
Pagi hari.
"Salma, bangun yuk cantik. Sudah siang nih, katanya mau bertemu Karina pagi ini?" membangunkan dengan cara baik tidak urakan atau menggunakan pengeras suara dan tangan menjamah kemana-mana.
"Masih ngantuk!" enggan membuka matanya, gara-gara menangis tadi malam membuat badannya capek dan ingin lanjut tidur lagi.
"Yakin ... gak mau bangun." Tangan Alga masuk ke dalam baju Salma.
"Geli Alga," Salma langsung terperanjat, acara bermalas-malasan nya di rumah gagal total.
"Makanya ayo bangun, udah siang apa gak ada rencana untuk membuat sarapan pagi untuk suami tercinta?" Sambil mengusap-usap pipinya ke pipi Salma yang mulus.
Salma menatap wajah Alga yang jengah dan ada sedikit kemerah-merahan.
"Iya aku Siap in sarapan untuk suamiku, calon suami setia!" Salma begitu menggoda saat baru bangun tidur.
Bahkan Alga hampir tidak rela Salma beranjak pergi dari ranjang hangat itu.
Salma tidak sengaja melihat acara pagi, sepertinya seru jalan ceritanya.
Klik.
Demi kamu aku rela jadi suami culun, untuk mendapat cinta dan perhatian kamu. Aku tau kamu membenci laki-laki mapan dan tampan, itu semua karena aku yang menyakitimu. Andai waktu bisa di putar lagi tak kan aku menyakiti hati wanita sebaik dan secantik dirimu sayang.
"Kita sudahi pernikahan ini mas, aku tidak mampu dan sanggup berdampingan denganmu. Apa kamu lihat mas, mereka terus saja menyebutku wanita jalan* dan penggoda. Aku tidak mau sakit mendengar ucapan busuk mereka mas." Raya menangis sesenggukan di dalam pelukanku, aku menenagkan istriku.
Kenapa Tuhan menakdirkan aku dengan wajah yang tampan dan sempurna. Yang pada akhirnya menyakiti istriku tercinta, lebih baik aku memiliki wajah dan jabatan yang sederhana saja.
"Sayang, jangan mendengarkan kata mereka. Mas cuma mencintai kamu saja, biarkan mereka berucap semaunya. Cinta dan sayang mas untuk kamu saja Raya my baby love," Zao mencium bibir mungil istrinya.
Hong Zao, laki-laki manis dan berkarisma. Di bilang tampan jangan tanyakan. Dia tampan di kalangan para wanita, wajah campuran Chinese Indonesia membuatnya semakin memikat, di tambah lagi dia seorang suami baik dan lembut.
"Sayang." Zao terus saja membujuk sang istri untuk percaya akan cintanya.
Awal bertemu Zao dan Raya.
Saat itu Raya sedang menaiki kereta api di salah satu kota Surabaya, ia ingin melakukan perjalanan ke pedesaan. Ia menatap kesana kemari tanpa sengaja ia melihat sosok berparas tampan yaitu Zao. Tapi saat itu ia hanya bermimpi di siang bolong.
__ADS_1
Mana ada laki-laki tampan dan berpakaian rapi dan sepertinya berkerja di salah satu perusahaan besar di Surabaya. Kenapa naik kereta api kelas ekonomi.
"Sepertinya aku bermimpi, kenapa dia mendekatiku." Raya memundurkan langkahnya dan memalingkan wajahnya.
"Raya?" Panggilnya sok kenal sok dekat.
Raya langsung saja terperanjat ia terkejut dengan sapaan dari laki-laki itu.
"Maaf sebelumnya, apa anda mengenal saya. Saya belum pernah bertemu dengan anda, permisi!" Raya segera berjalan menjauh dari laki-laki itu.
"Tunggu Raya, ini milikmu kan." Memberikan sebuah kartu nama. Yup.. itu kartu pelajarnya sewaktu SMA.
Salma mendadak bosan dengan jalan ceritanya, kenapa monoton sekali. Malah seruan jalan hidupnya yang di penuhi dengan drama Alga dan para pemain pendukungnya.
"Masih seruan jalan ceritaku daripada yang aku lihat ini." Kesalnya membuang remote ke sembarangan arah.
"Kenapa wajahmu kusut?" duduk di samping Salma.
"Gara-gara kamu jadi kusut!" ucap Salma.
"Eh ... ko aku kena lagi sih? aku buat salah apa lagi Salma sayang" Alga gemas langsung mencubit pipi Salma.
"Sakit," bad mood tambah parah, cuek lagi.
Alga menggaruk rambutnya yang sedikit gatal.
Pas momennya untuk memposisikan dirinya jika sekarang ia bingung dengan perubahan sikap Salma yang kembali ke awal mula sama-sama.
'Ko aku jadi senang saat dia tidak bisa melihat dan hilang ingatan. Kalau sekarang mah beda jauh bahkan sangat jauh sekali.'
Alga melirik sebentar dan melihat lagi wajah Salma nya.
"Jangan membatin sesuatu Alga, aku tau kamu menjelek-jelekkan aku bukan? sebab aku ketus sekali dengan kamu." Salma to the points sekali dan seperti inilah Salma selalu langsung tanpa basa-basi.
"Enggak ... enggak ko aku gak membatin apa-apa tentang kamu. Cuma aku lebih suka kamu yang beberapa minggu lalu, romantis dan anggun" jujurnya yang benar-benar menyakitkan sekali di hati Salma.
Salma tersenyum.
__ADS_1
"Oh ... gitu ya, ya sudah silahkan cari barang-barang anda sendiri yang pernah anda beli dengan uang hasil kerja anda dan taukan arah pintu." Di tundung secara terang-terangan.
Dari pada diam-diam menyakitkan lebih baik spontan.
"Sal... kamu sudah bilang begitu, apa tidak ada harapan lagi. Maafkan aku istriku, aku mohon maafkan aku yang selalu melukai kamu" menangis di bawah kaki Salma.
Eh ....
"Alga jangan begini, aku malu. Lihat... Papa dan bapak ada di situ." Tunjuknya tidak jauh dari ruang keluarga.
Arto dan Adipati sedari tadi melihatnya anak-anak yang masih labil... labil itu secara seksama, benar-benar ada drama Idrama top terdepan di Indonesia di tambah lagi gratis di pagi hari sampai-sampai si laki-laki tunduk dan bersujud di bawah kaki Salma.
Blush
Wajah langsung merah padam, bahkan lampu di jalan saja warna merahnya tidak ada apa-apa nya dengan wajah Alga sekarang.
"Aku tidak akan malu sayang, asalkan kamu mau memaafkan aku kembali sayang" Alga memohon-mohon pada Salma.
Salma menatap wajah imut yang berkaca-kaca sedang memohon.
"Ish ... bisa gak sih gak usah ngeluarin jurus pesonanya, gak mempan." Padahal sudah terpesona tapi masih mengelak juga, lucu dan aneh bukan.
"Kalau sudah terpesona bilang sayang jangan malu-malu aku dengan senang hati menerima itu semua loh" Alga terus saja menggoda sang istri lagi dan lagi sampai Salma mau muntah dengan godaan Alga yang lebay nya minta ampun sekali.
"Siapa juga, lagian salah sendiri kenapa membangunkan babonan singa yang tidur di terkam langsung kan jadinya?" Salma menanyakan itu pada Alga.
Alga langsung berdiri dan mensejajarkan tubuhnya dengan Salma sambil tersenyum dengan wajah keimutan.
"Aku membangunkan babonan singa di kamar bukan di ruang keluarga, lagian aku juga tidak mau badan gitar Spanyol kamu terekspos dimana-mana, takut Khilaf yang lihat," Salma memutar bola matanya dengan malas saat Alga kumat lagi gilanya sebab bucin mendarah daging.
"Sudah .. sana pergi Alga, cari kerja aku mau pergi sendiri saja." Mendorong tubuh tegap dan Kekar milik Alga yang keras.
Seringnya olah raga membuat badan Alga wah jika bertelanjang dada.
*
Slow Update
__ADS_1