Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
17. Menikah juga dadakan


__ADS_3

Justru perkataan Salma tadi menjadi tantangan yang begitu menarik bagi Alga, ia tidak keluar dari kamar Salma justru ia mendekati Salma dengan tatapan yang sulit di artikan. Salma bersikap biasa-biasa saja untuk apa menanggapi bualan Alga selanjutnya, lagian Alga juga tidak mungkin macam-macam pada dirinya.


Adipati hendak kembali ke kamar Salma, lagi-lagi ia mendapati pemandangan sebegitu beraninya Alga pada anak gadisnya.


"Alga, kamu mau menyentuh putri saya apa." Nada bicara Adipati mulai memanas dan meninggi. "Sahkan dulu putri saya di KUA baru boleh menyentuhnya." Sambil mengangkat kerah baju belakang Alga sampai Alga tercekik lehernya.


"Ampun ... ampun pak Adipati," Alga memohon dan Adipati langsung menghempaskan kerah tersebut sampai Alga hampir saja badannya tersungkur ke lantai.


Alga mati kutu, jika membahas menikah cita-cita hanya satu ingin menikahi Riska seorang tidak ada yang lain lagi. Jika ada pasti dalam keadaan terpaksa atau di paksa keadaan.


"Maaf pak Adipati, saya tidak bermaksud lancang ke putri bapak. Tapi saya tadi mau menepuk nyamuk yang sedang lewat di atas kepala putri bapak," alasan yang sungguh luar biasa bahkan di luar nalar manusia.


Salma memutar bola matanya, orang yang tidak bisa melihat saja pasti tau ko jika tadi yang hampir terjadi itu bukan karena nyamuk melainkan pembuktian karena naf*u semata.


"Benarkah?? sepertinya tidak ada tuh nyamuk di rumah ini apalagi di kamar putriku." Adipati begitu hawatir dengan Salma.


Salma hanya menepuk jidat saja, kenapa Papanya jadi seperti ini sekarang takut ini itu. Kenapa sih, apa takut putrinya terjerumus. Sepertinya iya.

__ADS_1


'Papa begitu luar biasa, sebisa mungkin aku harus bisa luar biasa. Aku tidak mau Papa kecewa kedepannya, semoga aku tetap bisa bakti padanya sampai nanti-nanti.' Salma berdoa di dalam hati.


"Sumpah pak, tadi itu benar-benar ada nyamuk yang lewat. Makanya saja hendak menepuknya, tapi bapak malah salah sangka ke saya." Miris sekali alasannya.


"Lagu lama itu, tiga hari lagi kalian harus menikah. Dari pada putri satu-satunya milik saya hamil di luar nikah, keputusan saya tidak dapat di bantah." Adipati seolah-olah menutup mata, telinga dan hatinya.


"Pa, aku tidak setuju. Aku menolaknya Pa,"


Salma tidak mau terbelenggu dalam pernikahan di tambah lagi laki-laki yang disodorkan Papanya ini memiliki mantan seperti Riska yang terlihat posesif, Salma tidak yakin jika Alga dan Riska benar-benar putus hubungan.


Pasti mereka sedang pura-pura putus sekarang, tapi satu yang Salma tidak tau di balik putusnya pasalnya tadi pagi mereka masih mengobrol asik dan masih saling melempar cinta satu sama lain, atau jangan-jangan ini jebakan untuk menghancurkan dirinya.


3 hari kemudian.


Baik pengantin wanita maupun pria sama-sama pusing kepala, mendadak menikah dan semuanya sudah siap sedia dari mahar, gedung, resepsi dan tamu siap semua. Apa semua hanya rekayasa semata, yang jelas kedua pengantin terasa tertekan bahkan setiap senyum yang tersaji di wajah palsu belaka.


"Alga, ini beneran kita menikah?" sambil berbisik Salma bertanya.

__ADS_1


"Ya beneran lah, bahkan sekarang saja aku sudah resmi jadi suamimu!" bisiknya juga.


Salma tersenyum kecut, bagaimana bisa laki-laki seperti Alga jadi suaminya. Apakah dirinya nanti si suruh berkerja seperti kebanyakan orang-orang, yang mertuanya gak suka punya menantu leha-leha di rumah dan merawat rumahnya. Bagus deh jika iya, setidaknya hidupnya tak tertekan mulu dengan sindiran demi sindiran seperti mulut tetangga itu.


Usai acara pernikahan sekaligus resepsi.


"Papa senang akhirnya kalian menikah." Senyum jelas mengembang di sudut bibir Adipati.


Salma terpaksa tersenyum manis dan bersikap mesra di depan papanya, Salma menatap akhir-akhir ini wajah Papanya sedikit pucat pasti penyebabnya adalah karena kecapean.


"Papa sudah makan?" tanya Salma mendekati Adipati.


"Sudah tadi, kalau kamu? sepertinya dari acara selesai Papa belum melihat kalian makan. Sana makan dulu biar Siti yang menyiapkan makanan, lagian kenapa kalian tidak sekalian bulan madu sih. Biar papa segera dapat cucu yang banyak." Adipati berbicara sambil menundukkan pandangannya.


Salma menatap Alga, harap-harap Alga punya jalan keluar supaya papanya ini tidak meminta cucu untuk saat ini.


*

__ADS_1


Lama gak up ada yang nyariin enggak ya.


__ADS_2