Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
31. Ketangguhan Salma


__ADS_3

Salma sibuk dengan tugasnya sampai ia lupa belum sarapan bahkan sampai Alga datang saja ia tidak tau.


"Gak kuliah neng?" Alga menyandarkan badannya di tembok dekat Salma mengerjakan tugas.


"Jam berapa ini, mati ... gue." Menatap jam di meja tempatnya belajar sudah menunjukkan pukul 07.10 WIB .


Salma langsung mengemas semua dan mengecek bukunya sampai yang ketiga kalinya.


"Lama banget, buruan turun lalu sarapan. Nih ... bekal kamu, nanti siang aku gak bisa jemput sebab nanti setelah mengantar kamu aku mau ke perkebunan, mulai hari ini aku kerja di sana," dengan sikap yang sama seperti kemarin, perhatian namun dingin.


"Iya sudah tau, setelah itu saat makan siang ketemuan kan dengan Riska, hati-hati di jalan. Nanti aku akan pesan taxi untuk pulang." Berlalu pergi dengan perasaan kesal sekali, gimana sih Alga ini di ajar berumah tangga yang bener tapi masih saja ada hubungan dengan Riska.


"Sebentar-sebentar, ko kamu tau aku siang makan dengan Riska? kamu memata-matai aku?" Alga tiba-tiba marah dan seharusnya Salma yang marah kenapa jadi dia.


Salma tersenyum, ia tidak mau jadi wanita lemah yang akan diam. Lebih baik dia bertindak secara diam-diam dan main cantik, Riska saja bisa ko main cantik dengan pura-pura tulus.


"Asal nebak saja, santai dong ... jangan marah. Lagian pas aku gak kamu jemput waktu itu aku lihat kamu makan di cafe dekat kampus, mesra pula. Awas hati-hati takut Papa atau bapak tau kelakuan kamu yang sebenarnya!" sindiran Salma ngena ke hati.


Jleb


Salma berlalu pergi ia berjalan cepat saat menuruni anak tangga.


Kamar Salma memang di desain dengan peredam suara agar saat bertengkar seperti ini tidak ada yang mendengar baik itu pembantu atau orang lain, masih baru kamar Salma dan Alga di desain sebelum menikah dadakan beberapa hari yang lalu.


"Salma ... tunggu Salma." Alga mengejar Salma namun ia kalah cepat, Salma menyambar kunci motor dan berlari secepat mungkin dan meninggalkan Alga yang mengejarnya juga.


Alga tidak tinggal diam ia menghadang di depan garasi yang langsung di tutup sebagian pintu agar tidak ada celah Salma untuk kabur lagi.

__ADS_1


"MINGGIR KAMU, KAMU MAU MATI APA." Teriak Salma.


Alga tidak peduli yang terpenting sekarang penjelasan dari Salma. Apa dirinya memata-matai selama ini, ia ingin bicara serius pada Salma.


"Jelasin dulu, baru boleh keluar ke kampus," syarat yang terpaksa Salma terima.


Daripada berkepanjangan dan Salma tidak suka bertele-tele, ia turun dari kuda besinya dan mendekati Alga.


"Jelasin tentang apa sih?" Salma menggerutu di iringi kekesalan sambil duduk tidak jauh dari garasi.


"Tadi yang kamu bilang makan siang dengan Riska, kamu tau darimana." Alga mencekal pergelangan tangan Salma.


"Lepas dulu tangan kamu, jadi laki yang gentleman dong jangan main kasar dan tindakan yang sembrono," Salma menghempaskan genggaman tangan Alga.


"Jelaskan." Masih ngeyel.


Alga di buat terkejut dengan ucapan Salma, kapan atau jangan-jangan kemarin itu. Alga menepuk jidatnya kuat-kuat habis sudah nasibnya, sudah miskin kere dan gak menguntungkan banget memelihara dirinya.


"Sudahlah, nanti ketemu Riska sebentar untuk membicarakan hal serius dan memberikan kebebasan pada Riska." Masih saja memikirkan Riska tidak memikirkan perasaan istrinya.


Salma yang berada di jalan mengumpat Alga terus menerus tanpa henti.


"Dasar laki-laki bajinga* gak ada akhlak, semua hewan yang ada di kebun binatang menempel padanya, bahkan makhluk halus berbagai macam rupa juga. Dasar manusia tengil, aku doain tersedak minum." Salma kesal sekali.


Sepertinya Papanya dulu kena ilmu deh biasa-biasanya menjodohkan anaknya dengan laki-laki modelan Alga cuma modal tampang doang di luaran sana banyak ko yang tampan dan Sholeh terus imamnya kuat gak kayak Alga imannya tipis banget bahkan lebih tipis dari kertas.


"Punya suami seperti Alga, harus bersyukur atau sebaliknya sih. Sepertinya hanya aku yang bisa sanggup dan kuat menghadapi makhluk seperti Alga, banyak-banyak doa deh biar sadar diri dia itu."

__ADS_1


Salma masih menghormati Alga dengan tulus, berharap bisa merubah hati Alga yang awalnya terpengaruh oleh sihir Riska manusia setengah siluman jahat kelakuannya.


Ketika sampai di kampus ia mendengus kesal melihat orang yang tidak di harapkan menghadang di tengah jalan pakai atribut aneh pula.


"Kurang kerjaan banget nih orang." Salma turun dari motornya dengan meletakkan helm di atas motor.


Ia berjalan menantang padahal sekarang dirinya tanpa membawa apa-apa cuma modal orang saja.


*


Emak peringatkan lagi ya banyak kata-kata kurang pas di karya ini. Mohon bantuannya jika ada tulisan yang kurang pas di baca, tinggalkan komen ya terimakasih.


Ayo tebak siapa yang menghentikan Salma di parkiran kendaraan.



Alga


Riska


Agam


Elang


Atau orang lain


__ADS_1


Jangan lupa like, favorit atau love lalu bintang 5 ya


__ADS_2