
Salma sudah selesai kuliahnya hari ini, tidak sampai menghabiskan waktu yang banyak selain itu tidak ada tugas kali ini dari Dosen jadi free.
Salma menatap kesana kemari, tapi dirinya tidak melihat ada mobil miliknya. Biasanya Alga akan selalu stay di kampus sepanjang hari, namun entah mengapa sekarang tidak lagi. Apa gara-gara pagi tadi penyebabnya ia jadi tidak semangat menjemput dirinya.
"Ya sudah deh, nanti minta maaf saja saat di rumah." Salma terpaksa pesan taxi sebab sudah lebih dari puluhan kali ia mengirim pesan pada Alga namun satu pun tidak ada yang masuk pesannya.
Ketika di perjalanan pulang ia merasa sangat menyesal menyuruh Alga untuk tidak memberi tumpangan pada Riska, tapi jika ini terus berlanjut bukannya dirinya rugi dibuat olehnya di tambah lagi uang bensin kendaraan dirinya yang keluar terus mengingat mobil yang di pakai miliknya pribadi. Mobil taxi melesat ke jalan raya membelah jalan, bahkan sudah beberapa kali lampu merah berhenti lalu bergerak lagi ketika sudah hijau.
Tak
Tak
Salma menatap kesana kemari, tidak ada siapa-siapa kemana dia? tumben tidak nongol seperti biasanya yang akan cerewet menyuruh minum susu atau jus setelah pulang kuliah.
"Mbak Salma, ini minumannya." Memberikan jus buah pada Salma dengan tatapan yang sulit untuk di mengerti.
__ADS_1
"Kenapa kamu menatapku seperti itu Siti? apa ada yang salah dari wajahku?" Salma bertanya sambil meminum jus segarnya.
"Enggak ko mbak, saya permisi dulu!" jawabnya tidak jujur.
'Mbak Salma dandan, apa dia sedang jatuh cinta ya. Biasanya orang dandan itu sedang jatuh cinta, wah ... sepertinya akan ada berita heboh ini jika benar mbak Salma punya pacar di tambah lagi dari dulu sampai sekarang tidak ada satu pun laki-laki yang di bawa pulang oleh mbak Salma.' Batin Siti kegirangan.
Sudah lama Siti tidak senang seperti ini bahkan beberapa pembantu rumah ini langsung mendekati Siti dan menanyakan ada apa dengan dirinya ini, sedari tadi tersenyum-senyum sendiri persis seperti orang gila yang dapat makanan di pinggiran jalan itu.
Salma hanya membatin saja, pasti Siti hendak bertanya kenapa wajahku seperti ini. Atau jangan-jangan bedak yang ia gunakan luntur lagi, gak mungkin deh kayaknya. Tapi ya ... sudahlah jika luntur lagian sudah di rumah bukan area kampus lagi setidaknya tidak banyak sepasang mata yang melihat tampilannya yang acak-acakan wajahnya seperti adonan baru di beri tepung biar gak lengket.
"Apaan ini?" Salma membuka kotak tersebut ternyata isinya sebuah boneka, ia mengerutkan dahinya boneka siapa ini di tambah lagi ada bercak merah tidak tau merah-merah itu apa yang jelas bukan darah tapi lebih ke pewarna makanan menurut Salma.
Salma tersenyum, rasanya sudah lama sekali tidak ada yang mengajaknya main petak umpet. Dulu sering terjadi saat ia masih di bangku SMA, tapi itu sudah beberapa tahun yang lalu dan kini terulang lagi pasti orangnya sama lagi jika tidak pasti kaki tangannya yang bergerak kemari tanpa jejak.
"Sepertinya dia lagi, ck ... lagu lama berdering indah di dengar telinga. Apa tidak bosan menggangu kehidupan orang lain, di tambah lagi Alga juga tidak ada pasti mereka berdua saling kerja sama. Nanti saat dia kembali coba pura-pura saja ketakutan dari pada ketahuan jika aku sebenarnya tidak takut." Salma heran sekali, kenapa Alga begitu bodo*nya mencintai wanita yang jelas-jelas licik dan akan menghalalkan segala cara agar keinginannya tercapai maksimal tanpa harus terlihat jelas berbuat macam-macam.
__ADS_1
Salma menatap kesana kemari, sebelum aksinya bereaksi ia memastikan tidak ada orang dulu di tempat ini lalu ia pura-pura berteriak sekencang-kencangnya.
"HHHUUUAAA ...." Salma membuang kotak tersebut dengan sepontan dan membuat seisi rumah panik mendengar kerasnya benda jatuh di tambah lagi teriakan Salma yang begitu kencang.
"Mbak Salma." Langsung menuju dimana Salma teriak yaitu taman belakang.
Semua orang tercengang dengan apa yang ia lihat, Salma ketakutan sambil menyembunyikan wajahnya di antara kedua kakinya bahkan kedua telinganya ia tutup rapat-rapat.
Sore menjelang malam.
Salma menunggu reaksi Alga seperti apa, apa dia hari ini ke sini atau tidak. Lagian tugasnya dari Papa belum selesai, tapi entah sejak di kampus ia tidak melihat Alga. Mungkin dia masih menemani Riska kalau tidak ia pasti ke makam ibunya.
Alga baru saja sampai di rumah Salma, ia memegang kontak mobil dan hendak mengembalikan pada Salma, namun tidak jadi saat salah satu pembantu Salma menceritakan kronologi setelah Salma pulang dari kampus tadi.
**
__ADS_1
Orang licik di licik i kembali