
Alga tersenyum manis saat melihat Salma begitu emosian. Salma ngedumel dengan kaki berjalan yang di hentak-hentakkan di lantai.
"Dasar laki-laki, semua ... di dunia ini egois memikirkan dirinya sendiri. Di tambah tuh suami satu, tega banget menghianati pernikahan." Sambil mengambil sesuatu dari dalam lemari berharap ada makanan atau apa.
Sampailah di tempat Alga berdiri di samping dispenser.
"Cari apa nona muda?" Alga memberikan mie instan dalam cup.
Salma mengerjab-ngerjabkan matanya seraya tidak percaya dengan apa yang ia lihat, apa benar dia Alga si bajinga* itu. Ia mencubit kuat-kuat kedua pipi Alga.
"Rasain nih, salah sendiri pakai muncul kayak setan."
"Aduh ... aduh ... aduh ... sakit Salma, lepaskan," mengeluh kesakitan.
Salma masih marah, tapi apa haknya dia marah. Lagian dia mau tidur dengan siapa itu terserah dia, itu haknya kenapa diri ini tidak bisa mengontrol keadaan. Apakah boleh sedikit saja egois untuk memiliki pernikahan yang baik kedepannya, apakah berdosa mempertahankan rumah tangga dengan salah satu pasangan tanpa cinta.
"Pergi sana. KE .. LU .. AR ..." Sambil menunjuk ke arah pintu.
__ADS_1
"Aku mau menjelaskan semua Salma, tolong ... jangan usir aku keluar. Kita bicara dengan kepala dingin Salma, aku mohon," sambil memohon pada Salma dia bahkan rela bersimpuh di kaki Salma.
Sebegitu besar rasa bersalahnya.
Tapi Salma harus tegas, ia tidak mau terlena lagi. Buktinya nyata tadi, usai memaafkannya tapi apa yang ia dapatkan malah kenyataan yang begitu sangat menyakitkan. Meski dirinya tidak berhak menguasai hatinya, tapi raganya bolehkan atas dasar pernikahan yang suci dan sakral.
"Alga, aku mohon kamu jangan seperti ini Alga. Biarkan aku sendiri sekarang, selain itu aku juga tidak ada hak untuk melarang kamu berbuat apa-apa di luaran sana, meski aku tau sebagi istri seharusnya marah jika suaminya berbuat hal menjijikkan seperti ini." Salma melepas tangan Alga yang berada di kakinya.
"Salma ... aku mohon jangan menutup diri, aku suka ko jika kamu kedepannya melarangku melakukan ini itu tanpa seizin dari kamu. Tapi ... aku mohon dengarkan penjelasan ku dulu Salma, apa kamu suka permasalahan ini berlarut-larut panjang kedepannya?" tuturan Alga memang benar, masalah serius seperti ini tidak baik di biarkan berlarut-larut sampai masalah baru datang lagi dan lagi.
Salma menurunkan egonya meski rasa di dada sangatlah sesak bahkan air mata hendak turun, tapi ia tidak mau Alga melihat tangisannya setidaknya saat tengah malam nanti barulah air mata itu tumpah membasahi selimut dan bantalnya.
"Begini Salma, tadi setelah aku pulang dari rumah Papa kamu. Aku memang mampir di rumah Riska sebab tadi Riska meminta bantuan untuk memperbaiki kran di kamar mandi dan tempat pencucian piring rusak karena tukang servis yang ia suruh tidak kunjung datang, tapi setelah selesai memperbaiki dia menawarkan aku makan dan langsung aku makan tanpa curiga. Tapi ... aku tidak menyangka jika makanan itu ada sesuatunya dan membuat berahi ku naik mendadak, tapi beneran aku gak menyentuh dia Salma," sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
"Terus ucapan Riska katanya rela kamu tiduri tadi apa coba?" Salma tadi memang mendengar percakapannya dengan Riska.
Alga bingung harus bicara apa, kalau jujur bahkan ia sudah hampir masuk bagaimana ini. Di tambah lagi tangannya tadi sudah bermain lincah di tempat Riska dan bermain di sesuatunya juga yang seharusnya tidak terjadi dan tidak di lakukan. Alga menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.
__ADS_1
"Maaf Salma!" jawaban yang menyakitkan sekali.
"Apa kamu bermain seperti apa yang pernah kita lakukan tapi tidak sampai berhubungan badan?" Salma mengerjab-ngerjabkan matanya.
Alga mengangguk.
Sungguh ia tidak menyangka mendengar ini secara langsung dari Alga. Hatinya rapuh di dalam namun berpura-pura kuat di luar, andai Salma punya teman yang baik dan bisa di ajak curhat ingin sekali ia menangis sekarang.
'Apa kamu tau Alga, rasanya sakit luar biasa saat mendengar orang yang kita cintai berbuat demi kian meski dalam pengaruh obat tapi tetap dalam keadaan sadar. Apa aku salah mencintai suamiku sendirian, aku bingung mau bilang ke siapa tentang sakitnya hati aku ini.'
"Aku mengantuk, jika kamu masih belum mengantuk tolong ya pintu kamar di kunci aku mau istirahat dan satu lagi kamu tidurlah di lain tempat Alga jangan di kamar ini. Terserah mau kemana, jangan pulang pagi Alga." Salma berusaha menahan sesaknya dan membelakangi Alga lalu ia pura-pura memejamkan mata dan tidur.
"Maaf Salma," hendak mencium dahi tapi Salma menutupi wajahnya dengan selimut.
*
Simak terus yuk apa kelanjutannya
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir. Salam dari Emak yang imut-imut, jangan lupa untuk mampir di karya Emak yang lain juga ya 🥰🥰