
Alga merasa cemas dan posisi dirinya semakin terancam jika ini berlarut-larut tapi ia harus menemui Riska dulu besok dan meminta Riska untuk berhenti berhubungan dengan dirinya secara baik-baik dan tidak di putuskan spontan lewat pesan singkat ataupun telepon.
"Apa aku telpon saja besok dan mengajaknya ketemu." Alga hendak memencet ikon panggilan namun ia urungkan, pakai pesan singkat saja ia tidak mau Riska berbicara aneh-aneh di tambah lagi dirinya sedang berada di luar rumah.
Alga memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas kecilnya usai mengirim pesan singkat pada Riska.
Saat ini Riska tengah memadu kasih dengan Elang dan Elang menatap ponsel Riska yang mendapatkan pesan singkat yang tertulis nama Alga. Elang mendengus kesal ternyata kekasihnya ini masih ada hubungan dengan Alga itu, katanya putus ko masih ada hubungan.
"Awas saja kamu Riska main-main denganku, jangan salahkan aku jika aku tidak sungkan lagi dengan kamu." Ia menatap nanar Riska yang kelelahan sebab memenuhi hasrat dirinya yang tinggi.
Elang menyalakan korek api dan mengarahkan korek api itu ke arah rokok, ia lebih suka menghisap rokok tembakau dari pada yang model varian baru rokok elektrik dengan liquid.
Elang mengetik beberapa pesan singkat pada seseorang ia menanyakan perihal tugas yang ia berikan, Elang tersenyum saat tau orang yang ia cari selama ini ternyata begitu dekat sekali bahkan ia lumayan mengenalinya.
*
Salma menatap meja yang berantakan karena ulah emosinya, ternyata enak ya makan banyak saat marah tapi apa berkah jika makan terlalu banyak sampai kekenyangan.
__ADS_1
Sebagai umat Islam, sangat tidak dianjurkan untuk makan secara berlebihan, sebagaimana yang diungkap oleh sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam hukum makan berlebihan dalam Islam adalah makruh. Jadi, lebih baik makan secukupnya dengan menerapkan pola makan yang sehat dan baik untuk tubuh dan tidak berlebihan lagi.
"Kenyangnya perutku ini, besok-besok kalau mau makan banyak ajak mereka saja deh." Berbicara pelan sambil menatap Siti, Ina dan Nila secara bergantian.
Mereka juga habis makan makanan seperti miliknya tapi entah apa yang di pesan, hanya saja tadi ia menyuruh Siti membeli apa pun yang di mau asalkan masih ada sisa uangnya.
Nila ragu-ragu mendekati Salma.
"Mbak Salma mau saya buatkan apa gitu, yang seger-seger seperti es kelapa?" Nila menawarkan minuman yang memang sangat segar tapi perutnya sudah tidak muat lagi setelah menenggak satu botol teh melati.
"Tidak Nila, sudah cukup ini. Aku sudah kenyang, oh ... ya masih ada sisa banyak belum aku sentuh, kalian makan ya. Gak boleh sisa!" sambil memperlihatkan tatapan mengerikan.
Alga pulang ke rumah sekitar pukul 12 malam, ia masih merasa bersalah pada Salma maka dari itu ia takut dan tidak berani menatap Salma sekarang, laki-laki pecundang memang tidaklah pantas bersanding dengan nona muda yang cantik jelita dan baik itu di tambah lagi kedermawanan Salma yang luar biasa.
Bagaikan alam semesta yang menguasai seluruh jagat raya tidak bisa sama seperti dirinya hanya debu yang memiliki kandungan penyakit dan meresahkan.
Salma tidak bisa tidur, pikirannya terus melayang-layang di udara. Benarkah ini nyata adanya, kenapa nasib dirinya tidak beruntung dalam cinta.
__ADS_1
Lalu Salma membuka ponselnya dan mengetik berapa kata, ia ingin tau tentang kesabaran seorang istri menghadapi suami yang tidak mencintai dirinya dan hanya membuat luka dan cara ampuh seperti apa meluluhkan hati suami.
"Kamar ini awal mula hubungan ini dan di tempat ini aku mendengar kenyataan tadi, bukankah seharusnya aku sadar diri. Aku adalah orang ketiga dari hubungan Alga dan Riska, seharusnya aku mundur dan tidak berharap lebih padanya. Masih banyak orang di luaran sana yang lebih pantas dan baik untukku, besok aku mau ke rumah Papa dan menjelaskan semua pada Papa." Salma menarik selimut namun belum sempat ia menutup mata ada seseorang masuk kamar ini.
Salma menatap malas orang yang baru saja masuk kamarnya, siapa lagi kalau bukan suami pilihan papanya. Dari pada nanti ia bad mood lagi lebih baik ia tidur saja, makanan tadi masih banyak menumpuk di lambungnya.
"Salma, maaf ...." Alga memperbaiki selimut yang di kenakan Salma.
Alga mengambil salah satu bantal lalu selimut yang berada di lemari, Alga lumayan hafal dengan tata isi lemari kamar Salma sebab ia tidak mau sang pemilik kamar berserta rumah dan isinya ini tidak suka tempatnya berantakan.
"Selamat malam Salma." Hendak mencium dahi Salma namun ia urungkan, tapi bibirnya ingin sekali mengecup Salma.
Alga segera membalikkan tubuhnya dan menuju sofa tempatnya tidur malam ini.
*
Bab nya ko ga ada kemajuan sih Mak, cuma gini-gini aja gak seru deh.
__ADS_1
Ayo nikmati saja alurnya lagian Emak gak pandai buat konflik jadi ya datar-datar gini saja, semoga teman2 masih betah membaca, terimakasih banyak.