamar mandi.


'Please ... jangan seperti yang ada di dalam drama-drama yang aku tonton. Roti sobek, tampan dan poin terakhir dia menyentuh tokoh wanita yang berada di drama yang ia mainkan. Tidak ... tidak ... itu namanya aa--aku selingkuh namanya hu ... hu ... hu...'


Salma batinnya hendak melayang namun tidak jadi saat seorang laki-laki keluar sudah lengkap dengan baju kebesarannya di Rumah Sakit dan seperti kemarin pertama bertemu dengan kemeja biru muda dan jas yang berada di lengannya.


'Tapi selingkuh juga gak apa-apa kan lagian suami gak cinta sambil cari sampingan. Ho ... ho ... ho ... harus di bikin happy nih.'


"Sudah bangun, maaf semalam aku hendak menyentuh kamu. Tapi, tidak jadi saat melihat jari manis mu itu." Ucapnya menuju ke arah dapur.

__ADS_1


Salma melongo dan hanya sediki mengangguk-angguk saja, lagian gak ada rasa sakit sedikit pun di badannya yang artinya tidak terjadi apa-apa di antara dirinya dan dia.


'Untung ... gak jadi apa-apa.' Lega seketika.


Salma menatap jari manisnya yang terlingkar cincin pernikahan, entah Alga mengenakannya atau tidak tapi sejak menikah ia tidak terlalu memperhatikan jari manis Alga.


'Mungkin dia tidak mengenakannya, sudah aku lepas saja. Lagian percuma berumah tangga jika ujung-ujungnya aku suka duluan dan dia seperti itu. Wanita jaman sekarang jika terlalu bucin pada cinta maka dirinya sendirilah yang lebih dulu terluka.'


Salma melepas cincin yang seharusnya tidak ia lepas sekarang, di tambah lagi ia satu ruangan dengan orang bukan suaminya melainkan orang lain bukannya akan terjadi fitnah jika ada orang mengetahui ini.


Samudra sedari tadi mencuri-curi pandang menatap Salma yang melepas cincinnya dengan gelisah, sungguh miris gadis secantik ini dan menarik tapi di lukai suaminya.


Sepertinya hanya suami bodo* dan bajinga* itu sudah buta, membiarkan istrinya tidak dapat cinta. Justru wanita lain yang dapat, ya sudah jika suaminya itu gak mau masih banyak yang lain mau dengan Salma.


'Jika suami kamu tidak menyukaimu biarkan saja, akan aku rebut kamu darinya.'


"Nih sarapan dulu, aku tidak mau di sebut-sebut orang tak berperasaan. Sebentar lagi jam kerjaku, harap kamu pakai kartu ini dan kata sandi apartemen ini ada di belakang kartu itu." Memberikan pada Salma.


"Iya," cuma gini doang reaksi Salma. Ia menatap kartu itu yang ada selotip tertuliskan angka rahasia masuk apartemen ini.


Gak ada kegirangan apa gitu, Samudra sedikit terkejut dengan sikap dinginnya ini. Atau jangan-jangan suaminya tidak suka dengan wanita seperti ini, sungguh bodo* wanita semakin dingin bukannya semakin menarik dan penasaran.


"Miss misterius, bye ... bye." Samudra memberikan ciuman jauh pada Salma.


*


Maaf up telat lagi bad mood Emak, mohon dukungannya biar mood naik lagi.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2