
# Peringatan ?! mengandung jajanan basah
Alga mencuri-curi pandang pada Salma, ternyata menyenangkan sekali mencuri pandang dengan orang yang dapat memikat hati.
Salma tidak merasakan apa-apa jika dirinya kini di pandang Alga terus-menerus.
'Ternyata menggapai angan-angan itu seperti menggapai bintang ya, yang tidak akan pernah terjangkau oleh tangan kecil dengan tubuh tak bersayap.'
Salma larut dalam lamunan.
Tengah malam.
Salma tidak bisa tidur, ia kepikiran dengan perkataan Alga tadi setelah sampai depan rumah.
"Aku tidak tau apa yang aku rasakan sekarang, tapi rasanya hati ini tidak rela jika kamu istriku dengan laki-laki lain, bukan berati aku cinta sama kamu. Cuma mengungkapkan jika aku tidak mau kamu dekat dengan mereka."
Perkataan ini seperti orang cemburu dan tidak mengizinkan kekasih hatinya ada rasa dengan yang lainnya.
"Laki-laki penipu akan tetap jadi penipu demi tujuannya tercapai, heh ... ternyata sakit juga menyukai seorang pembohong." Menertawakan dirinya sendiri.
Alga seperti kemarin-kemarin bersikap lembut dan perhatian pada Salma, Salma juga di buat bingung oleh sikap Alga. Benarkah dia berubah atau jangan-jangan siasat balas dendam yang sudah mendarah daging di seluruh tubuh dan aliran darahnya mendadak muncul kembali.
"Minumlah dulu Salma." Memberikan satu gelas susu hangat padanya.
Salma meminum tanpa ada rasa curiga sedikitpun, takdir hidup seseorang hanya Tuhan Sang Pencipta yang menentukan.
"Terimakasih," mengembalikan gelas pada Alga.
Alga mengerutkan dahinya.
"Segitu doang?" Alga menatap heran.
"Terus ... maunya apa!" ketus lagi ucapannya.
__ADS_1
"Ya .. bilang apa gitu kek, seperti selamat malam atau ngajak tidur satu tempat tidur gitu. Bukan cuma sebagai pengantar susu." Alga cemberut.
"Apa kamu kehilangan ingatan?" Salma menatap tajam manik wajah Alga.
"?! Apa maksudnya!" benar-benar tidak paham.
Kenapa sih Salma selalu menyebutkan kata teka teki.
"Lihat jari manis aku, sudah tidak ada benda di sini kan? jadi aku harap segera layangkan perpisahan untuk aku, biarkan aku bebas dari ikatan ini." Permintaan yang tidak dapat di terima.
Alga benar-benar tidak terima dan ia sangat merasa di permainkan oleh keluarga Adipati terutama Salma lah tokoh utama.
Celah di antara keduanya kini mulai terkikis habis sehingga tidak ada celah diantara mereka, bibir Salma berada di kendali Alga sesapan Alga begitu kuat dan mendominasi. Salma tidak dapat memungkiri jika pengalaman ini begitu luar biasa, rasanya kenyal dan menggairahkan sampai membuat Alga terlena. Ciuman di antara mereka semakin dalam dan menuntut, bergerak seirama dengan sentuhan lembut yang di berikan Alga.
Tangan Alga bergerak menggenggam tangan Salma dengan kuat sebagai penopang badannya, Alga tidak menyia-nyiakan kesempatan langka tersebut. Secara perlahan bibir Alga turun ke bawah lagi dan lagi dengan menyusuri leher jenjang Salma yang berada di bawah kendalinya, Salma tidak dapat mengontrol bahasa dalam dirinya yang sudah mulai mengikuti arahan pergerakan Alga.
"Uuhh." Lenguhan Salma dari bibir tipisnya membuat bira*i Alga semakin tinggi, perlahan tubuh kekar Alga menindihnya.
Alga menatap dada Salma yang menantang, lalu ia mainkan puncak yang membuat Salma mendesah sebab ia tidak tahan dengan permainan Alga, sensasi yang di berikan Alga membuat Salma makin gelisah dan meminta agar Alga sesegera memasukinya.
"Em." Salma menahan keterkejutannya, gengsi dong jika ia memekik nyaring di bawah Alga.
Alga merasa Salma tidak nyaman namun ia tetap melanjutkannya sampai membuat Salma tunduk dengan kegiatan dan merasa nyaman. Alga sangat menginginkan Salma di tambah lagi Salma terus mendesah seirama dengan tangan Alga yang bergerak di dalamnya semakin cepat lagi dan lagi itu membuat keduanya semakin menggila.
Hem ... rasanya jauh sungguh nikmat di banding saat dirinya dulu pernah di beri obat perangsang oleh papanya lalu ia melakukan dengan orang yang sama yaitu Alga Ranting saat itu. Cairan kenikmatan Salma keluar dari miliknya membuat Salma lemas beberapa saat kemudian, Alga kembali menyesap puncak dada Salma dan menyapu seluruhnya dengan lidah yang begitu ahli dan mahir bermain di area sana tanpa jeda.
Salma pasrah dan pertahanan milik Salma runtuh kembali lagi dan ia menikmati setiap sentuhan kulit Alga yang halus lembut itu lagi dan lagi. Walau ia tau nanti akan menyesalinya sebab ia terlena lagi dengan buaian Alga, tapi biarkanlah tubuh ini menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
'Jika besok pagi sudah berbeda di antara kita, biarlah saja ini menjadi malam terakhir yang indah di hubungan yang saling menyakitkan hati.'
"Lebih cepat." Salma sudah merancau kemana-mana.
"Panggil nama aku Salma sayang," memberikan kecupan di bibir.
__ADS_1
"Alga ... ah."
Tempo yang di berikan Alga begitu cepat, mereka puas di diri mereka masing-masing.
Pagi hari.
Salma sudah bangun lebih dulu dan melakukan aktifitas lainnya. Ia kembali ke kamar saat ada deringan ponsel menganggu indera pendengarannya di tambah lagi suara yang begitu bising di telinga, apa Alga telinganya tidak dengar dengan suara musik rock dari ponselnya.
"Siapa sih yang telpon pagi-pagi?" Salma penasaran.
Tidak ada nama, lalu ia angkat dari pada nanti bunyi lagi.
π "Hallo siapa?"
Salma biasa-biasa saja sebab ia tidak tau siapa yang menelpon.
π "Ko kamu yang angkat? mana Alga."
Salma tau ini suara siapa.
π "Ngapain telpon suami aku pagi-pagi buta, kurang banyak ya koleksi pejantannya."
Sindir Salma secara terang-terangan.
π "Alga masih kekasihku, ya wajarlah jika aku pagi-pagi menelpon dan menanyakan keadaannya,"
Dengan pede dan ketusnya Riska bicara.
Salma mengepalkan tangannya.
*
Rumah tangga paling bagus ketika memperbaiki keadaan dengan cara ... , tapi juga tidak boleh permasalahan di biarkan berlarut-larut dan terjadi kesalahpahaman.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan teman-teman, pantau terus. Emak masih belajar merangkai kata jika ada salah maaf ya.