Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
68. Gara-gara Garam


__ADS_3

"Minta maaf ya? baiklah." Salma tanpa basa basi langsung mencium Alga dadakan dan tidak malu-malu lagi.


Lagian sudah halal.


Di meja makan.


Alga begitu sangat perhatian pada Salma, Adipati terkejut dengan sikap menantunya pada putri semata wayangnya. Sepertinya keadaan mereka baik-baik saja, semoga terus begitu saja. Sebagai seorang ayah ia akan melakukan apa saja demi melindungi putrinya di tambah lagi Salma putri satu-satunya yang ia miliki dalam hidupnya.


Putri kecil yang dulu ia asuh dari tangannya sendiri tanpa adanya sosok wanita yang mendampinginya, ia tak mau melukai wanita demi putri kecilnya. Bukannya tidak mau mencoba tapi pernah dan kejadian itu gagal saat ia tau jika dirinya ini adalah mantan casanova kelas menengah ke atas.


"Kalian sarapan pagi yang banyak ya." Adipati mengambil tisu kering yang berada di atas meja lalu mengusahakan ke bibirnya.


"Iya pa," jawab serempak Alga dan Salma.


Adipati tentu saja bahagia bahkan sangat bahagia meski ada niatan di hati untuk memisahkan Alga dari Salma, namun tidak tega setelah melihat begitu banyak cinta di antara keduanya, sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya.


Alga penuh dengan rasa cinta dan perhatian pada Salma, setelah kejadian tadi malam kini ia yakin bahwa bukan hanya naf$u saja tapi melainkan cinta yang begitu dalam pada istrinya, entah sejak kapan ada rasa itu yang jelas sekarang hanya ada kebahagiaan saja.


"Salma, maafkan aku yang dulu ya. Yang sering membawa luka untuk kamu, tapi aku janji jika kamu memberikan aku satu kesempatan lagi untuk memperbaikinya maka aku siap melakukan apa saja untuk kamu. Dan aku minta maaf belum bisa memberimu nafkah yang luar biasa melimpah." Sedih rasanya sebagai suami tapi memberikan nafkah cukup untuk istrinya saja tidak bisa.


Salma membalas genggaman tangan Alga.


"Aku pahami itu Alga tidak apa-apa lupakan saja masalah yang sudah berlalu itu, dan soal posisi kamu sekarang bisa di perbaiki lagi. Tapi, tidak ada yang tidak mungkin jika berusaha lebih keras lagi. Lagian kita berdua belum memiliki momongan, kenapa aku tidak ikut serta berkerja lagi saja," usulnya pada Alga.


Walau bagaimanapun ia harus tetap hormat dan meminta izin pada suaminya lebih dulu.


"Tidak untuk saat ini, beberapa pedagang yang di pasar yang kamu kerjakan saja sudah cukup untuk kamu sendiri buat apa kamu cari pekerjaan. Kamu di rumah saja nikmati hari-hari kamu ya, biarkan aku cari pekerjaan lain saja. Setidaknya aku bisa menafkahi kamu dengan hasil kerja kerasku." Mengusap pipi Salma dengan lembut.


Memang semenjak Salma menghilang dan kembali pulang, Alga jadi turun tangan sebab Papanya Adipati meminta pesan agar melanjutkan usaha kecil-kecil an milik Salma, dirinya tidak bisa jika di tambah lebih banyak pekerjaan lagi.


"Ini pendapatan di pasar yang masih kamu miliki, totalnya gak bisa aku sebutin takut ngiler akunya." Sambil di iringi gelak tawa dari Alga.

__ADS_1


Oh ... sungguh tampannya suami Salma.


"Lesung Pipit ini jika nanti punya anak apakah anak-anak bakalan seperti ini?" sambil mencubit kuat-kuat pipi Alga.


"Aduh ... aduh ... aduh ... sakit Salma, ya ... harus seperti bapaknya. Masa bapaknya ikut goyang gak dapat apa-apa!" protesnya langsung mendaratkan ciuman di ubun-ubun.


Salma melihat benda kecil di atas meja langsung menuangkan begitu saja di telapak tangan, tidak hanya sedikit tapi banyak.


Langsung saja Salma membungkam mulut Alga, kenceng banget bilang goyangnya.


"Aku lakban nih mulut kalau kenceng banget bicaranya." Masih membekap sampai Alga meronta-ronta.


Sudah lama tidak melihat sikap Salma yang arogan dan sedikit bar-bar ini, ternyata setelah membaik kembali lagi sikap aslinya. Kenapa gak di lanjutkan saja sikap Salma yang baru lemah lembut dan terlihat sangat manis serta menggemaskan.


"Eb ... eb ...." Alga pada akhirnya diam dan tidak memberontak lagi.


Salma pun melepas bekapannya.


"Sengaja," membuang sisa garam yang ada di genggamannya ke atas piring Alga, padahal makanan masih banyak belum habis.


"Salma ...." Mengertakkan giginya.


"Hukuman harus makan, tadi katanya siap melakukan apa saja untuk aku," tersenyum manis.


Plak


Alga menampar bibirnya sendiri.


'Bodo4 kena hukuman lagi kan, haduh ... harus habisin garam di atas piring nih. Kalau macet gak bisa buang air besar gimana ini gara-gara kebanyakan konsumsi garam dapur.' Meratapi kesedihannya sendiri.


Menyedihkan sekali kamu Alga, ini permulaan belum juga lari dan melakukan hal lain.

__ADS_1


"Kenapa mulut kamu, kamu pukul sendiri. Menyesal bicara hal tadi. Aa ... ha ... ha ... makanya sebelum membuat sesuatu perjanjian memperbaiki keadaan di filter dulu bicaranya, nyesel juga gak ada arti. Nangis loh nasi dan lauk yang kamu ambil tidak kamu makan." Tunjuknya pada piring di depan Alga.


"Siap bilang aku nyesel dengan ucapanmu tadi yang bakalan nuruti kemauan kamu, aku sudah berucap dan berjanji," dalam mulut iya tapi hatinya hiks nangis kejer di suruh makan garam segitu banyaknya.


Apalagi dirinya tidak terlalu suka banyak garam dalam masakan, tapi di depannya tidak bisa di prediksi satu genggam bukannya sama dengan makan berhari-hari kedepan.


Terlalu banyak mengkonsumsi garam dapat menyebabkan cairan menumpuk di sekitar jantung dan paru-paru, sehingga membuat jantung harus bekerja lebih keras dan dapat menimbulkan darah tinggi. Kondisi ini bisa berpotensi memicu serangan jantung atau stroke.


Arteri atau Pembuluh nadi merupakan salah satu jenis pembuluh darah yang membawa darah dari jantung dan menyebarkan darah beroksigen ke beberapa bagian tubuh. Sebaliknya, pembuluh vena bertugas mengalirkan darah dari organ tubuh kembali kembali ke jantung.


"Salma ... bukannya kamu tau kita tidak boleh mengkonsumsi garam terlalu banyak seperti ini?" Alga menatap sendu.


Aiya ... wajah imut ini lagi, ko jadi sedikit menyesal ya bisa melihat. Sedikit loh bukan berarti gak bersyukur bisa melihat dunia lagi, tapi kalau yang di lihat makhluk selebai dan selembek ini buat apa.


Lebih baik melihat yang cool dan tegas paling tidak berkarisma lah, tidak seperti yang berada di depannya tampan dan imutnya itu loh gak ketulungan.


"Alasan kamu, bukannya suka makan garam dulu saat masih dengan dia itu si terepes." Ledeknya.


Alga tersenyum.


"Cemburu ya ...," godanya tersenyum lebar.


"Enggak, dengan pacar aja rela ngelakuin apa aja bahkan nyebur di parit juga mau cari sendal. Saat di tantang makan ini itu aja nurut tapi dengan istri aja alasannya selangit."


Salma berdiri dan meninggalkan ruang makan dengan membawa buku kecil dan kartu ATM serta beberapa uang yang berada di tas kecil tersebut.


"Salma tunggu," Alga mengejar istrinya yang larinya secepat itu.


*


Bakalan banyak cinta yang bertaburan di karya ini. Jadi siap-siap baper ya, bukan berarti akan ending karya ini.

__ADS_1


__ADS_2