Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
76. Amarah Salma yg memuncak


__ADS_3

Salma lelah dengan drama hidupnya yang tak kunjung mendapatkan titik terang, kenapa ceritanya begini terus apa tidak ada topik lain.


Andai saja di kehidupan ini banyak pilihan lebih baik memilih bahagia bukan kesedihan atau kepahitan hidup, tapi.. jika bahagia terus bukannya akan lupa segalanya. Jadi sebaiknya begini saja penuh warna warni meski harus menguatkan hati.


Alga yang baru bangun dari tidurnya langsung duduk dan mengumpulkan kesadarannya sebelum menemui sang istri. Ia membaca balasan dari Agam lebih dahulu.


πŸ’¬ Tolong.. gantikan aku ( ke Agam)


πŸ’¬ Gantikan soal apa? maksud kamu posisi sebagai suami atau apa, atau untuk menjaganya seumur hidup?? (dari Agam)


πŸ’¬ Kalau kamu berpikir begitu aku mau jawab apa coba (balasan Alga ke Agam)


πŸ’¬ Siap πŸ‘πŸ‘ (Agam bersemangat)


Sedangkan pesan dari Samudra seperti ini.


πŸ’¬ Tolong.. gantikan aku. (ke Samudra)


πŸ’¬ CIH.. laki-laki modelan kamu ini memang tidak pantas di samping Salma, sudah aku bilang dari dulu untuk melepas dia kenapa tetap bersikukuh melanjutkan pernikahan, dan sekarang apa? kamu hendak melepaskan setelah kami berdua menerima kenyataan jika Salma memilih kamu (jawaban Samudera dengan emoticon jari tengah)


Dan semua pesan itu di kirim ke Salma, hati Salma hancur seketika. Kejutan sebelum dinner malam begitu sangat indah dan memukau, pantas di rayakan malam ini sayang jika di lewatkan begitu saja.


"Apa salahku?" bertanya pada diri sendiri.


Salma benar-benar tidak tahu harus berbuat apa kedepannya, lanjut atau berhenti. Hatinya masih mau lanjut tapi kenyataannya tidak mau di lanjutkan,terus.. bagaimana.


Alga mengetuk pintu kamar sebelum ia masuk, tidak ingin mengganggu istrinya meski status dirinya lebih tinggi dari Salma.


Tok


Tok


Tok


"Salma.. sayang.. apa aku boleh masuk?" menunggu di depan pintu.


Tidak ada jawaban dan hening.


"Kemana Salma? apa masih tidur." Gumam lirihnya dengan mendorong pintu kamar.

__ADS_1


Bugh


Alga terkejut bukan main ketika wajahnya di lempar sebuah sendal.


"Aw..." Mengusap wajahnya.


Salma menyunggingkan senyum.


"Itu tidak seberapa dengan luka yang kamu torehkan Alga, apa kamu tidak tau betapa sakit dan perihnya hati ku hah..." Kesal dan berapi-api.


"Salma.. tunggu.. apa yang terjadi?" jelas ia kebingungan sebab kelakuannya yang kemarin itu tidak ia ketahui sedangkan Salma mengetahui dari Agam dan Samudra yang mengirimkan pesan singkatnya Alga ke Salma semuanya tanpa terkecuali.


"Kamu masih tanya apa yang terjadi? kamu mikir enggak sih Alga, atau otak kamu sudah berpindah dari kepala ke tanah hah!" Salma benar-benar lepas kendali.


Amarahnya kali ini tidak dapat di bendung lagi, benar-benar berada di puncaknya.


"Tolong jangan pukul atau lempar, aku butuh penjelasan apa kesalahanku Salma sayang..." Sambil melambaikan tangannya agar Salma menghentikan aksi yang ia anggap gila.


Bagaimana tidak Salma sudah memegang gelas yang pecah dan hendak melakukan hal yang lebih ekstrim lagi dari sebelumnya, dulu garpu sekarang gelas yang sudah pecah lama-lama peralatan dapur seperti pisau dan yang lainnya juga ikut berterbangan.


"Penjelasan apa lagi Alga, di maafkan seribu maaf pun akan tetap sama seperti sebelum-sebelumnya.., sudah jelas bahkan sangat jelas kamu bicara begitu dengan tebang tanpa adanya rasa bersalah... Apa kamu ada wanita lain hah.. atau kamu balikan dengan si terepes Riska itu. JAWAB." Bentak Salma di akhir kalimatnya.


"Sumpah sayang.. enggak ada, beneran enggak ada wanita lain di hatiku. Tolong maafkan aku sayang jika aku ada salah," belingsut ke lantai.


"Gak percaya, ayo ngaku." Salma berbicara penuh dengan penekanan.


Salma mengusap perahan benda panjang milik Alga yang terbangun ia mengusap kasar benda itu dengan tangan kirinya, sebab Alga baru bangun tidur. Jadi maklum saja ya..


"Salma.. stop," masih sempat-sempatnya nafsu melunjak di tempat yang tidak tepat.


Ini nyawa loh jangan main-main. Kenapa masih sempat-sempatnya menaikkan sesuatunya.


"Kenapa?" ia remas dengan kuat.


"Ah.. jangan Salma, dia minta di tuntaskan!" dengan suara sensual yang begitu menggoda.


Tapi Salma yang di liputi amarah langsung meremasnya dengan kuat.


"Aduh... sakit sayang." Alga tidak berdaya jika bendanya di cengkram kuat begini.

__ADS_1


"Ini baru benar," melepaskan setelah puas memencetnya.


Salma membuang pecahan gelas itu tidak jauh dari Alga.


Pyaar...


Rasa kesal masih ada, bahkan kali ini tidak akan padam lagi. Pasti kobaran amarah akan berlanjut sampai tuntas dan selesai.


"Salma.. sayang.. jangan pergi, tolong beri aku penjelasan apa salahku kali ini Salma?" hendak mengejar tapi sialnya pecahan kaca itu tembus di sendal rumahnya.


Cres


"Aw.. shh.. sakit banget."


Keluar darah merah dari telapak kakinya, Alga menahan itu sambil berjalan tergopoh-gopoh setelah berhasil melepas pecahan kaca yang menancap di telapak kakinya sebelah kanan.


Salma yang sudah pergi tidak tau kejadian akibat ulah amarahnya pagi ini, ia tidak peduli bahkan hati nuraninya tidak mau menengok ke belakang usai menutup daun pintu dengan kuatnya tadi. BRAGH...


"Huh.. mengesalkan sekali, awas saja jika berani main-main dengan yang namanya cinta, dia pikir aku ini boneka yang bisa ia mainkan begitu.. jika bosan di jual ke orang atau di berikan pada orang lain begitu dengan mudahnya?" ia meminum air putih yang berada di dapur.


Gluk


Gluk


Rasa hausnya di pagi hari kian memuncak saat terjadi perang sengit barusan, tidak ada yang mendengar pertengkaran di atas sebab para pembantu dan yang lainnya, tutup mata mulut dan tentunya telinga.


Alga mencari kotak obat untuk membersihkan lukanya dulu lalu mengoleskan krim agar lukanya cepat sembuh.


"Perih banget lagi, sebenarnya ada apa sih dengan Salma dari tadi malam sampai pagi ini ngambek, di tambah lagi ngambeknya horor banget." Sambil mengolesi obat di sekitar dan area terkena luka pecahan gelas.


Alga menatap kesana kemari untuk mencari ponsel milik Salma, dan kebetulan sekali berada di atas lemari kecil sebelah tidurnya Salma.


Alga meraihnya semoga ponselnya tidak di kunci atau apa begitu.


Click


Ternyata ponsel Salma sama sekali tidak di kunci dengan mudahnya ia mencari informasi di ponselnya mumpung Salma tidak ada di kamar, jika benar gara-gara ponsel itu ia akan menuntaskan masalah rumit yang terjadi sekarang.


Mata Alga membelalak seketika dengan apa yang ia lihat sekarang, berkali-kali ia mengerjab-ngerjabkan netra nya tapi tetap sama apa yang ia lihat dan sama sekali tidak salah melihatnya.

__ADS_1


*


Cerita ini seputar rumah tangga jadi.. sebisa mungkin masalah rumah tangga saja yang ada, jadi yang suka dengan cerita seperti ini harap tinggalkan jejak ya agar emak semangat up nya terimakasih banyak.


__ADS_2