Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
51. Pembuktian dari Alga


__ADS_3

Sentuhan tangan Adipati ke Salma membuat Salma terkejut, meski ia tak bisa melihat tapi kalau masalah kulit ia masih bisa merasakan (belum mati rasa kecuali untuk Alga).


"Nak, coba kamu ingat pelan-pelan saja. Siapa tau kamu ingat dia siapa." Adipati menasehati putrinya pelan-pelan.


Salma berusaha mengingat tapi percuma saja. Gelengan kepala Salma begitu meyakinkan semua orang, apa lagi setelah Adipati menerima surat yang tadi di bantu bawa oleh supir taxi yang mengantar Salma sampai tujuan.


"Salma tidak ingat Pa, jika Salma memang sudah menikah apa buktinya pa. Terus kenapa saat Salma seperti ini tidak ada di samping Salma, apa mata Salma tidak bisa melihat gara-gara dia juga?" Salma bertanya pada Papanya.


Adipati bingung harus menjelaskan bagaimana, yang menjalankan pernikahan mereka berdua. Tapi kemungkinan besar memang iya Alga sumbernya, jika bukan karena Alga yang buat masalah lagi pasti Salma sekarang sehat dan baik-baik saja.


"Salma maafkan aku, aku mohon Salma." Alga memohon padanya dan bersimpuh di dekat Salma.


Adipati segera menjauh dan mengisyaratkan semua orang untuk membiarkan mereka berdua, mungkin dengan mereka berdua dan di beri waktu bisa mengembalikan ingatan Salma.


Salma tidak menggubrisnya, anggap saja angin lalu. Lagian balas dendam baru saja di mulai, akan di balikkan keadaannya. Enak saja seperti orang gak bersalah, jika bukan karena pasangan serasi yang satu bodo* yang satunya lagi obsesi dan jal4ng sialan itu untuk menghancurkan orang lain mana mungkin mata ini kehilangan penglihatannya.


"Maaf karena apa?" keheranan yang di buat sendiri.


"Itu ... maaf gara-gara aku kamu jadi begini!" cicitnya lirih.


Tes


Salma meneteskan air mata, hatinya perih di tambah dirinya sampai di titik terendah yaitu gara-gara pria yang berada di sampingnya sekarang. Apa salah sih sedikit membuat orang ini dan itu jera dan tidak mengusik kehidupannya, lagian apa yang mereka perbuat tidak lebih parah bukan.


Kecelakaan itu apa ada hubungannya dengan Alga atau Riska atau jangan-jangan kekasih gelap Riska yang tidak lain adalah Elang.

__ADS_1


Salma memori dalam otaknya terus mengingat-ingat tentang kejadian beberapa bulan lalu. Tapi tidak ada satupun dalam memorinya yang teringat jika ada orang di balik ini yang ingin merampas hak hidupnya.


"Aku ... ingin ke kamar." Salma beranjak pergi namun tangan yang memegang tongkat di hentikan oleh Alga.


Alga berusaha meminta maaf dan memperbaiki diri, meski ia tau keadaan tidak mungkin bisa kembali seperti semula. Di tambah lagi Salma yang begitu sangat menderita, sebagai penebus kesalahan dan mendapatkan maaf dari Salma ia akan lakukan apa pun termasuk menyerahkan hatinya pada Salma seorang, semoga Salma tak membencinya.


"Hey ... apa yang kamu lakukan, turunkan aku." Salma memberontak tapi ia merasa jika dirinya naik anak tangga tapi menggunakan kaki Alga.


"Yakin aku turunin disini," Alga menggoda Salma dengan suara yang begitu sensual tepat di telinganya.


Seketika bulu kuduk Salma berdiri, sejak kapan orang ini tambah mesum. Apa semenjak ia pergi ke mesumnya menigkat pesat, atau jangan-jangan sudah dilampiaskan para Riska. Awas saja jika iya, minta di tonjok kuat-kuat kuda jantannya.


"Yakin, setelah itu kita pisah jika kita benar-benar pernah menikah. Aku tidak mau punya suami yang plin plan apalagi penghianat dan memiliki dendam yang seharusnya tidak ia lakukan."


Deg


Sesampainya di kamar, Alga menurunkan Salma di depan pintu. Pintu kamar lalu ia buka dan menarik pelan tangan Salma dengan genggaman yang sangat hangat.


"Kamu tersipu." Lagi-lagi Alga menggodanya


"Biarin," berjalan hati-hati sambil meraba tempatnya berjalan hawatir jika pria modus ini menjebaknya.


"Aku kira kamu bakalan bilang aku mesum lagi, plus modus." Alga duduk di sofa tak jauh dari Salma yang duduk di tempat tidur.


"Aku gak bilang, tapi syukur deh jika kamu banyak sadar diri. Dan satu lagi, karena kamu katanya suami aku. Tolong dong telpon Riska," permintaan apa ini.

__ADS_1


Alga melebarkan pandangannya.


"Salma, kamu jangan bercanda. Aku tidak ada hubungan lagi dengannya." Alga tidak setuju.


"Maksudnya apa Alga, kamu pacaran sama dia gitu. Bukannya tadi di bawah papa bilang kamu suami aku, kamu selingkuh ya?" Salma tertindas.


Alga buru-buru mendekat


"Salma ... aku mohon percaya padaku oke. Aku tidak ada lagi hubungan dengannya, aku pilih kamu Salma. Aku tidak mau kehilangan kamu Salma!" jawabnya lirih.


"Alasan." Salma sebisa mungkin mengontrol emosinya agar semua orang yakin jika dirinya benar-benar ada gangguan dengan ingatannya.


'Gara-gara rencana jahat kalian juga kan, makannya aku kayak gini. Sial bener dekat dengan kamu itu, hem ... sepertinya memanfaatkan kepolosan Alga gak apa-apa kan ya, lagian dia mudah di tipu ko.'


"Jangan membual, jika mau tulus buktikan dong." Salma terkejut saat ada tangan kokoh meraih pipinya.


"Kam ... emm ... em ...." Alga tanpa basa basi langsung mengambil kesempatan.


Biarkan saja Salma marah-marah yang penting di wujudkan dengan nyata bukan, sebagai pembuktian secara langsung. Kecupan yang awalnya pelan kini tambah menuntut lagi dan lagi badan ini tidak dapat mengendalikannya lagi.


'Sial.'


Meski sial tapi terselip rasa nyaman dan meminta lebih lagi.


*

__ADS_1


Gercep banget bang, kelamaan puasa atau bagaimana??


Gemes mau aku pukul tadi kamu Alga, gak jadi emak pukul. Sayang dengan tangan emak😁


__ADS_2