Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
9. Sejak kapan rasa ini datang?


__ADS_3

"Ngapain ke sini cari aku, kamu di suruh papa kesini?" menyandarkan tubuhnya di pintu kamar.


"Iya, tapi selain itu Papa kamu menyuruh kamu untuk minum susu ini!" jawabnya memang mengantarkan susu yang berada di nampan.


"Gak ada obat macam-macam kan di dalamnya." Tetap mengambil dan meminumnya tepat di depan Alga.


"Tidak ada, aku masih ada peri kemanusiaan. Lagian aku gak mau beban aku bertambah banyak," menerima gelas tersebut lalu pergi begitu saja tanpa permisi sama sekali.


Salma menatap punggung laki-laki itu yang kian menjauh dari dirinya, memang lebih baik hidupnya ini selalu mengajak bertengkar dia dari pada saling mendiami.


Keesokan harinya.


Adipati dan Alga sedang bermain catur di taman samping rumah sambil berjemur di pagi hari, Salma sudah siap-siap untuk pergi ke kampus masalah pasar sudah di tangani oleh Rio dan Kamila tentunya.


"Pa, aku berangkat kampus dulu ya." Mencium punggung tangan Papanya.


"Alga, kamu hantar ya." Perintah Adipati pada Alga dan Alga langsung mengiyakan perintah dari tuan besarnya ini.

__ADS_1


Salma berjalan mendahului dan masuk ke dalam mobil bagian jok belakang ia tidak mau duduk di samping Alga. Takut ada yang salah paham lagi, siapa kalau bukan si Riska yang reseknya mendarah daging dari SMA dulu.


"Kenapa duduk di belakang?" Alga heran kenapa bisa begitu biasanya juga duduk di depan dan akan mencari masalah pada Riska.


"Gak kenapa-kenapa, lagi malas berdebat dengan kalian!" jawabnya cuek dan memalingkan wajahnya menatap ke arah jendela mobil.


"Oh ...." Alga hanya menganggap angin lalu saja.


Sebenarnya Alga tidak tega begini pada Salma, tapi demi cintanya pada Riska ia akan melakukan apa pun yang Riska minta, contohnya seperti hari ini ia menuruti kata-kata Riska untuk mengantar dan memberikan perhatian palsu pada Salma, sebenarnya permintaan Riska seperti ini sudah lama sejak satu tahunan ini.


*


Semenjak hari itu sudah sekitar 2 bulanan Salma jadi pendiam dan tidak aktif seperti sebelum-sebelumnya ia tidak bawel, bahkan surat perjanjian yang di buat Alga pun ia laksanakan dengan baik tanpa ada satu pun yang di langarnya. Gazebo ini tempat yang sering di buat Salma melamun dan bersedih, prihatin sih tapi ia tidak boleh berlebihan perhatian pada Salma takut Salma tambah mendiaminya lagi.


"Nih minum dulu." Memberikan air mineral.


"...." Salma diam dan hanya menatap sekilas saja lalu meminum air putih tersebut.

__ADS_1


"Aku dengar-dengar kamu membangun panti asuhan untuk anak-anak di jalan yang sering kamu tolong?" Alga mencoba mengajak Salma mengobrol ringan tapi tetap saja tidak ada tanggapan sama sekali dari Salma.


"Iya!" singkat dan padat.


"Ya bagus sih kalau begitu, oh ... ya nanti malam aku tidak jadi menemani kamu bakar-bakaran ikan dan seafood ya sebab Riska ngajak jalan nanti malam, biasa ... kencan berdua." Tutur Alga sambil tersenyum-senyum.


"Iya," Salma juga bingung harus bersikap bagaimana, entah rasa apa yang ia rasakan di dada ini tapi ia tidak suka mendengar Alga terus-terusan menyebutkan nama Riska yang jelas-jelas Riska adalah kekasihnya dan wanita satu-satunya yang paling di cintai Alga.


Malam hari.


Salma tersenyum gembira seperti biasa-biasanya sambil mengupas panggangan, setelah beberapa menit tangannya mulai kaku dan ia mengambil panggangan otomatis dan meletakkan sisa ikan dan seafood yang tersisa di atas bara.


Sedangkan di tempat lain ada sepasang sejoli yang menikmati kencannya hari ini, Alga bahkan tidak ingat sama sekali dengan Salma seolah-olah Salma hanya pelarian saja ketika di rumah atau saat dirinya sedang perang dingin dengan Riska, egois bukan.


Sekitar pukul 10 malam acara bakar-bakaran sudah selesai, mungkin karena capek badan dan hatinya juga Salma akhirnya memutuskan kembali lebih dulu dan menyuruh beberapa orang melanjutkan sendiri acara ini.


"Doni, Alif dan Seno. Kalian lanjutkan dan untuk mbak Nila dan Siti boleh istirahat juga. Saya kembali dulu, yang lainnya juga ya boleh lanjut atau kembali istirahat yang bertugas malam ini tetap stay ya." Salma bergegas masuk ke dalam dan menuju kamar pribadinya.

__ADS_1


__ADS_2