Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
79. Surat perjanjian yg bikin galau


__ADS_3

Salma sudah lebih tenang dari sebelumnya dan waktu pun berlalu ia masih menunggu yang katanya Adipati akan segera kembali namun harapannya sia-sia saja sampai pukul 10 malam Adipati tidak kunjung kembali padahal dirinya butuh penjelasan.


Alga sudah kembali dari kerjanya,ia mencari Istrinya yang ternyata belum pulang.


"Salma kemana? tadi katanya ke rumah papa sebentar, tapi.. ini ko belum pulang sampai sekarang apa perlu aku susul dan telpon dia dulu, apa dia menginap di rumah papa untuk menenangkan pikiran dan perasaannya?" bertanya pada diri sendiri lalu ia merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Salma secepatnya.


Suara sambungan telepon berdering tapi tidak di jawab oleh Salma dan membuat Alga hawatir.


Salma kembali ke rumah satu setengah jam kemudian, ia sengaja naik mobil sendiri agar mereka semua tidak tau apa yang terjadi di dirinya.


Ia menatap ponselnya yang berdering tapi sengaja ia tidak mengangkatnya, untuk menguatkan hati ia mulai sekarang harus berusaha tersenyum di kala duka seolah-olah tidak ada yang terjadi, jika.. hari itu tiba dimana ia harus berhenti dan lelah sendiri maka dengan berlapang dada saja ia terima nasib yang tidak pernah beruntung di hidupnya.


Kehilangan kasih sayang orang tua, cinta dan ketidak pedulian dari orang-orang yang ia cintai dan sayangi. Salma masih kuat menutupi semua itu sendirian, seorang laki-laki tidak akan sanggup menghadapinya dan menyimpan rapat-rapat luka itu sendirian atau mungkin juga sama seperti dirinya.


Aku tersesat menuju hatimu


Beri aku jalan yang indah


Izinkan ku lepas penatku


Tuk sejenak lelap di bahu mu


Dapatkah selamanya kita bersama


Menyatukan perasaan kau dan aku


Semoga cinta kita kekal abadi


Sesampainya akhir nanti, selamanya


Tentang cinta yang datang perlahan


Membuatku takut kehilangan


Kutitipkan cahaya terang


Tak padam didera goda dan masa


Dapatkah selamanya kita bersama

__ADS_1


Menyatukan perasaan kau dan aku


Semoga cinta kita kekal abadi


Sesampainya akhir nanti, selamanya


Salma tersenyum miring.


"Kenapa posisi lagu ini seperti aku, ck.. tersesat dan tidak ada jalan pulang."


Semua orang yang pernah di posisi Salma hanya penuh dengan kata-kata takut kehilangan. Tapi.. bukan Salma yang salah melainkan cinta yang membuatnya bodo dan ingin selalu di anggap ada di sisinya, padahal jelas-jelas sudah terusir secara halus.


Alga menunggu dan tetap menunggu.


"Ish.. menunggu istri pulang lebih berat dari pada menunggu pembeli di restoran, hufh.. jenuh banget lagi. Tapi.. gak apa-apa demi istri tercinta ku dan demi maaf dari Salma apa saja aku rela bahkan sekalipun harus bertaruh kehidupanku sendiri." Ucapnya percaya diri.


Salma yang baru saja sampai memutar bola matanya dan tidak percaya.


"Hoax saja di ucapin." Sindir Salma tepat di sampingnya tapi sayangnya suara Salma begitu samar-samar untuk di dengar.


"Ehem"


"Sayang.. sudah pulang, yuk masuk dan makan dulu." Bersikap baik dan manja.


Salma bukannya senang tapi sekarang ia begidik ngeri, geli mendengarnya.


"Tumben bersikap manis?" kesalnya.


Baru sekarang Salma merasakan terhina, bukan cemoohan yang ia dapat tapi rasa tidak tau malu ini kenapa bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi, bahkan meminta maaf saja dengan cara tidak tulus dan tidak benar setelah ketahuan baru merasa bersalah.


Laki-laki seperti ini sangat menjijikkan tidak jujur pada pasangannya.


"Kamu bicara apaan sih Salma sayang, bukannya dari dulu aku memang begini!" mati kutu.


"Iya.. dari dulu memang begini bersikap manis dan peduli tapi.. gak tulus dan penuh dusta. Terus.. kamu mau bangga begitu setelah merubah sikap, gak pas dan gak pantas." Salma berlalu pergi, rasa laparnya sekejap langsung sirna.


Dulu sebelum ia tau Alga begini, ia selalu berbunga-bunga di tambah lagi sikapnya yang manis itu, membuatnya tambah berdebar-debar setiap saat bertemu dengannya.


Namun.. sekarang yang terjadi berbeda, mata hatinya sudah terbuka sedikit dan rasa cintai itu kini mulai terasa hambar. Salma akan melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri tapi untuk cinta sudah tidak ada gairah sama sekali, hilang bak di telan bumi.

__ADS_1


Sebab luka itulah rasa cinta terasa hambar, kalau sekarang berpisah ia akan setuju secepatnya. Buat apa mempertahankan sesuatu yang tidak pernah menginginkan kita berada di dekatnya, buat apa? bukannya itu sangat melelahkan.


Lepaskan saja agar dia bahagia dan tidak tertekan kehidupan terutama perekonomian dia, sakit saat melepaskan semua apalagi perjuangan dari nol.


2 Minggu kemudian.


Alga merapikan anak rambut Salma yang berantakan dan menutupi wajah cantik Salma yang rupawan, sayang untuk di lewatkan. Selama ini Alga dan Salma memang tidur satu ranjang tapi tidak lebih dari itu sebab ada surat perjanjian.


Surat apa sih? yaitu surat perjanjian jika Alga melanggar maka Salma bisa mengajukan gugatan di pengadilan agama.


"Kenapa sih kamu harus meminta surat perjanjian kemarin itu sayang?" Alga rasanya tidak mampu di posisi seperti sekarang, dirinya sebagai suami tapi rasanya tidak ada hak.


Ia tau dirinya salah tapi kenapa tidak di maafkan, toh suami istri harus meredakan egois masing-masing bukan masalah apa-apa tapi bukankah pernikahan akan berwarna dan cerah jika saling memaafkan dan kembali ke 0 dan memulai lagi.


Salma masih tertidur pulas di pelukan Alga, lucu ya marah-marah an tapi masih saling perhatian satu sama lain.


Setengah jam sudah berlalu, Alga sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Sengaja tidak bilang ke Salma jika hari ini dirinya berkerja, ia kecup pelan-pelan dahi Salma dengan cara beginilah semangat hidupnya bertambah besar.


Salma merasakan sentuhan lembut di dahinya lalu ia pelan-pelan membuka matanya sedikit sebab silau terkena cahaya lampu.


"Kamu kerja?" Salma bertanya lalu mendapatkan anggukan dari Alga.


"Aku berangkat dulu!" pamitnya beranjak pergi dari kamar.


Salma terdiam, padahal dirinya sendiri yang meminta untuk Alga membuat perjanjian yang di tandatangani oleh Alga. Tapi.. kenapa menyesal setelah semua berlalu.


Apakah ini artinya rasa bersalah yang besar sebab tidak memaafkan dia?


"Haduh.. menyesal.. sudah buat perjanjian, tau begini. Eh.. kan sekalian uji coba, cari sim aja pakai ujian praktek biar murah gak ngeluarin uang lebih dari pada lewat orang dan bayar orang, lagian aku juga mau lihat setulus apa dia. Apakah dia benar-benar berubah, berulang kali aku memberikan dia kesempatan dan berulang kali ia ingkar dan melukai."


Salma menghela nafas panjang.


Adipati sudah di rumah Salma baru saja sampai, ia mencari putri kesayangannya yang teramat ia rindukan beberapa Minggu ini.


"Salma.. nak." Adipati mencari Salma dan menuju ke kamar Salma.


Tapi nyatanya Salma sudah tidak ada di rumah bahkan satu rumah tidak ada yang tau kepergian Salma entah kemana.


*

__ADS_1


Maaf ya jika sering telat up, terimakasih banyak atas dukungannya.


__ADS_2