Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
91. Diambil hikmahnya saja


__ADS_3

Adipati langsung mencari di situs online liburan untuk honey moon yang paling bagus di negara Belanda bagian mana, setelah cocok dengan fasilitas dan kualitas tempatnya Adipati memutuskan untuk pesan tiket dan mengurus beberapa keperluan seperti membuat paspor untuk Alga lebih dulu.


Sedangkan Salma sudah punya untuk berjaga-jaga jika ia ingin liburan tapi nyatanya sampai detik ini Salma tidak meminta liburan kemana-mana, padahal anak perempuan seusia Salma paling senang dengan yang namanya holiday.


Adipati hendak menelpon Alga tapi tidak jadi mengingat ini sudah larut malam sebaiknya besok pagi saja lagian hadiah honey moon ingin di jadikan kejutan saja agar Salma mau menerima, jika Adipati jujur dirinya yang memberikan hadiah begini pasti tidak akan di terima mengingat kesalahan yang sangat luar biasa terjadi sebelum dirinya lahir.


Rasa bersalah ini tidak dapat di obati apa-apa, sebab ulahnya dulu berimbas pada putrinya yang terus menerus tersakiti hati,jiwa dan raganya.


Pasti sangatlah tidak mudah untuk di maafkan seperti kejadian dan cerita belum terungkap semua.


Keesokan harinya.


Adipati menemui Alga usai Alga mengantar Salma ke kampus pagi ini.


"Kamu baca dulu setuju tidaknya setelah selesai membaca, lagi pula papa ingin kalian berdua semakin baik hubungannya, jangan bilang Salma jika ini hadiah dari papa langsung. Jika Salma tau pasti dia akan menolak dan semakin membenci papa, Alga.. papa mohon bantu papa sekali ini saja Alga." Adipati memohon pada Alga agar ia mengabulkan permintaan sederhananya.


Alga benar-benar dilema dan bimbang di satu sisi dia juga punya surat perjanjian dengan Salma jika melanggar akan mendapatkan sangsi yang entah apa yang akan Salma lakukan, takutnya Salma meminta hidup sendiri-sendiri.


"Tapi.. pa, Alga tidak mungkin berbohong pada Salma. Selain itu pekerjaan Alga yang tidak seberapa ini tidak masuk akal pa jika mengajak Salma pergi jalan-jalan, lagi pula bukannya seharusnya papa bicara langsung dan jujur ke Salma yang sebenarnya pa." Saran Alga memang masuk di akal.


Sebaiknya bicara baik-baik semoga tidak di kira menyogok demi sebuah permintaan maaf.


"Benar juga ucapan kamu Alga, gak kepikiran sampai situ papa."


Diiringi dengan pukulan di pundak Alga berkali-kali sampai Alga merasakan pundaknya akan berpindah arah.


plak


plak


'Sabar Alga, tidak seberapa ini. Untung saja kamu tidak di buat terluka sampai membekas di ingatan. Andai.. papa menyuruh kamu di posisi Salma persis pasti kamu sudah mengakhiri hidup sebab kamu tidak mampu melewatinya. Lagi pula papa kan sering lupa dan yang lebih parahnya di ingatkan malah marah, makanya tadi aku sempat bingung.'


Alga menyunggingkan senyum.


"Iya.. pa." Alga mengangguk.

__ADS_1


Entah apa yang akan terjadi besok atau hari selanjutnya, mungkin harus bersabar lagi kedepannya.



Salma selesai mandi langsung berdandan lebih tepatnya cuma mengoles pelembab wajah dan bibirnya saja. Lalu ia menatap Alga yang sedari tadi melamun entah apa yang ia lamun kan, mungkin pekerjaannya. Sedangkan beberapa hari ini Alga tidak bekerja usai keluar dari restoran Bu Cherry.


'Kenapa sih Alga, apa masih kepikiran tentang pekerjaan dia di restoran itu. Hem.. seharusnya aku tidak kesana waktu itu jika tau aku hanya mengacaukan pekerjaannya saja, lagi pula jika aku tidak kesana setidaknya Alga tidak jadi begini termenung sendiri. Hawatir kalau sampai kesambet makhluk Astral.'


Batin Salma.


Ia berjalan mendekati Alga lalu ia menyentuh pundak Alga. Alga langsung menatap ke arah seseorang yang menyentuh pundaknya.


Alga tersenyum.


"Kenapa sayang? kamu sudah selesai mandi." Langsung menarik pinggang Salma dan mendudukkan tubuh Salma di atas pangkuannya.


"Iya.. baru selesai, kamu kenapa? aku lihat dari tadi gelagat kamu aneh. Ada masalah yang tidak bisa kamu selesaikan Alga, apa gara-gara pekerjaan kamu waktu itu?"


"Tidak"


Salma mengerutkan alisnya.


"Ya.. enggak ada terusan nya sayang,"


padahal Alga hanya memikirkan bagaimana caranya agar Salma mau menerima permintaan maaf Papanya, tidak mungkin bukan antara anak dan papanya perang dingin sebab kekacauan masa lalu. Sebagai suami ia ingin mengingatkan istrinya namun dirinya juga banyak kekurangan.


"Benarkah? tapi.. kenapa rasanya ada yang sedang kamu sembunyikan Alga. Apa begini caramu sekarang membuat aku penasaran lalu aku marah begitu." Meninggikan suaranya.


"Sayang.. bukan begitu,"


Salma tersenyum kegirangan, acara mode ngambeknya mempan kali ini.


"Terus kamu sedang menyembunyikan apa coba? ada rencana mau jujur enggak?" Salma terus mendesak Alga agar suaminya itu mau bercerita sedikit masalah yang sedang ia hadapi.


Siapa tau bisa memecahkan solusi agar lebih parah lagi kedepannya.

__ADS_1


"Terpaksa cerita ini jadinya, tapi beneran sayang gak ada yang aku sembunyikan dari kamu. Em.. jika papa yang mau meminta maaf apa kamu berencana mau memaafkan beliau atau tidak, dia papa kandung kamu sayang apa kamu tidak mau memaafkan beliau" Alga menatap Salma dengan perasaan hawatir.


Salma pasti akan marah dan kecewa kembali.


"Aku tidak pernah marah dengan papa, meski papa ada kesalahan yang tidak pernah ia sadari Alga. Aku tau itu hanya masa lalu papa dan tidak mungkin akan di bawa ke masa depan bukan, meski aku sedih terlahir dari luar pernikahan. Tapi.. aku tetap bersyukur dengan keadaanku ini, andai aku tidak lahir ke dunia ini bukannya aku tidak akan bertemu dengan orang-orang seperti suamiku ini," manja-manja cantik di pangkuan suaminya.


"Tapi.. kehadiran aku ini membawa luka saja sayang, maafkan aku sayang" lagi-lagi meminta maaf.


"Sudah.. sudah.. kita ganti topik saja jangan bahas itu lagi, aku sudah memaafkan kamu ko. Lagian buat apa dendam, bikin orang jadi punya penyakit hati." Salma sangat tegas.


Alga tambah cinta dengan istrinya, tidak salah dulu dirinya terpaksa menikah tapi semuanya Alga dapatkah dari diri Salma tidak ada satupun yang kurang hanya saja momongan belum hadir mungkin belum di beri kepercayaan Dari Yang Maha Kuasa.


Seandainya dari dulu di beri pasti takdir sangat berbeda bahkan bisa jadi Salma membencinya sebab ia di lukai, tidak hanya dirinya tapi juga anaknya ikut terkena imbas sebab keegoisan yang ia ciptakan untuk membantu Riska balas dendam sebab Salma memiliki segalanya tidak seperti Riska.


"Alga"


"Apa sayang?"


"Lepas dulu pelukannya!" memberontak tapi Alga lagi-lagi modus ke Salma.


"Gak mau, badan kamu berisi sayang" ia mencubit pinggang Salma dengan gemasnya.


"Aduh.. sakit Alga," mengusap pinggangnya.


"Tapi aku suka."


Benar-benar ya Alga ini gak tau apa jika cubit pinggang itu sakit sekali, apalagi dengan gemas begini.


"Tapi.. aku gak suka, sakit tau," mengerucutkan bibirnya.


*


Maaf ya jika emak tidak pernah menyapa, terimakasih ya sudah mendukung karya emak sampai bab ini.


Emak terharu dan tidak pernah menyangka karya emak receh seperti ini di nikmati teman-teman, dukungan kalian memang benar-benar baik untuk mood booster menulis emak, terkadang emak juga down sebab emak gak bisa membuat cerita yang ngena di hati.

__ADS_1


Pasti teman-teman sering kan membaca karya author lainnya yang sering down padahal karya mereka lebih banyak yang dukung saja masih down apalagi jika parah seperti ini. Tapi.. sebagai ucapan terimakasih emak akan lanjut menulis terus meski karya popnya sedikit.


Terimakasih banyak teman2 atas like dan favorit serta bintang 5 nya.


__ADS_2