Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
50. Akting dimulai


__ADS_3

"Papa." Alga mengulurkan tangannya hendak mencium punggung tangan Adipati namun di tepis dengan kuat.


Plak


"Saya tidak suka basa basi, dimana putri saya yang kamu hilangkan dan membuat dia pergi dari rumahnya sendiri?" ketus Adipati.


Arto tidak membela siapa-siapa, putranya yang salah biarkan saja anak bandel tak tau diri itu menyelesaikan kesalahannya sendiri. Bukankah berani berbuat berani menanggung akibat perbuatannya sendiri.


"Saya ... saya ... tidak tau Pa, saya sudah mencari dia tapi hasilnya nihil Salma tidak di temukan dimana-mana pa!" ketakutan.


"Dasar laki-laki gak bertanggung jawab, pasti kamu berulah lagi kan sehingga menyebabkan putri saya pergi. Mulai hari ini tinggalkan putri saya dan saya akan segera mengurus surat perceraian kalian, saya tidak mau putri saya di sakiti oleh kamu lagi dan lagi." Adipati langsung pergi setelah menunjuk-nunjuk Alga dan membuat keputusan yang matang.


"Arto, minta data-data pribadi dia dan berikan pada saya secepatnya." Perintahnya pada Arto.


Memang seharusnya dari dulu sudah mengurusnya, bukan menunda dan berlarut-larut seperti sekarang.


"Siap pak, kalau begitu izinkan saya tinggal sebentar pak," meminta izin lebih dulu.


Adipati enggan menatap Alga ia hanya mengangguk sekilas pada Arto dan pergi dengan beberapa bodyguard langsung menuju mobilnya dan pergi melanjutkan pekerjaan sambil mencari informasi tentang putrinya.


"Kamu apakan menantu bapak, kalau sampai Bapak kehilangan menantu sebaik Salma. Sebaiknya kamu jangan pernah lagi anggap aku ini sebagai bapakmu lagi." Arto masuk ke dalam rumah itu dan mencari dimana Alga tidur dengan tenang 2 bulanan ini.


"Tapi pak, aku sudah cari Salma kemana-mana pak tapi belum juga bertemu. Bapak ... Alga mohon jangan bicara seperti itu, Alga cuma punya bapak di dunia ini selain istri Alga pak," mengejar Arto.


"Bapak gak mau tau, mana data milik kamu." Arto meminta.

__ADS_1


Salma kini sudah berada di perjalanan, karena ia pura-pura hilang ingatan membuat dirinya harus pulang ke rumah Adipati rumah utama, sebab jika orang kehilangan ingatan sebagian yang ia tau ingatnya hanya tertentu saja.


'Ish ... ko malah aku sendiri yang merasa terjebak permainan konyol, hanya demi membuat dua pasangan sialan itu jera.'


Salma menggelengkan kepalanya berkali-kali.


Adipati di dalam titik terendah, ia bahkan ingin membunuh menantunya itu. Kenapa bisa-bisanya tertipu dengan wajah tulus dan polosnya saat itu jika ujung-ujungnya Salma di buat terluka dan main-main saja oleh dia.


Tak


Tak


(gak ada drama lagi ya, langsung cas cus sat set aja ya)


Adipati menatap ke sumber suara, matanya berkaca-kaca saat melihat siapa yang datang, putri tercintanya. Tapi ... tunggu dulu, kenapa ada yang ganjil, apa ada masalah.


Beberapa pembantu dan bodyguard Adipati juga terkejut, mereka menutup mulut mereka seraya tidak percaya. Nona muda cantik dan baik hatinya tertimpa musibah separah itu, mereka membungkuk dan meminta izin untuk ke belakang.


"Salma." Panggilnya sambil merentangkan kedua tangannya dan mendekati sang putri.


Salma yang masih belum bisa melihat hanya tersenyum, ia tau suara ini.


"Papa," Salma tidak dapat menahan harunya.


Ia benar-benar rindu sosok papanya yang selalu melindunginya, meski Salma tau papanya punya kesibukan dan terkadang sedikit mengabaikannya.

__ADS_1


"Nak, maafkan Papa yang tidak bisa melindungi kamu nak. Maafkan Papa." Adipati terisak sambil memeluk erat tubuh putrinya yang nampak kurus lagi.


Padahal sebelum menikah sekitar 4 bulan yang lalu Salma masih berisi badannya, ia teringat senyum ceria dan percaya diri dari putrinya itu. Tapi. .. kini apa yang ada di pelukannya seperti bukan Salma yang sesungguhnya.


Arto dan Alga tiba-tiba datang, setelah Alga menangis dan bersujud berkali-kali di bawah kaki Arto, mereka berdua terkejut saat netra mereka menatap gadis cantik namun terus saja memancarkan senyumnya itu. Salma terdiam, ia tidak tau siapa yang datang.


"Salma." Panggilnya Alga dan Arto bersamaan.


'Suara ini, hem ... drama dimulai.'


"Pa ... siapa mereka?" tanya Salma pura-pura bingung.


Alga terperanjat, apa-apaan ini. Ini tidak lucu baginya, kenapa Salma tidak mengenalinya atau jangan-jangan Salma kehilangan ingatannya.


Sungguh berdosa sekali dirinya ini tidak bisa menjaga istrinya yang merupakan amanah dari orang tua dan Sang Maha Kuasa untuk ia jaga, tapi apa justru dirinyalah yang menyebabkan ini semua terjadi dan menimpa Salma istrinya.


"Mereka, bapak mertua kamu dan suami kamu Salma!" jawabnya kebingungan.


Tadinya amarah meluap saat sang putri tak dapat di temukan, tapi sekarang beda cerita lagi ketika anak satu-satunya sudah berada di depan mata di tambah lagi keadaan Salma yang sungguh memprihatinkan sekali.


"Mertua dan suami? benarkah?" Salma mengeluarkan ekspresi terkejut dan tentunya bingung. "Bukannya aku masih duduk di bangku SMA dan besok acara perpisahan pa." Sambungnya dengan aktingnya yang gak tanggung-tanggung.


Alga tambah terkejut, ternyata ia melupakan dirinya. Tidak apa, jika Salma benar-benar melupakannya setidaknya hatinya tak terluka meski suatu saat nanti Salma bisa mengingat lagi dan resiko serta konsekuensinya akan ia tanggung.


*

__ADS_1


Pasti sudah bisa menebak ya apa yang akan terjadi selanjutnya.


Yuk kirimkan dukungannya.


__ADS_2