Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
90. Romantis-romantisan.


__ADS_3

Harap like dulu ya, sebab like teman-teman penyemangat author remahan seperti emak. Terimakasih.


-


Salma mengeratkan pelukan Alga, ia memutar badannya dan membalas pelukan suaminya.


Sedangkan Adipati menyaksikan pertengkaran yang hampir menjadi mala petaka untuk putri tercinta dan menantunya, ternyata tidak salah menjadikan Alga sebagai suaminya. Semakin hari mereka semakin bertambah dewasa seiring berjalannya waktu.


Alhamdulillah.


Adipati beranjak pergi, pasti Salma butuh waktu bukan. Ia menuruni anak tangga dengan perasaan lega yang ia bawa, meski putrinya masih belum bisa menerima dirinya tapi diri ini akan berusaha sebaik mungkin agar Salma mau memaafkan dirinya dan mau memeluknya lagi.


"Dengan begini aku bisa lega, setidaknya aku tidak di hantu i rasa bersalah." Tersenyum lalu mengenakan masker penutup mulut sebelum ia keluar dari rumah putrinya dan masuk ke dalam mobil dan kembali ke rumah utama kediaman Adipati.


Arto tidak masuk ke dalam ia masih stay di dalam mobil,sebab permasalahan pribadi ini seharusnya di bereskan secara pribadi juga. Entah itu aib masing-masing atau aib orang lain tidak pantas di bicarakan di kalangan umum.


"Kita langsung kembali saja, aku ingin istirahat." Adipati mulai menyandarkan kepalanya di kursi penumpang dan memejamkan matanya.


"Baik pak," jawab sopir dan Arto.


Lagian hari juga semakin larut tidak baik juga untuk kesehatan para orang-orang tua seperti Adipati dan juga Arto. Kalau sang sopir sudah di pastikan sehat luar dalam, sebab sebelum berkerja di kediaman Adipati dipastikan cek kondisi seluruh badan agar kedepannya baik-baik saja, bahkan setiap bulan semua karyawan wajib cek dengan mendatangkan beberapa orang yang ahli dalam bidang gizi dan kesehatan.


Bukan apa, tapi untuk berjaga-jaga jika ada yang sakit salah satu karyawan segera di selesaikan agar tidak menular ke karyawan lain. Jika terjadi kecelakaan Adipati juga tidak akan lepas tanggung jawab, tapi sampai detik ini usaha turun temurun dari keluarga dan juga usahanya tidak terjadi hal-hal di luar prediksi, setidaknya kenyamanan dan keamanan mereka saat bekerja terjamin.


Kamar Salma dan Alga.


'Buat apa aku harus balas dendam pada Alga, bukannya jika aku balas dendam sama saja dengan Alga. Aku tau mungkin banyak orang yang akan mencemooh aku kedepannya sebab aku mempertahankan laki-laki seperti Alga,tapi dia suamiku suami pilihan papa. Pasti tidak ada yang salah, lebih baik membuka lembaran baru lagi entah sudah berapa kali aku membuka lembaran baru dengan orang yang sama lagi. Biarkan takdir yang menentukan jalan cerita kedepannya bagaimana, paling tidak untuk saat ini aku bahagia walau hanya sebentar saja.'


Salma duduk bersandar di tempat tidur sambil membayangkan yang bagus-bagus untuk masa depannya. Yang buruk di jalankan saja dulu, kalau di suruh menyerah dan berhenti ya selesai sudah semua.


Tiba-tiba air mata Salma menetes lagi saat Alga memeluknya kembali.


Setelah saling berpelukan seperti Teletubbies.


Salma mengendorkan pelukannya, sudah lelah menangis dan sepertinya perutnya keroncongan dan minta untuk segera di isi.

__ADS_1


Kruk


Kruk


"Kamu lapar sayang?"


"Enggak, tapi lambung aku butuh di isi. Kalau tidak ia akan protes sebab aku tidak makan!" Salma tersenyum.


Dalam situasi begini masih suka bercanda, benar-benar wanita yang pantas mendapatkan segalanya.


"Itu namanya lapar sayang, ayo makan dulu baru boleh nangis dan protes lagi." Di iringi tawa dan juga tangan Alga mengacak-acak rambut Salma.


Salma terharu dan malu di perlakukan dengan manja oleh Alga.


"Ayo.."


Meski keadaan rumah sepi tanpa ada orang lain tapi rasanya tetap nyaman dan menyenangkan sekali, kalau semisal setiap hari begini pasti enak.


Tapi.. kalau rumah sebesar ini tanpa adanya pembantu gak bisa dong keluar rumah dan melakukan kegiatan lainnya. Berdoa saja semoga mampu dan bisa entah tahun berapa yang penting ada niatan lebih dulu.


Alga menyuapi Salma, sementara Salma manyun sebab di suapi Alga padahal ia ingin makan sendiri.


"Tidak boleh, harus aku suapi atau tidak makan sama sekali," ancamnya agar Salma mau di suapi dari tangannya.


Salma terpaksa membuka mulutnya dari pada gak jadi makan meski selera makan berkurang mendadak sebab terpaksa.


Usai makan malam romantis Alga mengajak Salma ke suatu tempat yang tidak pernah Salma duga-duga sebelumnya, ternyata Alga memang selalu romantis meski dulu pura-pura kini terlihat tulus dan juga nyata perhatian dan kasih sayangnya.


"Kenapa tersenyum terus, padahal tadi nangis-nangis sampai ingus kemana-mana." Alga menggoda Salma.


plak


"Apaan sih, gak lucu tau," menggerutu usai memukul lengan atas Alga.


"Iya.. aku tau gak lucu makanya aku bikin kelucuan." Sambil tersenyum lebar memperlihatkan gigi putihnya.

__ADS_1


"Terserah asal gak garing aja kalau bikin kelucuan," lanjut makan sampai nambah lagi.


Alga menggeleng berkali-kali, Istrinya kalau habis nangis ini ganas sekali soal makan. Apa semua wanita seperti istrinya kalau sehabis nangis porsi makannya berkali-kali lipat?


"Alga"


"Hem"


"Ko cuma hem aja?"


"Iya sayang.. ada apa sayang!" mencubit pipi Salma.


"Gak ada apa-apa."


Salma lagi-lagi bersandar di bahu Alga sebelah kiri. Alga pun juga sama ia menyandarkan kepalanya di atas kepala Salma, mereka berdua larut dalam lamunan.


Perahu di tepian danau sengaja Alga persiapkan padahal ini sudah malam, tapi demi istri biaya berapapun tidaklah masalah sekarang masih cukup tabungannya.


'Demi kamu sayang, aku ingin melihat kamu selalu tersenyum dan tidak merasakan kesepian lagi. Akan aku lakukan meski harus mengorbankan segalanya, aku rela.'


Alga menatap Salma dan ternyata Salma sudah tertidur di pundaknya.


"Selamat malam bidadariku." Alga mengecup dahi Salma.


Ia mengendong Salma menuju tempat parkir meski tadi sempat kesusahan sebab berat badan Salma bertambah dan keadaan juga berada di atas perahu yang di jalankan oleh pemilik perahu sewaan tersebut.


Ia sedikit tergopoh-gopoh saat membuka pintu mobil yang ia kunci dari luar tapi usaha tidak akan menghianati hasil akhirnya pintu mobil pun bisa terbuka dengan sedikit kerja keras. Ia membaringkan tubuh Salma di samping kemudinya, untung saja tadi berangkat pakai mobil tidak pakai sepeda motor kesayangannya.


"Aku ingin selalu bersamamu sayang sampai nanti kita menua dan juga di kehidupan selanjutnya sayang." Mengusap rambut Salma sebelum ia melajukan mobilnya.


Adipati yang berada di rumah kepikiran terus bagaimana keadaan putrinya, apakah Alga masih mencintai putrinya dengan tulus atau hanya main-main atau yang lebih parahnya lantaran kasihan. Jangan sampai hal itu terjadi, ia harus bertindak sepertinya.


"Arto.. bagaimana kalau aku memberikan mereka tiket honey moon pada Salma dan Alga untuk jalan-jalan ke Belanda, lagi pula selama ini mereka tidak pernah honey moon?" tanya ke Arto.


Arto tentu saja langsung setuju, memang benar mereka bahkan nyaris tanpa adanya liburan dan di kehidupan rumah tangganya hanya berisikan pertengkaran saja, satu selesai tumbuh lagi sampai sekarang.

__ADS_1


*


Telat up ada yang nyariin gak sih?


__ADS_2